Suzuki Hayabusa Turbo Antar Biker Paraplegia Pecahkan Rekor 200 Mph, Begini Perjuangannya

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:02 WIB
Talan Skeels-Piggins dengan Hayabusa miliknya. Kredit (Talan Skeels-Piggins/Facebook)
Talan Skeels-Piggins dengan Hayabusa miliknya. Kredit (Talan Skeels-Piggins/Facebook)

Jawa Pos Radar Lawu -  Talan Skeels-Piggins akhirnya mencapai target yang dikejarnya selama 11 tahun. Pembalap motor asal Inggris yang mengalami kelumpuhan dari dada ke bawah itu berhasil melaju hingga 200,254 mph atau sekitar 322,3 km/jam menggunakan Suzuki Hayabusa bermesin turbo. Pencapaian tersebut menjadikannya pengendara motor paralisis pertama yang menembus batas kecepatan 200 mph dalam rekor land speed yang dilaporkan penyelenggara.

Rekor itu diraih dalam ajang Straightliners World Speed Record di Elvington Airfield, dekat York, Inggris, pada September 2026. Skeels-Piggins mencatatkan kecepatan tersebut dalam pengukuran lintasan sepanjang satu mil setelah melewati berbagai kendala cuaca dan angin kencang.

Keberhasilan ini bukan hasil yang datang secara instan. Ia telah mencoba mencapai target 200 mph sejak 2015, ketika masih menggunakan Suzuki Hayabusa standar dan mampu mencatat kecepatan 175 mph atau sekitar 282 km/jam.

Menembus 200 Mph Setelah Penantian 11 Tahun

Perjalanan Skeels-Piggins menuju rekor baru penuh tantangan. Pada percobaan pertamanya pada 2015, kecepatan 175 mph menjadi pencapaian penting, tetapi belum memenuhi sasaran yang ingin diraihnya.

Selama bertahun-tahun, ia menghadapi berbagai hambatan, mulai dari masalah teknis hingga keterbatasan biaya. Situasi tersebut membuat proyek pemecahan rekor harus melalui proses panjang sebelum kembali dilanjutkan dengan persiapan yang lebih serius.

Pada 2026, ia akhirnya berhasil mencapai target tersebut setelah melakukan lima kali percobaan. Kondisi cuaca sempat menimbulkan ketidakpastian apakah sesi pengujian dapat berlangsung sesuai rencana.

Namun, ketika kesempatan tersedia, Skeels-Piggins mampu membawa motor yang telah dimodifikasi itu melewati batas 200 mph. Catatan 200,254 mph sekaligus menjadi puncak dari usaha yang telah ia bangun selama lebih dari satu dekade.

Dari Atlet Ski Paralimpik ke Dunia Balap Motor

Sebelum terjun ke dunia otomotif, Skeels-Piggins dikenal sebagai atlet ski lereng dan pernah mengikuti ajang Paralimpiade Musim Dingin. Kehidupannya berubah pada 2003 ketika ia mengalami kelumpuhan dari dada ke bawah.

Meski menghadapi kondisi tersebut, ia tidak meninggalkan dunia olahraga. Pada 2012, ia beralih ke motorsport roda dua dan menjadi pengendara paraplegia pertama di dunia yang berkompetisi bersama pembalap motor non-disabilitas.

Peralihan dari olahraga musim dingin ke balap motor menunjukkan bagaimana ia terus mencari tantangan baru. Proyek pemecahan rekor kecepatan kemudian menjadi salah satu ambisi terbesarnya.

Target 200 mph bukan sekadar angka. Pencapaian tersebut menuntut persiapan kendaraan, pengendalian motor pada kecepatan sangat tinggi, serta kondisi lintasan yang mendukung.

Baca Juga: Ford Mustang Dark Horse SC Kalahkan Shelby GT500, Ternyata Ini Kunci Keunggulannya

Suzuki Hayabusa Turbo Dibangun Selama Ratusan Jam

Keberhasilan Skeels-Piggins juga didukung kolaborasinya dengan Lee Baxendale, seorang insinyur sekaligus pembalap motor. Keduanya mulai bekerja sama pada 2025 untuk menghidupkan kembali proyek pemecahan rekor tersebut.

Baxendale mencurahkan lebih dari 600 jam untuk membangun, memodifikasi, menguji, dan mempersiapkan Suzuki Hayabusa yang digunakan dalam percobaan itu. Motor tersebut mendapatkan sistem turbo untuk mendukung target kecepatan yang jauh melampaui pencapaian sebelumnya.

Pengembangan ini menjadi bagian penting dari proyek karena mencapai kecepatan lebih dari 320 km/jam membutuhkan kesiapan mekanis dan pengujian yang matang. Selain mesin, tim juga harus memperhatikan kestabilan kendaraan dan kesiapan motor ketika menghadapi kondisi lintasan yang berubah-ubah.

Meski sumber tidak merinci tenaga mesin, tekanan turbo, atau perubahan teknis lainnya, persiapan selama ratusan jam memperlihatkan besarnya pekerjaan di balik satu catatan kecepatan.

Cuaca Buruk Sempat Mengancam Percobaan Rekor

Angin kencang dan kondisi cuaca yang menantang menjadi salah satu kendala terbesar selama acara berlangsung. Situasi tersebut sempat membuat tim tidak yakin apakah seluruh percobaan dapat dilaksanakan.

Setelah berhasil mencapai rekor, Skeels-Piggins menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang mendukung proyek tersebut.

“I am extremely grateful to everyone who has played a part in this record attempt. We weren’t completely sure whether the runs would actually go ahead because of the weather, or what sort of speed we would reach, but to get to 200mph is incredible.

“The bike ran well, and both my crew and the Straightliners team were professional and hugely supportive. Without them, this would not have happened.”

Ia mengungkapkan rasa syukur kepada semua orang yang terlibat dalam upaya pemecahan rekor itu. Ia juga mengakui bahwa cuaca sempat membuat mereka ragu apakah percobaan bisa berlangsung dan seberapa tinggi kecepatan yang dapat dicapai.

Menurutnya, motor bekerja dengan baik, sementara kru dan tim Straightliners memberikan dukungan profesional yang sangat berarti. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak mungkin terwujud tanpa bantuan mereka.

Rekor Baru yang Menjadi Puncak Perjuangan Panjang

Catatan 200,254 mph menandai keberhasilan Skeels-Piggins melewati sasaran yang telah ia tetapkan sejak 2015. Setelah sebelumnya berhenti pada kecepatan 175 mph dengan Hayabusa standar, ia kini berhasil mencapai target menggunakan motor turbo yang dipersiapkan secara khusus.

Hasil tersebut juga menyoroti peran kerja sama antara pengendara, insinyur, kru, dan penyelenggara. Lebih dari sekadar kemampuan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, upaya ini memerlukan dukungan teknis, sumber daya, serta ketekunan dalam menghadapi kegagalan dan penundaan.

Bagi Skeels-Piggins, rekor ini menjadi bukti bahwa perjalanan panjangnya akhirnya membuahkan hasil. Setelah 11 tahun mengejar angka 200 mph, ia berhasil mengubah target yang sempat terasa jauh menjadi pencapaian nyata di lintasan Elvington Airfield. 

(Silvi Yudia Azizah, Magang Universitas Negeri Surabaya)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : visordown
Talan Skeels-Piggins Suzuki Hayabusa Rekor Kecepatan Motor dunia otomotif balap motor