Jawa Pos Radar Lawu - Hujan turun ketika cucian baru saja selesai dicuci. Mau dijemur di luar, pakaian bisa kehujanan lagi.
Akhirnya, jemuran dipindahkan ke dalam rumah dengan harapan tetap kering.
Namun, setelah berjam-jam, baju justru mengeluarkan aroma lembap yang kurang sedap.
Situasi seperti ini cukup sering terjadi, terutama ketika sirkulasi udara di dalam rumah tidak terlalu baik.
Pakaian yang membutuhkan waktu lama untuk kering akan terus berada dalam kondisi lembap sehingga aroma apek lebih mudah muncul.
Bukan berarti menjemur pakaian di dalam rumah selalu menyebabkan bau. Cara mencuci, kondisi pakaian saat mulai dijemur, jarak antarjemuran, hingga kelembapan ruangan ikut menentukan hasil akhirnya.
Mengapa Baju Bisa Bau Apek Saat Dijemur di Dalam Rumah?
Bau apek biasanya berkaitan dengan kondisi pakaian yang terlalu lama berada dalam keadaan lembap.
Pakaian yang masih menyimpan banyak air membutuhkan waktu lebih panjang untuk kering.
Jika udara di sekitarnya juga lembap dan tidak banyak bergerak, proses penguapan air dari kain menjadi semakin lambat.
Kondisi tersebut dapat membuat mikroorganisme lebih mudah berkembang dan akhirnya memunculkan aroma tidak sedap.
Mesin cuci yang kurang bersih juga bisa menjadi sumber masalah. Sisa deterjen, kotoran, dan kelembapan yang tertinggal di dalam tabung dapat ikut memengaruhi aroma pakaian setelah dicuci.
Karena itu, mengatasi bau apek tidak cukup hanya dengan menambahkan pewangi.
Proses pengeringan dan kebersihan peralatan mencuci juga perlu diperhatikan.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Noda Make Up pada Baju, Praktis Tanpa Perlu ke Laundry
5 Cara Mencegah Baju Bau Apek Saat Dijemur di Dalam Rumah
1. Kurangi Air pada Pakaian Sebelum Dijemur
Pakaian yang terlalu basah membutuhkan waktu lebih lama untuk kering.
Semakin lama kain berada dalam kondisi lembap, semakin besar pula kemungkinan munculnya aroma apek.
Manfaatkan fitur pengering atau spin pada mesin cuci secara optimal. Jika mencuci secara manual, peras pakaian secukupnya sebelum dipindahkan ke rak jemuran.
Tujuannya bukan membuat pakaian benar-benar kering sebelum dijemur, tetapi mengurangi kandungan air sebanyak mungkin agar proses pengeringan berlangsung lebih cepat.
2. Beri Jarak Antar-Pakaian
Jangan menggantung pakaian terlalu rapat. Kain yang saling menempel membuat udara sulit melewati seluruh bagian pakaian.
Gunakan rak jemur dengan jarak antarbatang yang cukup. Pakaian juga sebaiknya tidak ditumpuk di satu sisi rak.
Jika memungkinkan, letakkan jemuran di dekat jendela atau area yang memiliki aliran udara. Dengan begitu, udara dapat bergerak di antara pakaian dan membantu mempercepat pengeringan.
3. Gunakan Kipas untuk Membantu Sirkulasi Udara
Ketika kondisi luar rumah tidak memungkinkan untuk menjemur, kipas angin bisa menjadi alat bantu sederhana.
Arahkan kipas ke area jemuran sehingga udara terus bergerak di sekitar pakaian. Cara ini membantu mempercepat penguapan air dari serat kain.
Untuk ruangan yang sangat lembap, penggunaan dehumidifier juga dapat menjadi pilihan.
Alat tersebut membantu menurunkan kelembapan udara sehingga pakaian dapat lebih cepat kering.
4. Perhatikan Produk yang Digunakan Saat Mencuci
Bau apek juga bisa muncul sejak proses pencucian. Pemilihan deterjen yang sesuai dapat membantu membersihkan pakaian sekaligus mengurangi sumber aroma tidak sedap.
Deterjen dengan formula antibakteri dapat menjadi salah satu pilihan, terutama untuk pakaian yang sering mengalami masalah bau.
Namun, gunakan sesuai takaran pada kemasan agar tidak meninggalkan residu berlebihan di kain.
Pelembut atau pewangi pakaian juga dapat digunakan pada tahap yang sesuai. Meski demikian, pewangi sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk mengatasi bau apek karena sumber masalahnya tetap perlu ditangani.
5. Pastikan Pakaian Benar-Benar Kering
Ini merupakan tahap yang tidak boleh dilewatkan. Pakaian yang masih sedikit lembap sebaiknya jangan langsung dilipat dan dimasukkan ke dalam lemari.
Periksa bagian pakaian yang biasanya lebih lama kering, seperti bagian kerah, ketiak, saku, lipatan, dan pakaian berbahan tebal.
Jika masih terasa dingin atau lembap ketika disentuh, lanjutkan proses pengeringan. Menyimpan pakaian dalam kondisi belum benar-benar kering dapat membuat aroma apek muncul kembali.
Bagaimana Jika Baju Sudah Terlanjur Bau Apek?
Pakaian yang sudah mengeluarkan aroma tidak sedap sebaiknya tidak langsung ditutupi dengan pewangi.
Jika baunya cukup kuat, pakaian dapat dicuci kembali untuk menghilangkan sumber aroma.
Gunakan deterjen secukupnya dan pastikan proses pembilasan berlangsung dengan baik.
Setelah selesai, peras pakaian hingga kandungan air berkurang, kemudian segera jemur di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
Untuk pakaian tertentu, air hangat dapat digunakan jika label perawatan kain memang mengizinkannya.
Jangan sembarangan menggunakan air panas karena beberapa jenis bahan dapat menyusut atau mengalami perubahan bentuk.
Jangan Biarkan Pakaian Basah Terlalu Lama
Salah satu kebiasaan yang sering tidak disadari adalah membiarkan pakaian basah terlalu lama setelah mesin cuci berhenti.
Pakaian yang dibiarkan menumpuk di dalam tabung atau ember akan tetap berada dalam kondisi lembap.
Begitu proses pencucian selesai, sebaiknya segera pindahkan pakaian ke tempat pengeringan.
Langkah sederhana ini dapat membantu mengurangi waktu pakaian berada dalam kondisi basah.
Selain pakaian, mesin cuci juga perlu dibersihkan secara berkala. Bagian dalam tabung yang kotor dapat meninggalkan aroma kurang sedap pada cucian berikutnya.
Lemari Juga Harus Dijaga Tetap Kering
Masalah tidak selalu berhenti setelah pakaian kering. Lemari yang lembap juga dapat membuat pakaian kembali berbau setelah beberapa hari disimpan.
Berikan ruang yang cukup di antara tumpukan pakaian agar udara dapat bersirkulasi. Lemari juga bisa dibuka secara berkala untuk membantu mengurangi kelembapan.
Penyerap lembap dapat digunakan sebagai tambahan, terutama pada ruang penyimpanan yang cenderung pengap.
Menjemur di Dalam Rumah Tetap Bisa Dilakukan
Menjemur pakaian di dalam rumah bukan berarti harus berakhir dengan baju bau apek.
Kuncinya adalah mengurangi kadar air pada pakaian, mempercepat pengeringan, dan memastikan udara terus bergerak.
Gunakan rak jemur yang tidak terlalu padat, manfaatkan kipas ketika diperlukan, dan pilih lokasi dengan sirkulasi udara yang baik.
Setelah pakaian benar-benar kering, barulah lipat dan simpan di dalam lemari.
(Iis Choirrunisa, Magang Politeknik Negeri Madiun)
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : Tukang Bersih, IDN Times