Jawa Pos Radar Lawu - Kebiasaan minum kopi ternyata tidak hanya membantu meningkatkan energi, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan mental, termasuk mengurangi stres dan risiko gangguan suasana hati.
Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat berkaitan dengan kondisi mental yang lebih baik.
Hal ini diungkap dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Journal of Affective Disorders dan melibatkan lebih dari 460.000 partisipan selama sekitar 13 tahun.
Konsumsi Kopi 2–3 Cangkir Jadi Titik Optimal
Dokter Kyra Bobinet menjelaskan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang, yakni sekitar dua hingga tiga cangkir per hari, dinilai aman bagi sebagian besar orang dewasa.
Menurutnya, pola konsumsi tersebut bahkan dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap gangguan suasana hati seperti depresi, bipolar, hingga kecemasan.
“Untuk sebagian besar orang dewasa, konsumsi kopi dalam jumlah sedang kemungkinan tidak berbahaya dan bahkan dapat dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap stres dalam jangka panjang,” ujarnya.
Para peneliti juga menemukan bahwa hubungan antara kopi dan kesehatan mental membentuk pola kurva “J”.
Artinya, manfaat mulai muncul saat seseorang mengonsumsi kopi dalam jumlah tertentu dan mencapai titik optimal di kisaran dua hingga tiga cangkir per hari.
Namun, konsumsi berlebihan justru dapat mengurangi manfaat tersebut, bahkan berpotensi meningkatkan risiko gangguan suasana hati.
Kandungan Kopi Bantu Kesehatan Otak
Manfaat kopi tidak hanya berasal dari kafein. Menurut Bobinet, kopi mengandung ratusan senyawa bioaktif, seperti antioksidan dan polifenol, yang memiliki efek antiinflamasi dan mendukung kesehatan otak.
Selain itu, kafein dalam kopi juga berperan dalam meningkatkan aktivitas dopamin, hormon yang berfungsi mengatur suasana hati dan motivasi.
Kondisi ini membuat seseorang merasa lebih fokus, berenergi, dan lebih mampu menghadapi tekanan atau stres sehari-hari.
Tidak Berlaku untuk Semua Jenis Kopi
Menariknya, efek positif ini tidak ditemukan pada kopi tanpa kafein atau decaf.
Penelitian menunjukkan bahwa manfaat terhadap kesehatan mental lebih berkaitan dengan kandungan kafein dalam kopi.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa hasil penelitian ini masih bersifat asosiasi dan belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung.
Baca Juga: 12 Minuman Pengusir Kantuk Selain Kopi, Dijamin Mata Tetap Melek Tanpa Jantung Berdebar
Tetap Perhatikan Batas Konsumsi
Ahli gizi Alexander Leritz mengingatkan bahwa konsumsi kopi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap kafein.
Ia menyarankan agar konsumsi kopi tidak berlebihan karena dapat mengganggu tidur atau memperburuk kecemasan.
Selain itu, kopi juga tidak bisa dijadikan sebagai solusi utama untuk mengatasi stres atau gangguan mental.
Pentingnya Pola Hidup Seimbang
Para ahli sepakat bahwa manfaat kopi hanyalah bagian kecil dari gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Menjaga pola makan seimbang, tidur cukup, dan mengelola stres tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan mental.
Dengan konsumsi yang tepat, kopi dapat menjadi pelengkap gaya hidup sehat yang mendukung kesejahteraan, bukan sebagai pengganti perawatan medis.
Artikel ini menegaskan bahwa minum kopi secara bijak dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan mental, selama tetap diimbangi dengan pola hidup sehat dan seimbang.(*)
*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani