Jawa Pos Radar Lawu - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya mengubah cara untuk perusahaan memanfaatkan teknologi, tetapi juga memengaruhi kebutuhan ketrampilan tenaga kerja.
Seiring transformasi gitial yang terus berlangsung, organisasi mulai menyiapkan strategi agar karyawan mampu mengikuti perubahan tersebut.
Laporan dari World Economic Forum (WEF) memperkirakan sekitar 40 persen keterampilan kerja yang digunakan saat ini akan mengalami perubahan pada 2030.
Kondisi ini mendorong perusahaan untuk tidak hanya mengadopsi AI, tetapi juga berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia (SDM).
WEF: Perusahaan Perlu Beradaptasi dengan Perubahan Keterampilan
Prediksi WEF menunjukkan bahwa perkembangan AI akan mengubah kebutuhan kompetensi di berbagai sektor industri.
Karena itu, perusahaan perlu mempercepat upaya peningkatan kemampuan karyawan agar tetap mampu menghadapi tuntutan bisnis yang semakin dinamis.
Salah satu langkah yang mulai banyak diterapkan adalah menghadirkan program pembelajaran berkelanjutan, pengembangan kompetensi, serta pelatihan yang mendukung adaptasi terhadap teknologi baru.
Baca Juga: Agentic AI Jadi Tren Baru, Teknologi AI Kini Mampu Ambil Keputusan dan Jalankan Proses Bisnis
Amartha Financial Perkuat Pengembangan Talenta
Sebagai bagian dari transformasi bisnisnya, Amartha Financial turut memperkuat strategi pengembangan talenta internal.
Perusahaan yang berkembang ini sebagai penyedia layanan pembiayaan mikro menjadi perusahaan fintech dengan berbagai layanan digital bagi UMKM perempuan di pedesaaan ini menerapkan pendekatan Engineering Human Performance.
Dengan adanya program ini dirancang untuk membantu karyawan meningkatkan kemampuan dan juga termasuk dalam memahami perkembangan AI dan kebutuhan bisnis yang terus berubah.
Strategi ini mencakup berbagai inisiatif, seperti:
- Pengembangan talenta.
- Pembelajaran berkelanjutan.
- Program mentoring.
- Penguatan kemampuan kepemimpinan sesuai kebutuhan organisasi.
Fokus pada Pengembangan Karier dari Internal
Implementasi strategi tersebut juga terlihat dari pengembangan karier di lingkungan perusahaan.
Saat ini, delapan dari sepuluh posisi kepemimpinan diisi oleh karyawan yang memperoleh promosi dari dalam organisasi.
Dan juga Pendekatan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengandalkan perekrutan talenta baru, tetapi juga berupaya mengembangkan potensi karyawan yang telah bergabung agar mampu mengemban tanggung jawab yang lebih besar.
Baca Juga: Empat Raksasa, Empat Bintang Besar! Semifinal Piala Dunia 2026 Siap Sajikan Adu Tajam Para Penyerang
Pengembangan SDM Dukung Layanan bagi UMKM
Selain meningkatkan kompetensi internal, pengembangan SDM juga menjadi bagian dari upaya Amartha Financial dalam memperkuat layanan kepada jutaan pelaku UMKM perempuan ultra mikro yang tersebar di lebih dari 50.000 desa di Indonesia.
Perusahaan menilai lingkungan kerja yang mendukung pembelajaran akan membantu karyawan berkembang sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis di masa depan.
Dengan semakin pesatnya perkembangan AI, investasi pada pengembangan keterampilan manusia diperkirakan akan menjadi faktor penting bagi perusahaan untuk menjaga daya saing sekaligus menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja pada masa mendatang.
Iis Choirrunisa, Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar LawuSumber : https://www.jawapos.com/teknologi/2607130346/ai-diprediksi-ubah-40-persen-keterampilan-kerja-pada-2030-perusahaan-mulai-berbenah