Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Review Film Danur The Last Chapter: Horor, Nostalgia, dan Air Mata Jadi Satu

Elin Restiyani • Minggu, 5 April 2026 | 17:48 WIB
Ilustrasi review film Danur The Last Chapter.
Ilustrasi review film Danur The Last Chapter.

Jawa Pos Radar Lawu – Film Danur The Last Chapter menjadi penutup perjalanan panjang karakter Risa Saraswati yang telah berjalan hampir satu dekade. 

Tidak sekadar menghadirkan teror, film ini juga mencoba memberi ruang refleksi emosional bagi penonton setia semesta Danur.

Nuansa yang dihadirkan terasa lebih personal, tidak hanya mengandalkan kejutan, tetapi juga kedekatan emosional dengan karakter yang sudah lama dikenal.

Baca Juga: Mengapa Sebagian Orang Tidak Suka Menonton Film dengan Subtitle? Simak 8 Cara Otak Memproses Informasi!

Atmosfer horor terasa kuat

Film ini berhasil membangun suasana mencekam melalui pemilihan lokasi, tata cahaya, dan detail visual yang mendukung.

Kesan horor tidak hanya hadir dari kemunculan sosok menyeramkan, tetapi juga dari atmosfer yang perlahan menekan psikologis penonton.

Akting Prilly Latuconsina semakin matang

Performa Prilly sebagai Risa menjadi salah satu kekuatan utama. Ekspresi dan pendalaman karakter terasa lebih dewasa, sehingga emosi yang ditampilkan lebih terasa nyata.

Perubahan karakter Risa juga terlihat jelas dibanding film-film sebelumnya.

Nostalgia lewat Peter dan kawan-kawan 

Kehadiran kembali Peter dan kawan-kawan menjadi elemen yang paling dinanti.

Momen ini memberikan rasa nostalgia bagi penonton yang mengikuti perjalanan Danur sejak awal.

Interaksi mereka tetap menjadi ciri khas yang membuat film ini berbeda dari horor lain.

Baca Juga: 5 Weton yang Diprediksi Kebanjiran Rezeki di Awal April 2026: Apakah Weton Anda Salah Satunya?

Plot terasa panjang dan melelahkan 

Di sisi lain, alur cerita terasa cukup panjang dan cenderung melelahkan. Pengembangan konflik tidak selalu terasa signifikan sehingga beberapa bagian terlihat berulang.

Horor tidak selalu mengejutkan

Beberapa adegan horor terasa kurang memberikan kejutan baru. Intensitas ketegangan tidak selalu konsisten di sepanjang film.

Motivasi karakter kurang kuat

Motivasi Risa dalam menghadapi konflik utama tidak sepenuhnya tergambar jelas. Hal ini membuat beberapa keputusan karakter terasa kurang kuat secara naratif.

Akan tetapi, film ini tetap menjadi penutup yang layak untuk perjalanan panjang semesta Danur.

Meski tidak sempurna, perpaduan horor, emosi, dan nostalgia menjadikannya pengalaman yang tetap berkesan bagi penonton.

Editor : Andi Chorniawan
#danur the last chapter #film #horor