Jawa Pos Radar Lawu - Puncak arus mudik Lebaran 2026 diprediksi terjadi dua kali, yakni pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026.
Prediksi ini disampaikan langsung oleh Kapolri saat rapat koordinasi lintas sektoral persiapan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebutkan, potensi dua gelombang puncak mudik ini berkaitan dengan kebijakan kerja fleksibel atau work fromwhere (WFA) yang diterapkan pemerintah menjelang Lebaran.
Dua Gelombang Puncak Mudik Lebaran 2026
Menurut Kapolri, gelombang pertama arus mudik diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret 2026. Sementara gelombang kedua diperkirakan terjadi pada 18–19 Maret 2026.
“Prediksi puncak arus mudik gelombang pertama kemungkinan terjadi tanggal 14–15 Maret. Kemudian pemerintah melaksanakan WFH antara tanggal 16 dan 17 Maret.
Sementara puncak prediksi arus mudik kedua ada di tanggal 18–19 Maret,” ujar Sigit dalam rapat yang digelar di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Senin (2/3/2026).
Prediksi tersebut juga diperkuat oleh Wakapolri Dedi Prasetyo yang menyampaikan bahwa pola pergerakan masyarakat tahun ini berbeda karena adanya pembekuan waktu bekerja.
Baca Juga: Mudik Lebaran ke Madiun? Coba Sensasi Bantaran Offroad Track, Wahana Baru 2 Km Penuh Tantangan
Pergerakan Pemudik Capai 143,9 Juta Orang
Pada Lebaran 2026, Polri memperkirakan pergerakan masyarakat mencapai 143,9 juta orang selama periode libur Idul Fitri 1447 H.
Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan realisasi mudik 2025 yang mencapai 146,4 juta orang.
Meski menurun, jumlah tersebut tetap tergolong besar sehingga memerlukan strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas yang matang.
Operasi Ketupat 2026 Digelar 13–25 Maret
Untuk mengamankan arus mudik dan arus balik, Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Gelaran pasukan digelar berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026.
Sebanyak 161.243 personel gabungan akan diterjunkan guna mengamankan jalur mudik, pusat keramaian, tempat ibadah, hingga objek vital lainnya.
Selain itu, akan didirikan 2.746 posko yang terdiri atas:
-
1.624 posko pengamanan
-
779 posko pelayanan
-
343 posko terpadu
Baca Juga: 38% Warga RI Pesan Tiket Mudik Lebih dari Sepekan Sebelum Lebaran 2026, KAI Jual Kereta Ekonomi Kerakyatan
Skema Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Untuk mengurai kepadatan kendaraan saat puncak arus mudik Lebaran 2026, Polri menyiapkan sejumlah rekayasa strategi lalu lintas, antara lain:
-
Sistem ganjil genap
-
SATU ARAH
-
Arus berlawanan
-
Sistem penundaan
-
Zona penyangga di area pelabuhan
Langkah tersebut dilakukan guna meminimalisir kemacetan panjang, terutama di jalur tol dan titik-titik rawan kepadatan.
Dengan adanya dua potensi puncak arus mudik Lebaran 2026, masyarakat diimbau merencanakan perjalanan lebih awal serta mengumpulkan informasi resmi dari kepolisian dan Kementerian Perhubungan.
Lalu, Anda berencana mudik di gelombang pertama atau kedua? (*)
*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani