Jawa Pos Radar Lawu - Publik dikejutkan pada 11 September 2025 ketika Rahayu Saraswati, keponakan Prabowo Subianto, resmi mundur dari DPR melalui sebuah video viral yang ia unggah di akun Instagram pribadinya.
Keputusan mengejutkan ini datang setelah ucapan kontroversial dalam sebuah podcast viral menimbulkan gelombang kritik, terutama dari pelaku UMKM.
Tak hanya menyentuh sisi pribadi, mundurnya keponakan Prabowo Subianto ini juga menyeret nama besar partai yang menaunginya, Gerindra.
Pertanyaan pun muncul: benarkah omongan di podcast menjadi alasan utama, atau ada faktor lain yang lebih dalam di balik langkah drastis ini?
Isi Pernyataan di Video
Dalam potongan video tersebut, Rahayu tampak serius menyampaikan bahwa dirinya menerima semua kritik yang datang setelah pernyataannya dianggap merendahkan pelaku UMKM.
Ia meminta maaf dan menegaskan bahwa keputusan mundur adalah bentuk tanggung jawab pribadi.
Rahayu juga menambahkan bahwa sebelum resmi meninggalkan kursi DPR, ia ingin menuntaskan pembahasan RUU Kepariwisataan sebagai tugas terakhirnya.\
Omongan di Podcast Jadi Bumerang
Kontroversi ini berawal dari pernyataan Rahayu dalam sebuah podcast viral yang menyebut sebagian pelaku UMKM “sekadar mencari penghasilan tambahan” dan tidak memiliki visi bisnis jangka panjang.
Ucapan itu dinilai merendahkan perjuangan pelaku usaha kecil, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Tak butuh waktu lama, potongan video podcast tersebut ramai diperdebatkan di media sosial, hingga akhirnya menyeret nama besar keluarganya.
Keponakan Prabowo dalam Sorotan
Sebagai keponakan Prabowo Subianto, mundurnya Rahayu tentu bukan sekadar masalah pribadi, tapi juga membawa dampak politik bagi Partai Gerindra.
Fraksi Gerindra menyatakan menghormati langkah Rahayu, sekaligus menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi kader agar lebih berhati-hati dalam berkomunikasi.
Publik Masih Bertanya-tanya
Baca Juga: Alat Pemantau Vulkanik Gunung Kelud Seharga Rp 1 Miliar Dicuri, Petugas Pos Lapor ke Polisi
Meski podcast kontroversial disebut sebagai alasan utama, banyak pihak menduga ada faktor lain yang mendorong mundurnya Rahayu.
Beberapa pengamat menilai keputusan ini bisa saja dipengaruhi tekanan politik internal maupun strategi jangka panjang Gerindra menjelang kontestasi politik berikutnya. (ghiska-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid