Harga Mahal Tapi Banyak Kompromi, Masih Yakin Mau Beli iPhone Duo?

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 09:15 WIB
Menguak berbagai kelemahan iPhone Duo
sumber gambar: youtube
Menguak berbagai kelemahan iPhone Duo
sumber gambar: youtube

Jawa Pos Radar Lawu - Kemunculan iPhone Duo sebagai lini ponsel lipat perdana dari Apple memang berhasil menyedot perhatian antusias teknologi di berbagai belahan dunia.

Perpaduan desain mekanis yang modern serta integrasi sistem operasi iOS yang solid membuat perangkat ini langsung menjadi pusat perhatian pasar gawai kelas atas.

Meski demikian, di balik citra mewah dan gengsi tinggi yang diusungnya, iPhone Duo menyimpan sejumlah keterbatasan teknis yang cukup mencolok.

Bagi calon pembeli yang siap merogoh kocek dalam-dalam, memahami deretan kompromi pada perangkat generasi pertama ini menjadi hal penting sebelum memutuskan untuk bertransaksi.

Bobot Ekstra Mantap dan Sensasi Layar Luar yang Agak Canggung

Aspek kenyamanan genggam menjadi salah satu poin yang banyak disorot pengguna saat pertama kali mencoba iPhone Duo.

Memiliki bobot total yang menembus lebih dari 250 gram, ponsel ini terasa cukup berbobot ketika disimpan di dalam saku maupun saat dioperasikan dalam durasi yang panjang.

Dibandingkan dengan jajaran ponsel pintar konvensional atau perangkat lipat kompetitor, profil iPhone Duo dalam posisi terlipat terasa relatif tebal dan padat.

Ukuran serta beban ekstra ini tentu menjadi pertimbangan tersendiri bagi pengguna yang memprioritaskan kepraktisan mobilitas harian.

Rasa kurang terbiasa juga muncul dari wujud layar bagian luar yang dirancang asimetris dengan rasio mendekati persegi (1:1,4).

Sisi sebelah kiri layar luar dibuat datar dan tegas, sementara Sisi kanan memiliki sudut membulat. Bentuk yang tidak simetris ini kerap membuat navigasi satu tangan terasa kurang alami.

Area jangkauan jempol menjadi terbatas di sudut-sudut tertentu, sehingga aktivitas harian seperti membalas pesan singkat atau berpindah aplikasi terasa kurang mengalir jika dibandingkan dengan layar gawai standar.

Absennya Kamera Telefoto Demi Mempertahankan Desain Tipis

Kualitas fotografi biasanya menjadi keunggulan utama perangkat flagship besutan Apple, tetapi ada bagian yang terpaksa dikorbankan pada seri iPhone Duo ini.

Demi menjaga ketebalan bodi agar tetap selaras dan tipis saat dibuka penuh, Apple memilih tidak menyematkan modul kamera telefoto periskop.

Perangkat ini pun hanya mengandalkan kombinasi dua kamera belakang, yakni sensor utama beresolusi tinggi dan lensa sudut lebar (ultra-wide).

Keputusan memangkas lensa zoom fisik ini tentu menjadi kabar kurang menyenangkan bagi penikmat fotografi ponsel.

Kemampuan pembesaran optik murni pada iPhone Duo kini praktis tertahan di angka 2x dengan memanfaatkan pemotongan sensor (in-sensor crop) dari kamera utama 48 MP.

Ketika pengguna ingin mengambil objek dari jarak yang lebih jauh, sistem akan otomatis mengandalkan perbesaran digital (digital zoom).

Langkah ini berisiko menurunkan kejelasan detail serta memunculkan bintik noise, tidak setajam hasil jepretan modul telefoto khusus.

Penghilangan Slot Kartu SIM Fisik dan Fleksibilitas Pengguna

Kebijakan lain yang cukup radikal pada iPhone Duo adalah penghentian total penggunaan slot kartu SIM fisik secara global.

Seluruh sambungan jaringan seluler sepenuhnya diserahkan pada teknologi eSIM.

Desain tanpa celah kartu SIM fisik ini diterapkan agar ruang bagian dalam perangkat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk komponen engsel dan kapasitas baterai.

Kendati eSIM menawarkan proses aktivasi secara digital, tiadanya tempat kartu fisik tetap menghadirkan tantangan tersendiri bagi sebagian pengguna.

Bagi mereka yang sering berpergian lintas negara atau gemar memindahkan kartu seluler antar-perangkat untuk kebutuhan kerja, skema ini terasa kurang praktis.

Pengguna tidak bisa lagi memindahkan koneksi secara instan hanya dengan mencopot dan memasang kartu plastik.

Proses pendaftaran ulang eSIM membutuhkan akses internet yang stabil, pemindaian ulang kode QR, hingga verifikasi tambahan dari pihak operator, yang membutuhkan waktu lebih lama dibanding mekanisme tradisional.

Integrasi Apple Pencil yang Terbatas dan Masih Tertunda

Dukungan terhadap aksesori Apple Pencil pada layar bagian dalam sebenarnya menjadi salah satu fitur yang paling dinantikan dari iPhone Duo.

Kehadiran pena digital ini digadang-gadang dapat menunjang produktivitas, mulai dari mencatat poin rapat hingga membuat sketsa visual.

Namun, integrasi fitur ini dinilai belum sepenuhnya optimal saat perangkat mulai dipasarkan.

Fungsi pena digital ini tidak langsung dapat digunakan begitu perangkat dibuka dari kotak kemasan, melainkan harus menunggu pembaruan perangkat lunak iOS mendatang.

Selain itu, varian stylus yang didukung terbatas pada model Apple Pencil berport USB-C yang belum dilengkapi fitur sensitivitas tekanan (pressure sensitivity).

Tanpa adanya respons terhadap tingkat penekanan, ketebalan garis tidak akan berubah fleksibel saat diusapkan ke layar, sehingga kurang ideal untuk kebutuhan ilustrasi profesional.

Tingkat Kerumitan Engsel dan Potensi Keterbatasan Pasokan

Kelemahan iPhone Duo tak hanya bersumber dari fitur internal gawai, melainkan juga dari tantangan manufaktur di lini produksi.

Komponen engsel fleksibel yang diusung Apple memerlukan tingkat presisi serta perakitan yang amat rumit.

Kondisi manufaktur yang kompleks ini dilaporkan memicu tingkat penolakan komponen yang cukup tinggi selama proses produksi massal.

Tingginya kendala teknis dalam perakitan diprediksi para pengamat industri akan memengaruhi jumlah ketersediaan unit di pasaran pada tahap awal peluncuran.

Stok yang terbatas berpotensi memicu fenomena kelangkaan barang hingga munculnya kenaikan harga yang cukup jauh dari harga rekomendasi resmi di tingkat penjual non-resmi.

Calon pembeli mungkin perlu bersabar menghadapi masa tunggu inden atau membayar biaya ekstra jika ingin mendapatkannya lebih cepat.

(Fauzan Fulvian Faustanto Magang Universitas Negeri Yogyakarta)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : DetikInet, GSM Arena, Liputan6, IDN Times
iPhone Duo HP Lipat Kekurangan iPhone Duo apple teknologi