Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Fenomena Job Hugging di Kalangan Gen Z: Bertahan di Pekerjaan Meski Tak Bahagia, Ini Penyebab dan Ciri-cirinya

Mizan Ahsani • Kamis, 26 Maret 2026 | 12:00 WIB
Fenomena Job Hugging Generasi Milenial dan generasi Z
Fenomena Job Hugging Generasi Z

Jawa Pos Radar Lawu - Fenomena baru di dunia kerja mulai ramai diperbincangkan, khususnya di kalangan pekerja muda seperti Gen Z dan milenial.

Tren tersebut dikenal dengan istilah job hugging, yaitu kondisi ketika seseorang tetap bertahan di pekerjaannya meskipun tidak merasa bahagia atau puas dengan pekerjaannya.

Istilah ini muncul seiring perubahan kondisi pasar kerja yang semakin tidak pasti.

Banyak pekerja memilih bertahan di tempat kerja saat ini karena khawatir sulit mendapatkan pekerjaan baru di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu.

Para ahli menilai fenomena ini berbeda dengan tren beberapa tahun sebelumnya yang dikenal sebagai job hopping, yaitu kebiasaan berpindah-pindah pekerjaan dalam waktu singkat untuk mendapatkan pengalaman baru atau kenaikan gaji.

Baca Juga: Tradisi Berbagi Takjil di Majenang Ramadhan Satukan Komunitas, Gen Z hingga Milenial Turut Meramaikan

Apa Itu Job Hugging?

Secara sederhana, job hugging adalah sikap pekerja yang memilih “memeluk” atau mempertahankan pekerjaannya saat ini, meskipun sebenarnya mereka tidak merasa berkembang atau bahagia.

Bryan E. Robinson, Ph.D., psikoterapis sekaligus profesor emeritus di University of North Carolina, menjelaskan bahwa tren ini muncul karena pekerja merasa bertahan di pekerjaan yang ada lebih aman dibandingkan mengambil risiko pindah kerja.

“Para pekerja, terutama Gen Z, mempertahankan pekerjaan mereka demi keselamatan, bukan karena mereka berkembang pesat, tetapi karena mereka tidak yakin akan masa depan,” tulis Robinson dalam Forbes.

Fenomena ini juga dipicu oleh perlambatan pasar kerja. Pertumbuhan lapangan kerja cenderung melemah dan perekrutan karyawan baru mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Nicole Bachaud, ekonom tenaga kerja di ZipRecruiter, menyebut banyak pekerja mulai menyadari ketidakpastian pasar kerja saat ini, sehingga mereka lebih memilih bertahan dalam posisi yang sudah mereka kenal.

Penyebab Munculnya Tren Job Hugging

Ada beberapa faktor yang mendorong munculnya fenomena job hugging di kalangan pekerja muda, antara lain:

1. Ketidakpastian Ekonomi Global

Situasi ekonomi global yang tidak stabil membuat banyak perusahaan lebih berhati-hati dalam merekrut karyawan baru.

Hal ini menyebabkan peluang kerja menjadi lebih terbatas.

2. Gelombang PHK

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai strategi efisiensi.

Kondisi ini membuat pekerja merasa lebih aman jika tetap bertahan di pekerjaan mereka saat ini.

3. Pertumbuhan Lapangan Kerja Melambat

Pertumbuhan lapangan kerja yang tidak secepat sebelumnya membuat pekerja kesulitan menemukan peluang karier baru.

4. Rasa Aman di Lingkungan Kerja Saat Ini

Banyak pekerja merasa lebih nyaman dengan lingkungan kerja yang sudah dikenal dibandingkan memulai dari awal di perusahaan baru.

Baca Juga: Fakta Baru Pekerjaan Sheila Arika, Gadis Pacitan yang Dinikahi Mbah Tarman, Iming-iming Mahar Rp 3 Miliar Viral

Ciri-ciri Seseorang Mengalami Job Hugging

Fenomena job hugging sering kali tidak disadari oleh pekerja itu sendiri.

Berikut beberapa tanda yang bisa menunjukkan seseorang mengalami kondisi ini:

Kondisi ini biasanya dipicu oleh rasa takut menghadapi ketidakpastian di luar pekerjaan yang saat ini dimiliki.

Dampak Job Hugging bagi Karier

Meskipun mempertahankan pekerjaan bukanlah hal yang salah, job hugging juga memiliki beberapa dampak negatif, terutama bagi perkembangan karier.

Salah satu risikonya adalah terhambatnya perkembangan keterampilan dan peluang karier.

Jika seseorang terlalu lama berada di zona nyaman tanpa mencoba tantangan baru, perkembangan profesionalnya bisa stagnan.

Selain itu, fenomena ini juga dapat berdampak pada pasar kerja secara keseluruhan.

Jika banyak pekerja memilih bertahan di posisi yang sama dalam waktu lama, peluang bagi lulusan baru untuk masuk ke dunia kerja menjadi semakin terbatas.

Baca Juga: Cara Bikin Konten Viral Tanpa Modal Lewat HP: Dijamin FYP, Trending, dan Auto Cuan!

Cara Tetap Berkembang Meski Bertahan di Pekerjaan

Meski demikian, bertahan di pekerjaan saat ini tidak selalu berarti buruk. Para ahli menyarankan beberapa langkah agar pekerja tetap dapat berkembang, di antaranya:

Dengan strategi tersebut, pekerja tetap bisa meningkatkan kemampuan dan memperluas peluang karier, meskipun memilih untuk bertahan di tempat kerja yang sama.

Fenomena job hugging kemungkinan akan terus menjadi tren di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Bagi banyak pekerja muda, keputusan bertahan di pekerjaan saat ini dianggap sebagai langkah rasional untuk menjaga stabilitas karier dan keuangan.(*)

*Nizaria Kusumastuti, Universitas Negeri Surabaya

Editor : Mizan Ahsani
#job hugging #tak bahagia #pekerjaan #fenomena #penyebabnya #generasi z