Bukan Cuma Untuk Masakan, Ternyata 6 Bahan Dapur Ini Bisa Jadi Lulur Kulit

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 10:58 WIB
Ilustrasi Menggunakan Lulur dari Bahan Alami @Halodoc
Ilustrasi Menggunakan Lulur dari Bahan Alami @Halodoc

Jawa Pos Radar Lawu - Perawatan kulit tidak selalu harus dimulai dari produk yang mahal.

Beberapa bahan yang biasa ditemukan di dapur ternyata kerap digunakan sebagai bahan lulur untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit terasa lebih halus.

Kopi, bengkuang, beras, oat hingga kunyit menjadi beberapa bahan yang dapat diolah menjadi lulur rumahan.

Namun, penggunaan bahan alami tetap perlu dilakukan dengan hati-hati karena kulit setiap orang bisa memberikan reaksi yang berbeda.

Lulur dapat membantu proses eksfoliasi atau pengangkatan sel kulit mati. Sementara beberapa bahan yang digunakan dalam lulur memiliki kandungan yang dapat mendukung kelembapan dan kesehatan kulit.

Baca Juga: Tak Sekadar Menyegarkan, Ini 5 Manfaat Timun untuk Wajah yang Perlu Diketahui

1. Kopi

Ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan eksfoliasi karena memiliki tekstur yang dapat membantu mengangkat sel kulit mati.

Alodokter juga menyebut kopi mengandung antioksidan berupa asam kafeat. Bahan ini dapat dikombinasikan dengan minyak zaitun yang berfungsi membantu menjaga kelembapan kulit.

Cara membuatnya cukup sederhana. Campurkan ampas kopi dengan minyak zaitun hingga menjadi pasta. Setelah itu, oleskan pada tubuh sambil memijatnya secara perlahan. 

Diamkan sekitar 15 menit, kemudian bilas menggunakan air bersih.  Penggunaan lulur kopi dapat dilakukan sekitar satu hingga dua kali dalam seminggu.

2. Bengkuang

Bengkuang sudah lama dikenal sebagai salah satu bahan yang digunakan dalam produk perawatan kulit.

Menurut Alodokter, kandungan vitamin C pada bengkuang memiliki peran sebagai antioksidan.

Vitamin tersebut juga berkaitan dengan produksi kolagen dan membantu menjaga kondisi kulit.

Untuk membuat lulur sederhana, bengkuang dapat dikupas, dicuci, kemudian diparut hingga halus.

Parutan bengkuang kemudian dibalurkan pada tubuh sambil dipijat lembut. Setelah didiamkan sekitar 15 menit, bilas dengan air bersih.

3. Lemon dan Madu

Kombinasi lemon dan madu juga dapat digunakan sebagai bahan lulur rumahan. Lemon mengandung vitamin C, sedangkan madu dapat membantu menjaga kelembapan kulit.

Namun, bahan yang bersifat asam seperti lemon perlu digunakan dengan lebih hati-hati karena pada sebagian orang dapat menimbulkan iritasi.

Campurkan air perasan lemon dengan madu hingga merata. Oleskan pada kulit dan pijat secara perlahan.

Sebelum digunakan pada area tubuh yang luas, lakukan uji tempel terlebih dahulu untuk melihat reaksi kulit.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Produk Lulur yang Bikin Kulit Lebih Putih dan Mulus, Kaum Mendang-mending Friendly

4. Beras dan Oat

Bahan makanan yang satu ini juga dapat dimanfaatkan dalam perawatan kulit. Alodokter menyebut air beras mengandung sejumlah senyawa yang dikaitkan dengan kesehatan kulit. Sementara oat memiliki sifat yang dapat membantu menenangkan kulit.

Cara membuatnya, rendam beras selama sekitar 30–45 menit. Setelah itu, saring airnya dan campurkan dengan oat hingga membentuk tekstur yang sesuai.

Oleskan campuran tersebut pada kulit sambil memijatnya dengan lembut. Diamkan sekitar 15 menit sebelum dibilas.

5. Yoghurt

Yoghurt mengandung asam laktat yang termasuk dalam kelompok alpha hydroxy acid atau AHA.

Asam laktat dapat membantu proses pengelupasan sel kulit mati pada permukaan kulit.

Karena itu, yoghurt kerap digunakan sebagai salah satu bahan dalam perawatan kulit.

Untuk membuat lulur, yoghurt dapat dicampurkan dengan oat dan sedikit minyak zaitun atau minyak kelapa.

Campuran tersebut kemudian dioleskan pada tubuh. Gunakan gerakan lembut dan jangan menggosok kulit terlalu keras.

6. Kunyit

Bumbu dapur berwarna kuning ini juga dapat digunakan sebagai bahan perawatan kulit.

Kunyit mengandung kurkumin yang memiliki sifat antioksidan dan antiradang. Alodokter menyebut lulur kunyit yang dicampur madu dapat membantu mengangkat sel kulit mati.

Cara membuatnya cukup dengan mencampurkan bubuk kunyit dan madu hingga menjadi pasta.

Oleskan pada kulit, diamkan sekitar 10–15 menit, kemudian bilas menggunakan air hangat.

Setelahnya, gunakan pelembap atau body lotion untuk membantu menjaga kelembapan kulit.

Jangan Terlalu Sering Melakukan Eksfoliasi

Meski dibuat dari bahan yang mudah ditemukan, lulur alami tidak berarti bisa digunakan sesering mungkin.

Eksfoliasi yang terlalu sering atau dilakukan dengan tekanan kuat justru dapat membuat kulit kering dan mengalami iritasi.

Penggunaan lulur sekitar satu hingga dua kali dalam seminggu dapat menjadi pilihan.

Saat mengaplikasikannya, pijat kulit secara perlahan dan hindari area yang sedang mengalami luka atau iritasi.

Lakukan Uji Tempel Sebelum Menggunakannya

Bahan alami tetap berpotensi menimbulkan reaksi pada kulit tertentu. Sebelum mengoleskan lulur ke seluruh tubuh, coba terlebih dahulu pada area kulit yang kecil. Perhatikan apakah muncul kemerahan, rasa gatal, panas atau perih.

Jika muncul reaksi tersebut, hentikan penggunaannya. Khusus bahan seperti lemon yang bersifat asam, kehati-hatian menjadi semakin penting. 

Kulit juga perlu mendapatkan perlindungan dari paparan sinar matahari dengan menggunakan tabir surya ketika beraktivitas di luar ruangan.

Pada akhirnya, lulur lebih tepat dipandang sebagai bagian dari perawatan kulit untuk membantu mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit terasa lebih halus. 

Hasil penggunaan bahan alami dapat berbeda pada setiap orang dan tidak seharusnya dianggap sebagai cara instan untuk mengubah warna kulit.

(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : Halodoc, alodokter
Lulur Alami Lulur Kulit Bahan Dapur perawatan kulit eksfoliasi kulit