Anak Ingin Didengar, Ini 6 Cara Sederhana agar Pendapatnya Merasa Dihargai Orang Tua

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:09 WIB
Kebiasaan Anak yang Merasa Dihargai oleh Orang Tua. Source: Jawaban.com
Kebiasaan Anak yang Merasa Dihargai oleh Orang Tua. Source: Jawaban.com

Jawa Pos Radar Lawu - Anak tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar untuk merasa diperhatikan orang tua.

Terkadang, hal sederhana seperti didengarkan ketika sedang bercerita sudah cukup membuat anak merasa bahwa dirinya penting.

Kebiasaan orang tua untuk tidak buru-buru memotong pembicaraan menjadi salah satu bentuk perhatian yang bisa dilakukan setiap hari.

Ketika anak menyampaikan pendapat, perasaan, atau sekadar bercerita tentang sesuatu yang dialaminya, berikan ruang untuk mereka menyelesaikan ceritanya.

Dalam kehidupan keluarga, menghargai pendapat anak juga tidak harus selalu berkaitan dengan keputusan besar.

Orang tua bisa mulai dari hal-hal sederhana. Misalnya mengajak anak menentukan menu makan malam, memilih kegiatan akhir pekan, atau meminta saran mengenai sesuatu yang ada di rumah.

Meski tidak semua pendapat anak bisa diterapkan, tetap penting untuk memberikan respons yang baik. 

Jika sebuah saran belum dapat digunakan, orang tua bisa menjelaskan alasannya.

Dengan begitu, anak tetap merasa didengar dan mengetahui bahwa pendapatnya telah dipertimbangkan.

Beberapa Cara yang Bisa diperhatikan Orang Tua:

1. Tanyakan Pendapat Anak

Salah satu kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan adalah membiasakan diri bertanya kepada anak.

Pertanyaan seperti "Menurut kamu bagaimana?" atau "Kalau menurut kamu, sebaiknya bagaimana?" dapat membuka ruang bagi anak untuk menyampaikan pemikirannya.

Tidak harus menunggu ada persoalan besar.

Hal-hal kecil dalam keseharian juga bisa menjadi kesempatan untuk melibatkan anak. 

Mulai dari menentukan makanan, memilih kegiatan bersama, hingga meminta saran mengenai sesuatu di rumah.

Ketika pendapatnya didengar, anak dapat merasa bahwa dirinya memiliki tempat dan peran dalam keluarga.

2. Libatkan Anak Saat Menghadapi Masalah

Orang tua memang sering menjadi pihak yang mencari jalan keluar ketika ada persoalan di rumah.

Baca Juga: Transformasi Gaya Parenting: Dari Boomer ke Gen Z, Mana yang Bikin Anak Kamu Juara atau Justru Trauma?

Namun, tidak ada salahnya sesekali mengajak anak ikut memikirkan solusi untuk masalah sederhana.

Tanyakan ide mereka dan biarkan anak mencoba melihat persoalan dari sudut pandangnya sendiri.

Cara tersebut bukan hanya memberi kesempatan kepada anak untuk berbicara. Mereka juga dapat belajar menyusun pemikiran dan mencari jalan keluar.

Tidak semua ide harus langsung digunakan. Yang terpenting, anak mengetahui bahwa pendapatnya didengar dan kontribusinya dianggap berarti.

3. Minta Bantuan Anak

Meminta bantuan juga bisa menjadi cara sederhana untuk menunjukkan kepercayaan kepada anak.

Tugasnya tentu perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan.

Anak bisa diajak merapikan meja, memilih barang yang dibutuhkan, menyusun jadwal kegiatan, atau membantu pekerjaan ringan di rumah.

Kegiatan sederhana tersebut membuat anak merasa memiliki peran.

Setelah membantu, jangan lupa memberikan apresiasi.

Dengan begitu, anak mengetahui bahwa usaha yang dilakukan mendapat perhatian, bukan sekadar dianggap sebagai kewajiban.

4. Tanyakan Pengalaman Anak

Percakapan sederhana setelah anak menjalani aktivitas sehari-hari juga bisa menjadi ruang untuk membangun kedekatan.

Pertanyaan seperti "Bagaimana harimu?" dapat menjadi awal pembicaraan.

Jika jawaban anak masih singkat, orang tua bisa melanjutkannya dengan pertanyaan yang lebih spesifik.

Misalnya menanyakan kegiatan yang paling menyenangkan, sesuatu yang membuat kesal, atau kejadian menarik yang dialami di sekolah.

Saat anak mulai bercerita, berikan perhatian penuh.

Tidak buru-buru mengalihkan pembicaraan atau memotong cerita dapat membuat anak merasa pengalaman dan perasaannya memang penting untuk didengarkan.

5. Berikan Apresiasi atas Pendapat dan Usahanya

Ketika anak berani menyampaikan ide atau berusaha membantu, apresiasi sederhana dapat memberikan arti.

Baca Juga: 9 Tips Parenting Islami di Masa Kini: Didik Anak dengan Tauhid, Akhlak, dan Kesederhanaan

Orang tua bisa mengucapkan terima kasih atas bantuannya atau menunjukkan bahwa ide yang disampaikan menarik.

Jika pendapat tersebut belum bisa diterapkan, bukan berarti harus langsung ditolak.

Berikan penjelasan mengenai alasannya agar anak tetap memahami bahwa pemikirannya sudah dipertimbangkan.

Apresiasi juga tidak harus berupa hadiah.

Perhatian, ucapan positif, dan kesediaan mendengarkan sudah bisa menjadi bentuk penghargaan yang berarti bagi anak.

6. Membiasakan Anak Berani Berpendapat

Membuat anak merasa dihargai ternyata tidak selalu membutuhkan tindakan besar.

Memberikan kesempatan untuk berbicara, mendengarkan dengan baik, dan melibatkan anak dalam urusan sederhana di rumah sudah menjadi langkah yang berarti.

Kebiasaan tersebut juga dapat membuat hubungan antara anak dan orang tua menjadi lebih terbuka.

Anak pun memiliki ruang untuk menceritakan pemikiran maupun pengalamannya tanpa merasa pendapatnya akan diabaikan.

Menghargai anak bukan berarti selalu mengikuti semua keinginannya. melainkan menunjukkan bahwa setiap pendapat layak untuk didengar dan dipertimbangkan. 

Dari kebiasaan itu, anak bisa belajar bahwa berbicara, menyampaikan perasaan, dan memberikan pendapat bagian penting dalam sebuah hubungan keluarga.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : fimela.com
Anak Merasa dihargai pendapat anak tips parenting pola asuh anak parenting anak