Jawa Pos Radar Lawu - Setelah seharian beraktivitas, kondisi kulit wajah bisa berubah.
Wajah yang awalnya terlihat segar dapat terasa lebih kering, kemerahan, atau tampak lelah.
Di tengah banyaknya bahan alami yang digunakan dalam perawatan kulit, timun menjadi salah satu yang cukup mudah ditemukan.
Bahan yang selama ini identik dengan lalapan tersebut ternyata memiliki sejumlah kandungan yang dapat menunjang perawatan wajah.
Timun mengandung banyak air serta memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.
Di dalamnya juga terdapat vitamin C dan sejumlah senyawa lain yang dikaitkan dengan kesehatan kulit.
Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
1. Membantu Melembapkan Kulit
Timun memiliki kandungan air yang sangat tinggi. Sekitar 96 persen bagian timun terdiri dari air sehingga bahan ini kerap digunakan untuk membantu memberikan sensasi segar pada kulit.
Penggunaan timun dapat dilakukan dengan mengonsumsinya maupun menjadikannya sebagai bagian dari perawatan wajah.
Meski begitu, timun sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk menjaga kelembapan kulit.
Penggunaan pelembap, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta tidur yang cukup tetap penting untuk membantu mempertahankan kondisi kulit.
2. Membantu Meredakan Iritasi
Kulit wajah yang mengalami iritasi dapat menunjukkan beberapa tanda, seperti kemerahan, rasa perih, gatal, atau sensasi terbakar.
Kondisi tersebut dapat muncul akibat berbagai faktor, misalnya paparan sinar matahari, gigitan serangga, maupun ketidakcocokan terhadap kandungan produk perawatan kulit.
Timun memiliki sifat antiinflamasi yang dapat memberikan efek menenangkan pada kulit.
Karena itu, timun kerap digunakan dalam perawatan sederhana untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada kulit.
Namun, apabila iritasi semakin parah atau tidak kunjung membaik, penggunaan bahan alami sebaiknya tidak menggantikan pemeriksaan medis.
3. Membantu Merawat Kulit yang Berjerawat
Jerawat berkaitan dengan berbagai faktor, salah satunya kondisi pori-pori yang tersumbat oleh minyak dan kotoran.
Timun dapat dimanfaatkan sebagai masker untuk membantu membersihkan permukaan kulit.
Kandungan astringent di dalam timun juga disebut dapat membantu membersihkan minyak berlebih.
Dengan kondisi kulit yang lebih bersih, perawatan wajah dapat dilakukan dengan lebih optimal.
Meski demikian, timun bukan pengobatan utama untuk semua jenis jerawat.
Jerawat yang meradang, banyak, atau terus muncul sebaiknya mendapatkan penanganan yang sesuai.
4. Membantu Mengurangi Tampilan Bengkak di Wajah
Pernah bangun tidur dan mendapati wajah terlihat lebih sembap? Kondisi tersebut dapat terjadi karena adanya penumpukan cairan selama tubuh beristirahat.
Timun yang memiliki efek dingin dapat digunakan untuk memberikan sensasi menyegarkan pada wajah.
Irisan timun dapat ditempelkan pada area tertentu, termasuk bagian wajah yang tampak bengkak.
Sementara itu, untuk area bawah mata, timun juga kerap digunakan sebagai perawatan sederhana karena sensasi dinginnya dapat membuat area tersebut terasa lebih nyaman.
5. Membantu Menjaga Kulit dari Tanda Penuaan
Munculnya garis halus, kerutan, dan bintik hitam merupakan beberapa perubahan yang dapat terjadi seiring bertambahnya usia.
Timun mengandung senyawa antioksidan, termasuk flavonoid dan tanin.
Antioksidan berperan membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selain itu, vitamin C yang terdapat dalam timun berkaitan dengan proses pembentukan kolagen.
Kolagen sendiri berperan dalam membantu menjaga struktur dan kekencangan kulit.
Karena itu, penggunaan timun dapat menjadi salah satu bagian dari perawatan kulit, meski tidak berarti mampu menghentikan proses penuaan secara keseluruhan.
Cara Menggunakan Timun untuk Perawatan Wajah
1.Siapkan satu buah timun dan cuci hingga bersih.
2. Kupas kulit timun jika diperlukan.
3. Haluskan timun menggunakan blender hingga menjadi pasta.
4. Saring hasilnya untuk memisahkan ampas dan cairan.
5. Oleskan cairan timun pada wajah.
6. Diamkan sekitar 15 menit.
7. Bilas wajah menggunakan air hingga bersih.
Cara lainnya mengiris timun menjadi beberapa bagian kemudian menempelkannya langsung pada area wajah.
Masker timun dapat digunakan beberapa kali dalam seminggu. Jika ingin menambahkan bahan lain, lidah buaya, yoghurt, atau madu menjadi beberapa pilihan yang disebut dalam sumber.
Perhatikan Reaksi Kulit Sebelum Menggunakannya
Bahan alami tidak selalu cocok untuk semua jenis kulit. Sebagian orang tetap dapat mengalami reaksi tertentu setelah menggunakan timun secara langsung pada wajah.
Pemilik kulit sensitif perlu lebih berhati-hati ketika mencoba bahan baru.
Apabila muncul kemerahan, rasa terbakar, gatal, atau keluhan lain setelah pemakaian, sebaiknya hentikan penggunaannya.
Timun memang mudah ditemukan dan memiliki sejumlah kandungan yang mendukung kesehatan kulit.
Namun, manfaatnya tetap perlu ditempatkan sebagai bagian dari perawatan kulit, bukan sebagai pengganti penanganan medis ketika muncul masalah kulit yang membutuhkan pemeriksaan.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Halodoc, alodokter