Jawa Pos Radar Lawu - Asap ban mengepul ketika Ford Mustang RTR 2026 mulai dimainkan di lintasan. Menariknya, mobil yang dibuat untuk bersenang-senang lewat teknik drifting ini bukan Mustang bermesin V8, melainkan varian EcoBoost dengan mesin empat silinder 2,3 liter.
Ford mengembangkan Mustang RTR bersama RTR Vehicles, perusahaan yang didirikan drifter Vaughn Gittin Jr. Model ini dirancang sebagai Mustang performa yang lebih mudah dijangkau dibandingkan varian seperti Dark Horse SC. Harga awalnya disebut US$43.705, sementara mesin standarnya tetap menghasilkan 315 hp dan torsi 350 lb-ft.
Yang membuatnya berbeda bukan sekadar angka tenaga. Mustang RTR mendapat sejumlah perangkat khusus untuk drifting, termasuk Electronic Drift Brake, suspensi MagneRide dengan penyetelan khusus, sistem kemudi dengan travel lebih panjang, serta komponen sasis yang diambil dari Mustang GT dan Dark Horse.
Bukan Mustang Biasa, Meski Mesinnya Tetap 315 HP
Basis Mustang RTR adalah Mustang EcoBoost entry-level. Di balik kap mesin terdapat mesin turbo 2,3 liter empat silinder yang mempertahankan output standar 315 hp pada 5.500 rpm dan 350 lb-ft pada 3.000 rpm. Ford juga mencantumkan transmisi otomatis 10-percepatan untuk konfigurasi ini.
Jadi, Ford tidak mengejar peningkatan tenaga besar pada versi RTR. Fokus utamanya justru berada pada bagaimana tenaga tersebut disalurkan dan bagaimana mobil merespons input pengemudi.
Salah satu teknologi pentingnya adalah sistem anti-lag yang dikembangkan dari teknologi Ford GT. Sistem ini membantu menjaga putaran turbo ketika pengemudi mengangkat kaki dari pedal gas sehingga respons tenaga dapat kembali lebih cepat saat throttle diinjak lagi.
Ada Opsi Tenaga Lebih Besar
Bagi pemilik yang menginginkan tenaga tambahan, tersedia pula Ford Performance Parts tune yang dapat meningkatkan output menjadi 350 hp dan 400 lb-ft. Ford menyebut pengembangan tersebut tetap mempertahankan garansi pabrik.
Dibuat untuk Lebih Mudah Diajak Drift
Karakter utama Mustang RTR terlihat dari perangkat yang dipasang Ford dan RTR.
Electronic Drift Brake menjadi salah satu fitur penting. Sistem tersebut dipadukan dengan pengaturan suspensi dan kontrol stabilitas yang memungkinkan pengemudi mendapatkan sudut selip lebih besar ketika berada di lintasan tertutup.
Kemudi juga mendapatkan travel tambahan sehingga roda depan dapat memperoleh sudut belok lebih besar. Tujuannya sederhana: membantu pengemudi mempertahankan mobil ketika bagian belakang mulai bergerak keluar.
Baca Juga: BMW X5 Generasi Kelima Resmi Meluncur, Pilihan Mesinnya Makin Lengkap
MagneRide dan Komponen Dark Horse
Mustang RTR juga mendapatkan sejumlah perangkat yang berasal dari model Mustang berperforma lebih tinggi.
Beberapa di antaranya:
- Suspensi adaptif MagneRide dengan kalibrasi khusus RTR.
- Dudukan strut yang dapat disesuaikan.
- Stabilizer bar depan dan belakang yang lebih kaku.
- Subframe belakang dengan bushing lebih kaku.
- Sistem kemudi dengan travel lebih panjang.
- Kalibrasi kontrol stabilitas khusus mode Track.
- Kipas pendingin yang lebih besar.
- Rem Brembo dengan kaliper depan enam piston.
Ford juga menawarkan MagneRide sebagai opsi pada RTR, sedangkan perangkat sasis lainnya dirancang untuk memperkuat kemampuan mobil ketika digunakan di lintasan.
Bukan Cuma Jago Drift di Lintasan
Menariknya, penyetelan yang berorientasi pada drifting tidak membuat Mustang RTR kehilangan kemampuan ketika digunakan di sirkuit.
Saat diuji di Thunderhill Raceway Park, mobil ini menunjukkan grip dan stabilitas yang baik. Bobot mesin empat silinder yang lebih ringan di bagian depan juga membantu mobil berganti arah dengan cepat.
Pengaturan suspensi dan sistem kontrol stabilitas membuat Mustang RTR tetap mudah dikendalikan ketika pengemudi mulai memanfaatkan karakter oversteer-nya.
Dengan demikian, RTR tidak hanya dibuat untuk menghabiskan ban di area drift. Mobil ini juga memiliki perangkat yang mendukung penggunaan di trek dengan tikungan cepat dan perubahan arah.
Anti-Lag Bekerja di Balik Layar
Teknologi anti-lag menjadi salah satu bagian menarik dari Mustang RTR. Saat pengemudi mengangkat kaki dari pedal gas, sistem manajemen mesin memutus suplai bahan bakar tetapi mempertahankan throttle elektronik tetap terbuka.
Aliran udara tersebut membantu menjaga putaran turbo tetap tinggi. Ketika pedal gas kembali diinjak, turbo tidak harus memulai putarannya dari kondisi rendah.
Efeknya bukan peningkatan angka horsepower maksimum, melainkan respons turbo yang lebih cepat. Teknologi tersebut sangat relevan ketika mobil melakukan transisi cepat, termasuk saat drifting atau keluar dari tikungan.
Tampilan Dibuat Lebih Agresif
Ford juga memberikan sejumlah perubahan visual untuk membedakan RTR dari Mustang EcoBoost standar.
Bagian depan menggunakan fascia Mustang GT yang dilengkapi lubang udara dengan pencahayaan dan emblem RTR. Kap mesin, rumah spion, side skirt, serta bagian quarter belakang mendapatkan grafis khusus.
Mustang RTR juga menggunakan velg 19 inci dengan offset yang lebih agresif. Paket tersebut dapat dipadukan dengan kaliper rem dan grafis berwarna Hyper Lime.
Kabin Punya Sentuhan Hyper Lime
Tema Hyper Lime berlanjut ke interior. Tuas Electronic Drift Brake, sabuk pengaman, serta jahitan mendapatkan aksen warna tersebut.
RTR juga memasang sill plate khusus dan pelat identitas di dasbor. Bagi pembeli yang menganggap warna hijau terang tersebut terlalu mencolok, Ford menyediakan alternatif sabuk pengaman hitam dan jahitan abu-abu.
Tetap Nyaman untuk Jalan Raya
Meskipun membawa perangkat yang ditujukan untuk aktivitas di lintasan, Mustang RTR tidak berubah menjadi mobil yang hanya cocok digunakan di sirkuit.
Dalam mode Normal, suspensi adaptif mampu meredam permukaan jalan dengan cukup baik. Sistem knalpot aktif juga bisa disetel ke mode paling senyap sehingga suasana kabin tetap relatif tenang.
Namun, karakter mesin empat silinder masih bisa terdengar ketika transmisi otomatis melakukan akselerasi dari putaran rendah. Transmisi 10-percepatan juga cenderung cepat berpindah ke gigi lebih tinggi demi efisiensi bahan bakar.
Ford mencantumkan angka 315 hp dan 350 lb-ft untuk mesin standar Mustang EcoBoost, sementara model RTR mempertahankan output tersebut.
Harga Mustang RTR 2026
Mustang RTR diposisikan di antara Mustang EcoBoost standar dan Mustang GT. Harga awal yang dilaporkan untuk model ini adalah US$43.705, atau sekitar Rp700 jutaan jika dikonversikan secara kasar dan belum memperhitungkan pajak, biaya impor, serta faktor lain di Indonesia.
Ford sendiri mengembangkan RTR sebagai Mustang yang lebih mudah dijangkau bagi penggemar performa. Vaughn Gittin Jr. menjelaskan latar belakang kolaborasi tersebut:
“RTR telah membangun basis penggemar yang sangat muda sejak awal dan Mustang RTR buatan pabrik ini menjadi jawaban bagi pembeli muda yang menginginkan Mustang berorientasi performa. Mobil ini memiliki tujuan yang sama dengan model bermesin V8: bersaing dengan mobil sport terbaik di dunia, meningkatkan citra merek, dan memberikan kesenangan berkendara.”
Mustang Empat Silinder yang Punya Karakter Berbeda
Mustang RTR 2026 menunjukkan bahwa paket performa tidak selalu harus berarti mesin lebih besar dan tenaga lebih tinggi. Ford dan RTR justru mengambil mesin EcoBoost 2,3 liter yang sudah ada, lalu mengubah berbagai aspek di sekelilingnya agar lebih menyenangkan untuk dikendarai.
Mulai dari anti-lag, Electronic Drift Brake, MagneRide, kemudi dengan travel lebih panjang hingga komponen sasis dari Mustang GT dan Dark Horse, semuanya diarahkan untuk menciptakan karakter berkendara yang berbeda.
Dengan harga yang masih berada di bawah Mustang GT, RTR menjadi salah satu varian Mustang yang mengutamakan kontrol, kelincahan, dan kesenangan drifting, tanpa mengorbankan kenyamanan ketika digunakan di jalan raya.
(Silvi Yudia Azizah, Magang Universitas Negeri Surabaya)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : CARANDDRIVER