Wearable Tech Makin Dekat dengan Dunia Kerja, Ini Peran AI dalam Memantau Kesehatan

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 15:29 WIB
Dari Smartwatch hingga AI, Cara Baru Gen Z Memantau Gaya Hidup Sehat. Source: garmin.co.id
Dari Smartwatch hingga AI, Cara Baru Gen Z Memantau Gaya Hidup Sehat. Source: garmin.co.id

Jawa Pos Radar Lawu - Smartwatch dan smart ring kini tak hanya menjadi perangkat untuk menunjang gaya hidup.

Perkembangan teknologi membuat perangkat yang dikenakan di tubuh tersebut mulai memiliki peran lebih luas, termasuk dalam aktivitas di dunia kerja.

Wearable tech dapat mengumpulkan berbagai informasi mengenai aktivitas pengguna. Mulai dari jumlah langkah, detak jantung, pola tidur hingga sejumlah indikator kondisi tubuh lainnya.

Ketika data tersebut dipadukan dengan kecerdasan artifisial atau AI, informasi yang terkumpul dapat dianalisis untuk menemukan pola tertentu.

Hasilnya kemudian bisa menjadi informasi pendukung bagi pengguna maupun program kesehatan dan keselamatan kerja.

Perkembangan tersebut membuat wearable tech dan AI kesehatan mulai mendapat perhatian sebagai bagian dari transformasi dunia kerja.

Wearable Tech Tak Sekadar Penunjuk Aktivitas

Wearable tech merupakan perangkat elektronik yang dapat dikenakan pada tubuh.

Bentuknya cukup beragam, mulai dari smartwatch, smart ring, fitness tracker hingga sensor kesehatan.

Perangkat tersebut bekerja dengan mengumpulkan data dari aktivitas pengguna. Data yang terkumpul kemudian dapat memberikan gambaran mengenai kebiasaan fisik maupun perubahan tertentu yang terjadi dari waktu ke waktu.

Membantu Keselamatan di Tempat Kerja

Penerapan wearable tech di lingkungan kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis pekerjaan. Salah satunya berkaitan dengan keselamatan.

Menurut International Labour Organization (ILO), wearable sensor dan AI memiliki potensi untuk mendukung keselamatan dan kesehatan kerja.

Teknologi tersebut dapat membantu mendeteksi risiko secara lebih cepat serta memantau kondisi lingkungan kerja secara real-time.

Pada lingkungan industri, misalnya, sensor dapat menjadi bagian dari sistem pemantauan keselamatan.

Informasi yang diperoleh bisa membantu mengidentifikasi kondisi yang berpotensi menimbulkan risiko.

Selain keselamatan, wearable juga dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas fisik pekerja.

Data tersebut dapat menjadi insight tambahan dalam penyusunan program kesehatan dan keselamatan kerja.

Bisa Mendukung Program Workplace Wellness

Penggunaan wearable juga dapat dikembangkan untuk mendukung workplace wellness.

Karyawan dapat memanfaatkan perangkat untuk memantau aktivitas fisik, pola tidur maupun kebiasaan sehat secara mandiri.

Program kesehatan perusahaan pun berpeluang menjadi lebih berbasis data.

Baca Juga: Bingung Pilih Smartwatch? Ini 6 Rekomendasi Terbaik 2026 dengan Fitur Berbeda

Meski demikian, penerapan teknologi tersebut perlu memperhatikan persetujuan dan privasi karyawan.

Data kesehatan merupakan informasi yang sensitif sehingga penggunaannya membutuhkan aturan yang jelas.

Perusahaan juga perlu memastikan wearable tidak berubah fungsi menjadi alat pengawasan berlebihan terhadap pekerja.

AI Membuat Data Lebih Mudah Dipahami

Wearable dapat menghasilkan banyak data setiap hari. Tanpa pengolahan yang tepat, informasi tersebut hanya akan menjadi kumpulan angka.

AI dapat membantu mengolah data tersebut dan menemukan pola tertentu.

Misalnya, perubahan aktivitas yang berlangsung secara berkala dapat menjadi informasi pendukung untuk melihat kondisi yang perlu diperhatikan lebih lanjut.

Perkembangan pada 2026 juga mulai mengarah pada penggunaan conversational AI yang terintegrasi dengan data wearable.

Pendekatan ini memungkinkan informasi kesehatan disampaikan dalam konteks yang lebih mudah dipahami, bukan sekadar melalui angka pada dashboard.

Privasi Menjadi Tantangan

Di balik berbagai manfaatnya, penggunaan wearable tech di dunia kerja tetap memiliki sejumlah tantangan.

Salah satunya adalah persoalan privasi. Data kesehatan tidak bisa diperlakukan seperti data biasa.

Baca Juga: Snapdragon Wear Elite Resmi Diumumkan, Bawa AI Lokal ke Smartwatch hingga Perangkat Wearable

Perusahaan perlu memiliki ketentuan yang jelas mengenai data apa yang dikumpulkan, bagaimana penyimpanannya, siapa yang dapat mengakses, serta untuk tujuan apa data tersebut digunakan.

Risiko pengawasan berlebihan juga perlu diperhatikan.

Teknologi kesehatan seharusnya digunakan untuk mendukung keselamatan dan kesejahteraan pekerja, bukan menjadi sarana memantau karyawan secara terus-menerus.

Skill Digital Semakin Dibutuhkan

Masuknya wearable tech dan AI ke dunia kerja turut membawa kebutuhan terhadap kompetensi baru.

Pekerja tidak hanya dituntut mampu menggunakan perangkat. Mereka juga perlu memahami bagaimana data dikumpulkan, diolah dan digunakan.

Beberapa kemampuan yang semakin relevan antara lain literasi AI, analisis data, keamanan dan privasi data, pemahaman teknologi wearable, visualisasi data, digital health literacy hingga etika penggunaan AI.

Di Indonesia, perkembangan AI di sektor kesehatan juga mulai mendapat perhatian.

Pada Juni 2026, ILO mencatat Kementerian Kesehatan tengah mengembangkan kerangka kebijakan penggunaan AI di sektor kesehatan.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi kesehatan akan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk lingkungan kerja.

Namun, kecanggihan perangkat tetap perlu berjalan beriringan dengan keamanan data, bukti efektivitas, kepercayaan pengguna dan tata kelola yang bertanggung jawab.(*)

(Azarine Nirwasita Zada, Magang Politeknik Negeri Madiun) 

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : iblu-academy.co.id, berbagai sumber
Wearable Tech smart ring Teknologi kesehatan AI kesehatan smartwatch