Jangan Asal Tinggalkan Air Kemasan di Mobil, Suhu dan Bau Sekitar Bisa Berpengaruh

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:55 WIB
Air Kemasan @Klik dokter
Bahaya Meninggalkan Air Kemasan di Dalam Mobil @Klik dokter

Jawa Pos Radar Lawu - Membawa sebotol air minum saat bepergian memang sudah menjadi kebiasaan banyak orang.

Botol biasanya diletakkan di dalam mobil dan baru diminum ketika perjalanan berlanjut.

Namun, setelah beberapa waktu, air yang awalnya terasa biasa saja terkadang berubah rasa atau memiliki aroma yang berbeda.

Perubahan tersebut tidak selalu berarti air langsung mengalami pembusukan.

Air memang dapat mengalami perubahan karakter rasa karena menyerap karbon dioksida dari udara.

Namun, cara penyimpanan juga berpengaruh, terutama ketika botol dibiarkan terbuka atau terkena panas dalam waktu lama.

Baca Juga: Baju Dijemur di Dalam Rumah Malah Bau Apek? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Suhu Panas Bisa Memengaruhi Air Kemasan

Mobil yang terparkir di bawah sinar matahari dapat memiliki suhu yang jauh lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut membuat botol air minum ikut terpapar panas.

Air kemasan umumnya menggunakan botol berbahan polyethylene terephthalate atau PET.

Material ini ringan, kuat, dan banyak digunakan untuk kemasan minuman.

Paparan panas dan sinar matahari dalam waktu lama dapat memengaruhi kondisi material kemasan.

Karena itu, air minum dalam botol sebaiknya tidak dibiarkan begitu saja di tempat yang terkena panas langsung.

Air yang Terbuka Bisa Mengalami Perubahan Rasa

Tidak semua perubahan rasa pada air berarti air tersebut sudah basi. Air sendiri tidak memiliki kandungan gula dan protein yang menjadi sumber makanan bagi mikroba penyebab pembusukan seperti pada sejumlah jenis makanan.

Ketika air bersentuhan dengan udara, sebagian karbon dioksida dapat larut ke dalamnya dan membentuk asam karbonat dalam jumlah kecil.

Proses tersebut dapat menurunkan pH air sehingga rasanya sedikit berubah.

Jadi, air yang dibiarkan semalaman dalam wadah terbuka belum tentu otomatis rusak hanya karena rasanya sedikit berbeda.

Namun, kondisi penyimpanan tetap perlu diperhatikan karena air yang terbuka dapat terkontaminasi dari lingkungan.

Perubahan Suhu Berulang Juga Perlu Diperhatikan

Botol yang berkali-kali mengalami perubahan suhu, misalnya dari panas kemudian dingin dan kembali panas, juga tidak ideal untuk penyimpanan dalam waktu lama.

Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan jika botol terus dibiarkan di dalam kendaraan yang mengalami perubahan suhu cukup besar.

Karena itu, setelah membeli air minum untuk perjalanan, sebaiknya segera simpan di tempat yang teduh dan tidak terkena panas berlebihan.

Jika sudah tersedia lemari pendingin, air dapat dipindahkan ke tempat penyimpanan yang lebih sesuai.

Bukan Hanya Panas, Bau di Mobil Bisa Memengaruhi

Makanan dengan bau kuat, pengharum kendaraan, hingga aroma dari material interior mobil dapat membuat lingkungan di sekitar botol menjadi penuh berbagai bau.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aroma yang tercium ketika air diminum, terutama jika botol sudah dibuka.

Misalnya, mobil baru saja digunakan untuk membawa makanan beraroma kuat seperti ikan, durian, petai, atau jengkol.

Bau tersebut dapat bertahan di dalam kabin dan membuat pengalaman saat meminum air terasa berbeda.

Karena itu, menyimpan air sebaiknya tidak berdekatan dengan benda atau makanan yang memiliki aroma menyengat.

Sinar Matahari Bukan Tempat Ideal untuk Menyimpan Air

Salah satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari adalah meninggalkan botol air di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.

Selain membuat suhu air meningkat, paparan panas dalam waktu lama dapat memengaruhi material botol plastik. Inilah sebabnya penyimpanan di tempat sejuk dan terlindung dari cahaya matahari lebih disarankan.

Jika air kemasan dibawa bepergian, letakkan botol di tempat yang teduh dan jauh dari sumber panas, bukan di area yang terkena sinar matahari langsung.

Air yang Sudah Berbau atau Berubah Drastis Sebaiknya Tidak Diminum

Perubahan rasa ringan akibat kontak dengan udara berbeda dengan air yang sudah menunjukkan tanda-tanda tidak normal.

Jika air mengalami perubahan aroma yang kuat, terasa aneh, atau terdapat sesuatu yang mencurigakan pada air maupun kemasannya, sebaiknya jangan dipaksakan untuk diminum.

Terlebih jika botol sudah terbuka dan dibiarkan selama waktu yang lama. Debu, kotoran, maupun kontaminan dari lingkungan dapat masuk ke dalamnya.

Sementara itu, air kemasan yang masih tertutup sebaiknya disimpan sesuai petunjuk pada kemasan, terutama dengan menjauhkannya dari panas dan sinar matahari langsung.

Jadi, Jangan Asal Menaruh Botol Air di Mobil

Rasa air kemasan yang berubah bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Kontak dengan udara dapat membuat karakter rasa sedikit berubah, sedangkan penyimpanan di tempat panas atau terkena sinar matahari dalam waktu lama dapat memengaruhi kondisi kemasan.

Aroma dari makanan, pengharum mobil, dan lingkungan sekitar juga dapat membuat air terasa atau tercium berbeda.

Karena itu, membawa air minum saat bepergian tetap menjadi pilihan praktis, tetapi cara menyimpannya juga perlu diperhatikan.

Hindari meninggalkan botol terlalu lama di dalam mobil yang panas dan pilih tempat penyimpanan yang teduh agar kualitas air tetap terjaga.

(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : IDN Times, Antara
minuman suhu mobil air kemasan bau