Jawa Pos Radar Lawu - Ratusan pelajar dari SMA, SMK, dan MA se-Jawa Timur mengikuti ajang East Java Student Leader Summit 2026 (EJSLS 2026) yang digelar di Telkom University Surabaya, Sabtu (23/5/2026).
Salah satu sesi yang paling menyita perhatian adalah talkshow inspiratif bersama Arumi Bachsin dengan tema “Ready for What’s Next: From Youth to Future Leader”.
Dalam sesi tersebut, Arumi mengajak para pelajar untuk tidak terlalu cemas terhadap masa depan, melainkan fokus melakukan yang terbaik di setiap fase kehidupan.
Menurutnya, proses bertumbuh jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir.
“Jangan takut gagal, karena kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.
Dari kegagalan, keberanian kita justru akan semakin besar,” ujarnya di hadapan peserta.
Baca Juga: Pelantikan IKA FKH UNAIR 2025–2030: Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Kesehatan Global One Health
Tekankan Adaptasi dan Karakter Pemimpin Muda
Arumi menegaskan bahwa untuk menjadi pemimpin masa depan, generasi muda harus memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi.
Kemampuan ini tidak hanya penting bagi anak muda, tetapi juga bagi semua kalangan dalam menghadapi perubahan zaman yang cepat.
Ia juga menyoroti pentingnya integritas, empati sosial, serta kemampuan berkolaborasi sebagai fondasi utama kepemimpinan.
Menurutnya, jiwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan dibangun dari kebiasaan kecil sehari-hari seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan menghargai orang lain.
EJSLS 2026 Jadi Ruang Pengembangan Pelajar
Mengusung tema “Ready for What’s Next”, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi pelajar untuk:
- Membangun karakter
- Meningkatkan kepercayaan diri
- Memperluas jejaring
- Menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini
Direktur Telkom University Surabaya, Mohammad Yanuar Hariyawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pengembangan generasi muda.
“Lima hal penting yang harus dimiliki generasi muda adalah karakter, percaya diri, berpikir kritis, inovasi, dan kolaborasi.
Ini adalah bekal utama di era yang terus berubah,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan Kiswanto yang menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan generasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Meriah dengan Hiburan dan Market Day
Tidak hanya berisi sesi edukatif, EJSLS 2026 juga dimeriahkan oleh penampilan Coldiac sebagai bintang tamu utama yang sukses membangkitkan antusiasme peserta.
Menariknya, kegiatan ini juga bertepatan dengan agenda Market Day kampus. Sebanyak:
- 11 booth program studi
- 3 booth Center of Excellence
- 65 booth usaha mahasiswa
turut meramaikan acara, mulai dari produk kreatif non-kuliner hingga aneka makanan dan minuman.
Melalui kegiatan ini, para pelajar tidak hanya mendapatkan wawasan kepemimpinan, tetapi juga pengalaman langsung melihat bagaimana mahasiswa mengembangkan ide bisnis, berinovasi, dan berinteraksi dengan pasar.
Baca Juga: TikTok Rayakan Hari Museum 2026, Ajak Generasi Muda Jelajahi Sejarah Lewat Tur Virtual
Momentum Siapkan Pemimpin Masa Depan
EJSLS 2026 menjadi momentum penting bagi pelajar Jawa Timur untuk mulai mempersiapkan masa depan sejak dini.
Dengan semangat “Ready for What’s Next”, generasi muda diajak untuk berani melangkah, percaya diri, dan siap menjadi agen perubahan.
Baca Juga: Generasi Muda Bangkit! Kisah UMKM Lokal di Shopee Raup Sukses sebelum Usia 30 Tahun!
Arumi pun menegaskan bahwa anak muda saat ini bukan hanya penerus, tetapi juga penggerak utama perubahan bangsa.
“Anak muda adalah aset terbesar bangsa. Mereka adalah pemimpin masa depan yang akan menentukan arah Indonesia,” pungkasnya.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani