Jawa Pos Radar Lawu - Selama beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan identik dengan chatbot atau alat pembuat konten.
Kini, arah perkembangan AI mulai berubah.
Perusahaan di berbagai sektor mulai beralih ke Agentic AI, teknologi yang tidak hanya mampu menghasilkan jawaban, tetapi juga mengambil keputusan, menjalankan tugas, dan mengelola alur kerja secara lebih mandiri.
Baca Juga: Honda BeAT, Vario 160, atau Yamaha NMAX? Ini Motor Matic yang Paling Worth It Dibeli Tahun 2026
Perubahan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan dunia usaha terhadap sistem otomatisasi yang mampu memahami konteks, menghubungkan berbagai sumber data, serta menyelesaikan proses bisnis yang kompleks dari awal hingga akhir.
Agentic AI Bantu Otomatisasi Proses Bisnis yang Lebih Kompleks
Berbeda dengan AI generatif yang berfokus pada pembuatan teks, gambar, atau jawaban atas pertanyaan, Agentic AI dirancang untuk membantu organisasi menjalankan berbagai aktivitas operasional secara lebih cerdas.
Teknologi ini menggabungkan kecerdasan buatan, otomatisasi, dan orkestrasi proses bisnis sehingga mampu menghubungkan berbagai aplikasi, data, serta sistem dalam satu alur kerja yang terintegrasi.
Meski dapat bekerja lebih mandiri, pengawasan manusia tetap diperlukan agar setiap keputusan yang diambil AI tetap sesuai dengan kebijakan dan tujuan organisasi.
Survei Tunjukkan Minat Perusahaan Terus Meningkat
Laporan Agentic AI 2025 menunjukkan adopsi teknologi ini semakin mendapat perhatian di kalangan pelaku industri.
Hasil survei mengungkapkan bahwa:
- 90 persen eksekutif teknologi informasi (IT) menilai proses bisnis di organisasinya dapat ditingkatkan dengan Agentic AI.
- 77 persen responden menyatakan siap berinvestasi pada teknologi tersebut sepanjang tahun ini.
Temuan tersebut menunjukkan semakin besarnya keyakinan perusahaan bahwa AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga dapat mendukung pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Baca Juga: Community Notes Makin Canggih, X Segera Beri Peringatan Langsung Lewat DM kepada Pengguna
AI Agents Bekerja Bersama Manusia dan Sistem Bisnis
Kolaborasi Jadi Kunci
Dalam implementasinya, Agentic AI memungkinkan AI Agents bekerja bersama manusia, robot perangkat lunak, serta berbagai aplikasi bisnis dalam satu ekosistem kerja.
Pendekatan ini memungkinkan proses yang sebelumnya dilakukan secara terpisah dapat dijalankan secara otomatis dan saling terhubung, sehingga waktu penyelesaian pekerjaan menjadi lebih singkat dan efisien.
Perusahaan Teknologi Perkuat Solusi Agentic Automation
Meningkatnya kebutuhan terhadap otomatisasi cerdas juga mendorong perusahaan penyedia teknologi memperkuat layanannya.
Salah satunya dilakukan Drife, anak perusahaan IDstar Group, yang memperoleh pengakuan sebagai UiPath Platinum Partner sekaligus UiPath Agentic Automation Fast Track Partner.
Status tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menyediakan solusi otomatisasi berbasis AI serta orkestrasi proses bisnis untuk perusahaan berskala besar.
Mitra yang memperoleh status Fast Track juga mendapatkan akses lebih awal terhadap teknologi agentic automation, pelatihan, hingga pengembangan berbagai skenario implementasi.
Diproyeksikan Jadi Masa Depan Otomatisasi Perusahaan
Agentic automation dinilai sebagai tahap berikutnya dalam perkembangan teknologi otomatisasi.
Fokusnya bukan lagi sekadar menyelesaikan satu tugas tertentu, melainkan mengelola proses bisnis secara end-to-end yang melibatkan banyak sistem, data, dan pengambilan keputusan.
Regional Vice President and Managing Director Southeast Asia UiPath, Amit Khandelwal, menilai integrasi AI agents, robot, dan manusia dalam satu ekosistem kerja akan membuka peluang efisiensi yang lebih besar sekaligus mempercepat transformasi digital di berbagai sektor industri.
Iis Choirrunisa, Politeknik Negeri Madiun
Editor : Tim Content Writer Radar Lawu