sumber gambar: instagram
Jawa Pos Radar Lawu - Panggung teknologi kembali dihebohkan oleh langkah besar Apple yang akhirnya meluncurkan HP lipat pertama mereka, yaitu iPhone Duo.
Kehadiran ponsel pintar ini nggak cuma menarik perhatian berkat tampilannya yang super keren dan futuristik, tapi juga karena perombakan besar-besaran di bagian mesin dalamnya.
Salah satu inovasi paling penting yang dibawa Apple ada di bagian penyokong daya, yaitu lewat penerapan Sistem Baterai Ganda (Dual-Cell Battery System).
Teknologi ini sengaja dirancang buat menjawab berbagai masalah yang selama ini sering ditemui di HP lipat.
Alasan Apple beralih dari satu baterai biasa ke sistem dua baterai ini sebenarnya berawal dari tantangan saat merancang bodi ponsel.
Bikin HP lipat itu terbilang cukup rumit, karena bodinya harus dipastikan tetap tipis pas dilipat, tapi di saat bersamaan kapasitas baterainya juga harus jumbo.
Kalau Apple nekad cuma pakai satu baterai berukuran besar di salah satu sisi, nanti bobot ponselnya bakal berasa berat sebelah dan nggak enak pas dipegang.
Maka dari itu, para insinyur Apple memilih buat membagi baterai jadi dua modul terpisah yang dipasang secara seimbang di sisi kiri dan kanan engsel lipatnya.
Pembagian lokasi baterai ini memberikan dampak positif yang langsung berasa pas dipakai sehari-hari.
Karena beban komponen terbagi rata ke seluruh bodi, iPhone Duo terasa sangat seimbang, mantap, dan nggak bikin tangan gampang pegal meskipun dipakai lama.
Sensasi nyaman ini bakal tetap berasa, baik pas ponsel dipakai dalam posisi terlipat rapat maupun pas dibuka lebar jadi layar tablet 7,6 inci.
Selain itu, tata letak ini juga bikin ruang dalam bodi yang tipis bisa dimanfaatkan secara maksimal buat menampung komponen canggih lainnya, seperti sistem pendingin khusus dan chip terbaru.
Meskipun secara fisik wujudnya terpisah di dua tempat berbeda, kedua sel baterai berkapasitas total 5.400 mAh ini tetap beroperasi secara kompak sebagai satu kesatuan unit daya.
Semua pengaturannya dikendalikan langsung oleh chipset Apple A20 Pro bersama sistem pengatur beban pintar berbasis Apple Silicon.
Sistem cerdas ini bakal terus memantau dan mengatur penarikan arus dari kedua baterai secara real-time.
Hasilnya, daya dari kedua baterai bakal habis secara bersamaan dan merata, jadi nggak ada cerita salah satu baterai tekor atau rusak lebih cepat dibanding baterai pendampingnya.
Manfaat besar lain dari penggunaan dua baterai ini juga terasa di urusan suhu bodi dan kecepatan isi ulang daya.
Pada HP biasa dengan satu baterai, ngecas cepat sering kali bikin panas menumpuk di satu titik saja.
Nah, di iPhone Duo, aliran listrik bertegangan tinggi dari charger bakal langsung dibagi dua dan dialirkan bersamaan ke masing-masing sel baterai.
Cara ini ampuh banget menekan timbulnya suhu panas berlebih.
Dibantu dengan sistem pendingin internal, ponsel ini bisa diisi daya cepat sampai 50 persen cuma dalam waktu sekitar 20 menit tanpa bikin bodi terasa panas menyengat.
Efisiensi tingkat tinggi ini makin sempurna karena dipadukan sama sistem operasi iOS yang sudah dioptimalkan khusus buat layar lipat.
Dalam penggunaan aktif sehari-hari, iPhone Duo terbukti sanggup bertahan sampai lebih dari 24 jam penuh untuk pemakaian normal.
Melalui terobosan baterai ganda dual-cell ini, Apple nggak cuma sekadar meramaikan tren HP lipat dunia, tapi juga berhasil memberikan standar baru buat urusan daya tahan, keamanan, dan kenyamanan pengguna di masa depan.
(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Apple Inc., Portal Berita Teknologi