The North Face, Dari Perlengkapan Pendaki hingga Menjadi Ikon Streetwear Dunia

Tim Content Writer Radar Lawu • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 11:00 WIB
Logo THE NORTH FACE
Logo THE NORTH FACE

 

Jawa Pos Radar Lawu - Selama puluhan tahun, The North Face dikenal sebagai salah satu merek perlengkapan outdoor paling terpercaya di dunia. Jaket, tas, hingga perlengkapan pendakiannya telah menemani para petualang menjelajahi gunung, hutan, dan berbagai medan ekstrem.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, The North Face berhasil melampaui identitasnya sebagai brand outdoor. Produk-produknya kini juga menjadi bagian dari dunia streetwear dan fashion, dipakai oleh musisi, atlet, hingga penggemar gaya kasual di berbagai negara.

Berawal dari Sebuah Toko Kecil

The North Face didirikan pada 1966 di San Francisco, California, Amerika Serikat.

Awalnya, perusahaan ini hanyalah sebuah toko kecil yang menjual perlengkapan mendaki dan berkemah bagi para pecinta alam. Nama "The North Face" diambil dari sisi utara gunung yang umumnya menjadi jalur pendakian paling dingin dan paling menantang, mencerminkan semangat eksplorasi yang ingin diusung perusahaan. (Sumber: The North Face)

Baca Juga: Profil Reality Club, Band Indie Indonesia yang Sukses Menembus Kancah Internasional

Fokus pada Perlengkapan Outdoor Berkualitas

Sejak awal, The North Face berkomitmen menghadirkan perlengkapan yang mampu menghadapi cuaca ekstrem.

Produk-produknya dirancang untuk memberikan perlindungan, kenyamanan, dan daya tahan tinggi, sehingga banyak digunakan oleh pendaki gunung, atlet outdoor, hingga ekspedisi di berbagai belahan dunia.

Selain jaket, perusahaan juga memproduksi tenda, sleeping bag, tas carrier, sepatu hiking, hingga pakaian teknis untuk berbagai aktivitas luar ruangan. (Sumber: The North Face)

Nuptse, Jaket yang Menjadi Ikon

Di antara berbagai produknya, Nuptse Jacket menjadi salah satu yang paling ikonik.

Awalnya dirancang sebagai jaket untuk aktivitas pendakian pada awal 1990-an, Nuptse kemudian berkembang menjadi salah satu item fashion yang paling dikenal dari The North Face.

Desainnya yang tebal, ringan, dan hangat membuat jaket ini tetap populer hingga sekarang, baik untuk aktivitas outdoor maupun penggunaan sehari-hari.

Dari Gunung ke Jalanan Kota

Supreme x The North Face
Supreme x The North Face

 

Popularitas The North Face mulai meluas ketika produk-produknya diadopsi oleh komunitas streetwear.

Jaket, fleece, dan tas dari brand ini mulai sering terlihat di kota-kota besar, dipadukan dengan gaya kasual maupun fashion modern.

Transformasi tersebut membuat The North Face berhasil menjangkau pasar yang jauh lebih luas tanpa meninggalkan identitasnya sebagai brand outdoor.

Kolaborasi dengan Brand Ternama

Kesuksesan The North Face di dunia fashion juga didorong oleh berbagai kolaborasi.

Perusahaan pernah bekerja sama dengan sejumlah nama besar seperti:

Kolaborasi tersebut menghadirkan desain eksklusif yang sering kali langsung habis terjual dan menjadi incaran kolektor maupun penggemar streetwear. (Sumber: The North Face)

Baca Juga: The Legend of Zelda Akhirnya Punya Action Figure Resmi dari Hasbro

Tetap Mengutamakan Keberlanjutan

Selain mengembangkan produk, The North Face juga menjalankan berbagai inisiatif keberlanjutan.

Perusahaan meningkatkan penggunaan material daur ulang pada sejumlah produknya serta mendorong program perbaikan dan penggunaan kembali perlengkapan agar umur pakainya lebih panjang. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen mereka dalam mengurangi dampak terhadap lingkungan. (Sumber: The North Face)

Tetap Relevan Setelah Hampir Enam Dekade

Hingga kini, The North Face berhasil mempertahankan reputasinya sebagai salah satu brand outdoor paling berpengaruh di dunia.

Di sisi lain, kemampuannya beradaptasi dengan tren fashion membuat merek ini tetap diminati oleh generasi baru yang mencari perpaduan antara fungsi, kenyamanan, dan gaya.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa sebuah brand tidak harus meninggalkan akar sejarahnya untuk terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Roofy Chesta Adabi - Universitas Negeri Surabaya

Editor : Tim Content Writer Radar Lawu
Sumber : The North Face
Streetwear The North Face outdoor lifestyle fashion