Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Gempa Berturut-Turut Guncang Sumatera Utara, Warga Panik Terasa hingga ke Riau

Indi Wardani • 2025-03-18 20:06:50
Pusat gempa di Tarutung, Tapanuli Utara
Pusat gempa di Tarutung, Tapanuli Utara

Jawa Pos Radar Lawu – Dua gempa bumi terjadi dalam rentang waktu hanya satu menit di wilayah Sumatera Utara pada Selasa (18/3/2025) pagi.

Gempa pertama berkekuatan M5,5 mengguncang Tarutung, Tapanuli Utara, pada pukul 05.22 WIB.

Sementara itu, gempa kedua berkekuatan M5,6 terjadi di laut, 83 kilometer barat daya Mandailing Natal, tepat satu menit setelahnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa pertama berasal dari aktivitas sesar aktif, tepatnya Sesar Besar Sumatra, Segmen Toru.

Dengan kedalaman hanya 10 kilometer, getaran gempa ini cukup kuat dan terasa hingga skala IV-V MMI di Tarutung.

Artinya, guncangan tersebut dirasakan hampir seluruh penduduk.

Hal itu enyebabkan orang terbangun, benda-benda jatuh, serta tiang dan bangunan tampak bergoyang.

Sementara itu, gempa kedua yang terjadi pukul 05.23 WIB berpusat di kedalaman 109 kilometer.

Meski lebih kuat, gempa ini tidak berpotensi tsunami dan dampak guncangannya lebih kecil dibandingkan gempa pertama.

Warga Panik, Getaran Terasa Hingga Riau

Guncangan gempa di Tapanuli Utara cukup kuat hingga terasa ke berbagai daerah di Sumatera Utara, bahkan hingga ke Riau.

Beberapa warga melaporkan merasakan getaran yang cukup signifikan.

“Kenceng kali ini berarti, soalnya sampe ke perbatasan Sumut-Riau. Dua kali kayaknya tadi ya,” tulis salah satu warga di media sosial X melalui akun resmi Info BMKG.

Di daerah Sibolga, gempa pertama dirasakan dengan skala III MMI, yang membuat getaran terasa seperti truk besar yang melintas.

Sementara itu, guncangan serupa juga dirasakan di Pinangsori, Tapanuli Tengah, serta Padang Sidempuan.

BMKG Imbau Warga Waspada

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau korban akibat gempa tersebut.

Namun, BMKG tetap mengimbau warga untuk selalu waspada dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali ke dalam rumah.

“Masyarakat diimbau untuk menghindari bangunan yang ditemukan retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan cukup tahan gempa sebelum kembali masuk ke dalam rumah,” ujar Daryono, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

BMKG juga mengingatkan bahwa wilayah Sumatera, khususnya di sepanjang Sesar Besar Sumatra, memang rawan gempa akibat pergerakan lempeng tektonik.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu siap siaga dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana guna mengurangi risiko yang mungkin terjadi.

Hingga berita ini diturunkan, pemantauan terhadap potensi gempa susulan masih terus dilakukan oleh pihak BMKG. (*)

Editor : Nur Wachid
#TARUTUNG #mandailing natal #sumatera #riau #bmkg #gempa