Jawa Pos Radar Lawu - Menyiapkan bahan makanan biasanya dimulai dari pekerjaan sederhana seperti mencuci, mengupas, dan memotong.
Agar proses tersebut lebih praktis, dibutuhkan permukaan yang stabil untuk menjadi alas saat bahan makanan dipotong menggunakan pisau.
Di dapur, ada dua jenis alas potong yang paling sering digunakan, yakni berbahan kayu dan plastik.
Keduanya memiliki kelebihan serta kekurangan masing-masing, terutama dalam hal kebersihan dan perawatannya.
Bahan plastik sering dianggap sebagai pilihan yang lebih higienis karena memiliki permukaan yang tidak berpori.
Sementara itu, kayu justru mempunyai serat dan pori alami sehingga kerap dianggap lebih mudah menyimpan kotoran atau bakteri.
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Permukaan plastik yang sudah sering digunakan juga dapat memiliki banyak bekas sayatan pisau.
Celah pada goresan tersebut berpotensi menjadi tempat bertahannya bakteri.
Baca Juga: Salah Bersihkan Bisa Korslet, Ini 5 Cairan Food Grade yang Aman untuk Alat Elektronik di Dapur
Kayu Memiliki Serat yang Dapat Menahan Bakteri
Karakter alami kayu membuat cairan dari bahan makanan dapat masuk ke dalam pori-porinya.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa material kayu sering dianggap kurang higienis untuk digunakan sebagai alas memotong.
Namun, bakteri yang masuk ke dalam serat kayu tidak selalu mudah kembali ke permukaan.
Mikroorganisme tersebut dapat terperangkap di bagian dalam sehingga tidak terus berada pada area yang bersentuhan langsung dengan makanan.
Plastik Bisa Menyimpan Kotoran di Bekas Sayatan
Pada kondisi baru, permukaan plastik memang cenderung halus dan tidak memiliki pori. Hal ini membuatnya terlihat mudah dibersihkan setelah digunakan.
Masalahnya muncul ketika permukaan tersebut mulai dipenuhi bekas potongan pisau.
Sayatan yang terbentuk dapat menjadi celah kecil untuk menempelnya sisa makanan dan mikroorganisme.
Semakin lama digunakan tanpa diganti, jumlah goresan biasanya semakin bertambah.
Oleh sebab itu, bahan plastik tidak otomatis lebih bersih hanya karena tidak memiliki pori-pori seperti kayu.
Kebersihan Lebih Penting daripada Material
Terlepas dari jenis bahan yang digunakan, kebiasaan membersihkan peralatan setelah memasak tetap menjadi bagian penting.
Segera cuci setelah selesai digunakan, terutama apabila sebelumnya dipakai untuk memotong daging, ayam, atau bahan makanan mentah lainnya.
Peralatan yang sudah dicuci juga sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan.
Jangan membiarkannya dalam kondisi basah karena kelembapan yang tertinggal dapat membuat kebersihannya kurang terjaga.
Untuk material kayu, hindari merendamnya terlalu lama di dalam air. Selain menjaga kondisi permukaan, cara ini juga dapat membantu memperpanjang usia penggunaannya.
Bedakan Alas Potong untuk Bahan Mentah
Satu kebiasaan lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan alas potong untuk berbagai jenis makanan.
Sebaiknya, perlengkapan yang digunakan untuk daging dan unggas mentah tidak dipakai untuk memotong buah, sayuran, atau makanan yang sudah siap disantap.
Pemisahan tersebut penting untuk membantu mengurangi kemungkinan kontaminasi silang.
Terutama pada perpindahan mikroorganisme dari bahan mentah ke makanan yang tidak akan dimasak kembali.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Sajian Sedap, Pacificforest