Jangan Dibiarkan Menebal, Ini 5 Cara Mencegah Karang Gigi di Rumah

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 14:00 WIB
Karang Gigi
Source : entweder_oeder
Karang Gigi
Source : entweder_oeder

Jawa Pos Radar Lawu - Karang gigi yang terlihat menempel di permukaan gigi mungkin membuat sebagian orang ingin segera membersihkannya sendiri.

Padahal, lapisan keras tersebut tidak sama dengan plak biasa karena karang gigi terbentuk ketika plak yang menumpuk dan tidak dibersihkan dengan baik mengalami pengerasan.

Plak sendiri merupakan lapisan lengket yang terdiri dari bakteri serta sisa makanan dan apabila setelah makan atau minum, bakteri dalam plak dapat menghasilkan asam yang berpotensi merusak email gigi dan meningkatkan risiko gigi berlubang.

Pembersihan karang gigi yang sudah terbentuk umumnya membutuhkan alat khusus dari dokter gigi tetapi ada beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan di rumah untuk mengurangi plak sekaligus membantu mencegah penumpukan karang gigi.

Baca Juga: Jarang Sikat Gigi Sebelum Tidur? Ini 4 Dampaknya bagi Kesehatan Mulut

1. Sikat Gigi dengan Benar

Menyikat gigi secara rutin merupakan langkah dasar untuk menjaga kebersihan gigi dan mengendalikan plak yang Anda bisa lakukan setidaknya dua kali sehari selama sekitar dua menit.

Gunakan sikat gigi berbulu lembut dengan ukuran kepala yang memungkinkan seluruh permukaan gigi dijangkau, termasuk bagian belakang gigi.

Sikat secara perlahan dan jangan memberikan tekanan berlebihan karena dapat mengiritasi gusi bisa juga menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride juga dapat digunakan untuk membantu menjaga kesehatan gigi.

Sikat gigi elektrik dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang karena dapat membantu membersihkan plak dengan lebih efektif jika digunakan dengan teknik yang tepat.

Namun, menyikat gigi tidak dapat mengikis karang gigi yang sudah mengeras karena apabila hal ini sudah terjadi sangat sulit untuk menghilangkannya.

2. Bersihkan Sela Gigi dengan Dental Floss

Sikat gigi tidak selalu mampu menjangkau seluruh bagian di antara gigi jadi membersihkan sela-sela gigi juga penting untuk mengangkat sisa makanan dan plak yang tertinggal.

Gunakan dental floss setidaknya sekali sehari namun water flosser juga dapat menjadi alternatif bagi orang yang merasa lebih nyaman menggunakannya.

Kebiasaan ini tidak secara langsung menghilangkan karang gigi yang telah mengeras dan dianjurkan dilakukan setiap hari agar mampu mencegah penumpukannya. 

3. Gunakan Obat Kumur Sesuai Kebutuhan

Obat kumur tertentu dapat membantu mengurangi jumlah bakteri di dalam mulut dan mendukung kebersihan gigi serta gusi.

Namun, obat kumur bukan pengganti sikat gigi dan dental floss, apalagi sebagai alat untuk menghilangkan karang gigi yang sudah keras.

Jika menggunakan obat kumur yang mengandung bahan aktif tertentu seperti chlorhexidine, sebaiknya ikuti petunjuk penggunaan atau anjuran dokter gigi karena penggunaannya tidak selalu ditujukan untuk jangka panjang.

4. Perhatikan Pola Makan dan Kebiasaan Konsumsi

Menjaga pola makan juga dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung pembentukan plak misalnya membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula.

Setelah makan, terutama ketika tidak memungkinkan untuk segera menyikat gigi, berkumur dengan air dapat membantu membersihkan sisa makanan dari mulut.

Suplemen tertentu seperti yang mengandung zinc, kurkumin, atau ekstrak teh hijau memang pernah diteliti berkaitan dengan kesehatan mulut.

Namun, suplemen bukan cara utama untuk menghilangkan karang gigi dan tidak sebaiknya digunakan sebagai pengganti perawatan gigi.

5. Kunyah Permen Karet Bebas Gula

Permen karet bebas gula dapat menjadi pilihan setelah makan ketika belum memungkinkan menyikat gigi karena dengan mengunyah dapat merangsang produksi air liur yang membantu membersihkan sisa makanan dan menetralkan kondisi asam di dalam mulut.

Pilih permen karet yang bebas gula, karena produk dengan kandungan gula justru dapat memberikan bahan yang dimanfaatkan bakteri penyebab kerusakan gigi.

Meski begitu, permen karet tetap bukan pengganti menyikat gigi dan membersihkan sela gigi ini merupakan alternatif pendukung lain saja.

Baca Juga: Bersihkan Karang Gigi dengan Bahan Alami Ini, nomor 6 tak terduga!

Karang Gigi yang Sudah Keras Tidak Bisa Dikikis Sendiri

Plak dan karang gigi merupakan dua hal yang berbeda karena plak masih dapat dikendalikan melalui kebersihan mulut yang rutin, sedangkan plak yang telah mengeras menjadi karang gigi membutuhkan pembersihan dengan alat khusus.

Oleh karena itu, tidak disarankan untuk mengikisnya sendiri menggunakan benda tajam atau peralatan rumahan yang berisiko melukai gusi serta merusak permukaan gigi.

Karang gigi yang dibiarkan tanpa penanganan juga dapat memicu berbagai masalah pada kesehatan gusi, mulai dari peradangan hingga penyakit periodontal, sehingga kebersihan gigi dan mulut perlu dijaga serta pembersihan karang gigi sebaiknya dilakukan dengan metode yang aman.

Kapan Harus ke Dokter Gigi?

Jika karang gigi sudah terlihat tebal, sulit dihilangkan, gusi mudah berdarah, membengkak, terasa nyeri, atau muncul bau mulut yang menetap, sebaiknya periksakan kondisi tersebut ke dokter gigi.

(Auliya Nur Aisyah, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : alodokter
Cara Mencegah plak Kapan Harus ke Dokter Gigi? penumpukan Karang Gigi