Jawa Pos Radar Lawu - Daya tarik iPhone garapan Apple selalu dibarengi dengan harga jualnya yang tergolong tinggi di pasar ponsel pintar.
Di saat persaingan produsen smartphone Android makin ketat dengan menawarkan spesifikasi gahar pada tingkat harga yang terjangkau, jajaran iPhone justru konsisten bertahan di segmen kelas atas dengan nominal puluhan juta rupiah.
Kondisi ini acap kali memancing rasa penasaran publik mengenai faktor apa saja yang sebenarnya membuat lini ponsel milik perusahaan raksasa asal Cupertino tersebut dibanderol sedemikian mahal.
Salah satu pemicu terbesarnya adalah besaran anggaran yang dialokasikan Apple untuk ranah penelitian dan pengembangan (Research and Development).
Ketimbang hanya membeli suku cadang siap pakai yang beredar umum di pasaran, Apple memilih memproduksi dan merancang arsitektur komponen utamanya secara mandiri dari awal.
Proses perancangan chip khusus seperti seri A-Bionic maupun seri M menguras dana investasi hingga puluhan miliar Dolar AS serta melibatkan ribuan ahli lintas bidang selama bertahun-tahun.
Seluruh modal tersebut terserap untuk pengujian daya tahan, efisiensi konsumsi daya, serta pencetakan cetakan silikon presisi tinggi demi menghasilkan performa komputasi yang unggul.
Di samping urusan perangkat keras, kepemilikan penuh atas sistem operasi internal menjadi pembeda utama yang menyedot biaya operasional tidak sedikit.
Apabila vendor lain mengandalkan Android besutan Google yang bersifat open-source, Apple secara konsisten merancang serta memelihara sistem operasi iOS secara khusus.
Penggabungan hardware dan software di bawah satu atap ini memungkinkan optimasi sistem berjalan sangat efisien. Hasilnya, iPhone mampu menghadirkan performa yang mulus dan responsif meski tanpa dukungan kapasitas RAM sebesar para pesaingnya.
Sektor pemilihan bahan baku dan jaminan mutu komponen turut melipatgandakan biaya manufaktur tiap unitnya.
Apple memberlakukan standar kualifikasi material yang sangat ketat, seperti pemakaian lapisan kaca Ceramic Shield, rangka stainless steel standar medis, hingga balutan titanium kelas penerbangan pada jajaran seri Pro.
Komponen penting lainnya juga dibuat secara khusus dengan standar presisi tinggi, mulai dari panel layar OLED berfitur kecerahan ekstra, modul kamera berteknologi penstabil sensor-shift OIS, hingga unit penggerak getaran Taptic Engine.
Hal lain yang ikut masuk ke dalam kalkulasi harga adalah jaminan dukungan pembaruan software berkala untuk jangka panjang.
Saat membeli unit iPhone, pengguna secara tidak langsung membayar jaminan pemeliharaan sistem berupa pembaruan iOS dan proteksi keamanan hingga lima sampai tujuh tahun mendatang.
Garansi pemeliharaan perangkat lunak ini menuntut tim insinyur teknis Apple untuk terus bekerja memperbarui sistem agar perangkat lama tetap dapat berjalan stabil serta bisa menjalankan beragam aplikasi modern di App Store.
Daya pikat ekosistem tertutup (walled garden) milik Apple juga menjadi alasan kuat di balik tingginya nilai produk ini.
Pengalaman operasional iPhone dirancang agar terhubung secara seamless saat disandingkan dengan lini perangkat Apple lain, mulai dari iPad, Mac, Apple Watch, hingga AirPods lewat fitur iCloud, AirDrop, dan Handoff.
Pemeliharaan ekosistem ini membutuhkan biaya yang berkesinambungan untuk mengelola infrastruktur jaringan cloud global serta pengembangan sistem proteksi data pribadi dengan enkripsi end-to-end.
Khusus untuk pasar Indonesia, pembengkakan harga resmi iPhone juga dipengaruhi oleh faktor pajak, logistik, dan aturan hukum setempat.
Ketika masuk ke dalam negeri, perangkat iPhone dikenakan beragam beban tambahan seperti Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 impor, Bea Masuk, hingga biaya pemenuhan kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan sertifikasi perangkat.
Ditambah fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS serta margin rantai distribusi lokal, maka harga jual resmi iPhone di tanah air secara alami menyesuaikan dengan total seluruh beban biaya tersebut.
(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Doran Gadget, Antara, kumparan