Jawa Pos Radar Lawu - Ada kalanya wajah terlihat kurang segar meski sudah beristirahat cukup.
Kulit tampak lebih kusam, terasa kering, atau teksturnya menjadi kurang halus.
Kondisi tersebut membuat sebagian orang mencari cara sederhana untuk merawat wajah.
Selain menggunakan produk skincare, beberapa bahan yang mudah ditemukan di rumah juga kerap dimanfaatkan sebagai masker.
Timun, tomat, lidah buaya, alpukat hingga teh hijau menjadi sejumlah bahan yang disebut dapat digunakan dalam perawatan kulit.
Masing-masing memiliki kandungan dan karakteristik berbeda, sehingga penggunaannya pun perlu disesuaikan.
1. Masker Tomat
Tomat tidak hanya digunakan sebagai bahan masakan. Buah ini juga dapat diolah menjadi masker wajah.
Hello Sehat menyebut ekstrak tomat dalam sebuah studi dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase yang berperan dalam pembentukan melanin.
Tomat juga mengandung likopen yang memiliki aktivitas antioksidan.
Cara membuat masker tomat
-
Siapkan dua buah tomat matang.
-
Potong tomat menjadi beberapa bagian.
-
Haluskan menggunakan blender hingga lembut.
-
Oleskan secara merata pada wajah.
-
Diamkan sekitar 15–20 menit.
-
Bilas dengan air bersih.
2. Masker Lidah Buaya
Lidah buaya dikenal sebagai salah satu bahan yang sering digunakan dalam perawatan kulit.
Gel bening di dalam daunnya dapat memberikan sensasi menenangkan sekaligus membantu menjaga kelembapan kulit.
Hello Sehat menyebut senyawa aloesin pada lidah buaya dapat menghambat aktivitas enzim tirosinase yang berkaitan dengan produksi melanin.
Cara membuat masker lidah buaya
Gunakan lidah buaya yang sudah dicuci bersih. Kupas bagian kulitnya, kemudian ambil gel bening di dalamnya.
Gel tersebut dapat dioleskan secara tipis dan merata pada wajah. Diamkan selama beberapa menit, kemudian bilas sampai bersih.
3. Masker Timun
Timun memiliki kandungan air yang tinggi sehingga sering digunakan untuk memberikan sensasi segar pada kulit.
Kulit yang kehilangan kelembapan dapat terlihat lebih kusam dan terasa kasar.
Karena itu, timun dapat menjadi salah satu bahan yang digunakan dalam perawatan sederhana.
Cara membuat masker timun
-
Kupas satu buah timun.
-
Potong menjadi beberapa bagian.
-
Haluskan menggunakan blender hingga menyerupai pasta.
-
Saring cairannya jika diperlukan.
-
Oleskan pada wajah.
-
Diamkan sekitar 15 menit.
-
Bilas menggunakan air bersih.
Timun juga dapat dikombinasikan dengan bahan lain, seperti lidah buaya, yoghurt, atau madu.
4. Masker Alpukat
Alpukat memiliki kandungan lemak sehat dan vitamin E yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit.
Buah ini juga mengandung antioksidan sehingga sering dimanfaatkan dalam berbagai perawatan kulit.
Teksturnya yang lembut membuat alpukat mudah diolah menjadi masker.
Cara membuat masker alpukat
Siapkan satu buah alpukat matang dan satu sendok makan madu. Haluskan alpukat, kemudian campurkan dengan madu sampai teksturnya merata.
Oleskan pada wajah dan biarkan sekitar 15–20 menit. Setelah itu, bilas menggunakan air bersih.
5. Masker Pepaya
Pepaya juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan masker. Buah ini mengandung vitamin C dan senyawa antioksidan.
Pepaya memiliki enzim papain yang sering dikaitkan dengan proses pengelupasan sel kulit mati.
Karena karakter tersebut, bahan ini digunakan dalam sejumlah produk maupun perawatan kulit.
Cara membuat masker pepaya
Haluskan satu potong pepaya matang bersama satu sendok teh madu. Setelah teksturnya menjadi lembut, oleskan pada wajah.
Diamkan sekitar 15–20 menit sebelum membilas wajah menggunakan air hingga bersih.
6. Masker Teh Hijau
Teh hijau tidak hanya populer sebagai minuman. Kandungan antioksidannya juga membuat bahan ini banyak digunakan dalam produk perawatan kulit.
Hello Sehat menyebut penelitian mengaitkan senyawa tersebut dengan aktivitas yang dapat menghambat pembentukan melanin melalui penurunan aktivitas enzim tirosinase.
Cara membuat masker teh hijau
Seduh satu kantong teh hijau, lalu biarkan hingga dingin. Setelah itu, keluarkan daun teh dari kantong dan masukkan ke wadah.
Sumber Hello Sehat menyarankan penambahan satu sendok makan baking soda dan madu hingga menjadi pasta. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit air.
Oleskan pada wajah, diamkan hingga mengering, kemudian bilas sampai bersih.
7. Masker Yoghurt
Yoghurt mengandung asam laktat yang termasuk kelompok alpha hydroxy acid atau AHA.
Bahan tersebut dapat membantu proses pengangkatan sel kulit mati pada permukaan kulit. Karena itu, yoghurt kerap digunakan sebagai salah satu bahan dalam masker wajah.
Cara membuat masker yoghurt
Campurkan satu cangkir plain yoghurt dengan 2½ sendok makan madu tanpa rasa. Aduk hingga tercampur rata.
Oleskan pada wajah dan leher. Diamkan sekitar lima menit, kemudian bilas menggunakan air bersih.
8. Masker Kunyit
Bahan dapur lainnya yang dapat digunakan dalam perawatan kulit adalah kunyit.
Rempah berwarna kuning ini mengandung kurkumin dan memiliki aktivitas antioksidan.
Dalam sumber yang dikutip Hello Sehat, penelitian pada jurnal Foods menyebut kurkumin dapat menghambat produksi melanin.
Kandungan antioksidannya juga dikaitkan dengan perlindungan terhadap tanda penuaan dini.
Cara membuat masker kunyit
Campurkan bubuk kunyit dengan yoghurt atau madu. Aduk sampai menghasilkan tekstur seperti pasta.
Oleskan tipis dan merata pada wajah. Setelah beberapa saat, bilas menggunakan air bersih sampai tidak ada sisa masker yang menempel.
Jangan Asal Menggunakan Masker Alami
Meskipun berasal dari bahan yang mudah ditemukan, masker alami tetap dapat menimbulkan reaksi pada sebagian orang.
Sebelum mengoleskan bahan ke seluruh wajah, lakukan patch test pada area kecil kulit terlebih dahulu.
Cara ini dapat membantu mengetahui apakah kulit memberikan reaksi terhadap bahan yang digunakan.
Penggunaan masker juga tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Sumber L'Occitane menyarankan penggunaan masker alami maksimal sekitar dua hingga tiga kali dalam seminggu.
Perhatian khusus juga diperlukan ketika menggunakan bahan yang bersifat asam, seperti lemon.
Paparan sinar matahari setelah penggunaan bahan tersebut perlu dihindari dan perlindungan dengan sunscreen tetap penting.
Namun, hasil perawatan kulit tidak selalu sama pada setiap orang. Karena itu, mengenali kondisi kulit dan memilih bahan dengan lebih hati-hati tetap menjadi langkah penting sebelum mencoba masker buatan sendiri.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Loccitane, hello sehat