Dari Jalur Pendakian ke Jalanan Kota, Mengapa Gorpcore Sulit Ditinggalkan?

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:26 WIB
Gorpcore Makin Masuk ke Gaya Harian, Outfit Outdoor Kini Jadi Street Style. Source: CXO Media
Gorpcore Makin Masuk ke Gaya Harian, Outfit Outdoor Kini Jadi Street Style. Source: CXO Media

Jawa Pos Radar Lawu - Dulu, melihat seseorang mengenakan jaket shell, celana cargo, fleece, trail shoes, hingga tas teknikal di tengah kota mungkin membuat orang berpikir ia baru saja turun dari gunung.

Perubahan itu menjadi gambaran bagaimana gorpcore berkembang dari gaya yang identik dengan aktivitas luar ruang menjadi bagian dari fashion sehari-hari.

Pakaian yang awalnya dirancang untuk menghadapi hujan, angin, medan terjal, maupun suhu dingin kini justru menjadi pilihan untuk bekerja, nongkrong, hingga sekadar berjalan-jalan.

Istilah gorpcore sendiri berasal dari kata “gorp”, slang Amerika yang merujuk pada campuran makanan ringan seperti “good ol’ raisins and peanuts”, makanan yang lazim dibawa pendaki sebagai bekal.

Setiap elemen pakaian outdoor memiliki fungsi tersendiri.

Shell jacket dirancang untuk melindungi tubuh dari angin dan hujan, fleece menjaga tubuh tetap hangat.

 Sedangkan trail shoes memiliki sol yang dirancang untuk memberikan cengkeraman pada medan tertentu.

Gorpcore kemudian mengubah fungsi tersebut menjadi bagian dari estetika.

Detail seperti zipper berukuran besar, drawcord, material waterproof, banyak kantong, aksen reflektif, hingga potongan oversized tidak lagi hanya dipandang sebagai kebutuhan teknis.

Semua elemen tersebut justru menjadi daya tarik visual.

Baca Juga: 16 Tren Fashion Spring/Summer 2026 yang Mendominasi Runway Dunia, dari Gaya Pantai hingga Sentuhan Rococo

Menariknya, pemakainya tidak selalu benar-benar membutuhkan kemampuan teknis dari produk tersebut.

Seseorang bisa menggunakan Salomon XT-6 tanpa pernah mengikuti trail running.

Begitu pula jaket Arc’teryx dapat dipakai untuk perjalanan menuju kantor meski pemiliknya hanya menghadapi hujan ringan.

Perubahan tren tersebut juga berkaitan dengan perkembangan pasar outdoor.

Outdoor Industry Association mencatat nilai penjualan retail pasar outdoor Amerika Serikat mencapai sekitar USD 28 miliar pada 2024, naik 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan paling kuat terlihat pada kategori footwear dan accessories.

Sementara itu, penjualan apparel cenderung datar dan equipment mengalami sedikit penurunan.

Hal yang lebih menarik adalah siapa yang mendorong pertumbuhan tersebut.

Menurut laporan OIA, casual consumers, bukan hanya penggemar aktivitas outdoor hardcore, menjadi salah satu penggerak penting pasar.

Laporan konsumen 2025 bahkan mencatat kategori casual dan active lifestyle participants menyumbang lebih dari 90 persen pengeluaran pasar outdoor.

Perubahan posisi brand outdoor dapat terlihat jelas melalui Arc’teryx dan Salomon. Keduanya memiliki akar kuat dalam dunia performance.

Arc’teryx dikenal melalui produk technical apparel untuk climbing dan alpine environment.

Sementara Salomon tumbuh dari dunia skiing, trail running, dan footwear performance.

Kini, keduanya justru menjadi nama yang sangat dikenal dalam streetwear dan fashion.

Amer Sports, perusahaan induk Arc’teryx dan Salomon, membukukan pendapatan grup sebesar USD 6,6 miliar sepanjang 2025.

Angka tersebut meningkat 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada kuartal keempat 2025, segmen Technical Apparel tumbuh 34 persen. Sementara Outdoor Performance meningkat 29 persen.

Salomon sendiri bahkan telah mencatat penjualan tahunan lebih dari USD 2 miliar.

Gorpcore juga mudah diterima streetwear karena keduanya memiliki sejarah yang hampir sama dalam memaknai pakaian fungsional.

Baca Juga: Alexandre Christie, Jam Tangan Bergaya Premium yang Tetap Jadi Andalan Pecinta Fashion

Sneakers awalnya berkaitan erat dengan olahraga. Workwear berasal dari pakaian pekerja.

Military jacket dirancang untuk kebutuhan militer. Denim pun berkembang dari pakaian kerja sebelum menjadi bagian penting dari fashion global.

Gorpcore memang telah muncul sebelum pandemi, tetapi periode 2020–2022 mempercepat popularitasnya.

Saat aktivitas kerja berpindah ke rumah, pakaian menjadi lebih mengutamakan kenyamanan.

Bersamaan dengan itu, minat terhadap aktivitas luar ruang meningkat dan batas antara pakaian kerja, olahraga, leisure, serta outdoor menjadi semakin tipis.

Perubahan tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya partisipasi aktivitas outdoor.

Salah satu alasan gorpcore mampu bertahan adalah karena produknya memang relevan dengan kehidupan perkotaan.

Jaket waterproof dapat membantu menghadapi hujan saat perjalanan menuju kantor. Trail shoes nyaman digunakan untuk berjalan jauh.

Cargo pants menyediakan ruang penyimpanan tambahan. Sementara sistem layering membuat pakaian lebih mudah disesuaikan dengan perubahan suhu.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : cultura.id
Streetwear Gorpcore fashion outdoor lifestyle anak muda