Jawa Pos Radar Lawu - Anak tantrum di mobil sering menjadi tantangan bagi orangtua, terutama saat perjalanan jauh atau ketika kendaraan terjebak macet.
Kondisi ruang gerak yang terbatas membuat anak mudah merasa bosan, lelah, bahkan frustrasi sehingga memicu ledakan emosi.
Menurut psikolog anak Fabiola Priscilla, M.Psi, tantrum pada anak merupakan hal yang cukup umum terjadi, khususnya pada usia dua hingga tiga tahun.
Pada usia tersebut, anak masih belajar mengelola emosi dan mengekspresikan keinginannya.
“Sekitar empat tahun ke atas, tantrum biasanya mulai menurun. Namun jika anak di atas usia itu masih sering tantrum, mungkin perlu penanganan tambahan,” ujar Fabiola.
Lalu, apa sebenarnya penyebab anak tantrum di mobil dan bagaimana cara orangtua mengatasinya?
Penyebab Anak Tantrum di Mobil
Ada beberapa faktor yang dapat memicu anak tantrum selama perjalanan. Salah satu penyebab utamanya adalah rasa bosan karena aktivitas yang terbatas.
Ketika berada di dalam mobil, anak biasanya hanya duduk dalam waktu cukup lama. Mereka tidak bisa berlari atau bergerak bebas karena alasan keselamatan. Hal inilah yang membuat anak cepat merasa jenuh.
Selain itu, beberapa faktor lain yang dapat memicu tantrum pada anak di dalam mobil antara lain:
-
Lelah setelah aktivitas sebelumnya
-
Lapar atau haus selama perjalanan
-
Bosanan karena tidak ada aktivitas menarik
-
Perjalanan terlalu lama tanpa jeda istirahat
Kondisi tersebut dapat membuat anak merasa tidak nyaman hingga akhirnya meluapkan emosi dengan menangis atau berteriak.
Cara Mencegah Anak Tantrum Saat di Mobil
Agar perjalanan tetap nyaman, orangtua sebaiknya menyiapkan beberapa aktivitas untuk mengalihkan perhatian anak.
Salah satunya dengan membawa mainan sederhana seperti puzzle kecil, buku cerita, atau permainan ringan yang bisa dilakukan di dalam mobil.
Selain itu, orangtua juga dapat mengajak anak mengobrol tentang pemandangan di sepanjang jalan atau bermain tebak-tebakan sederhana agar anak tetap terlibat dalam aktivitas yang menyenangkan.
Menyiapkan camilan favorit anak juga bisa menjadi solusi untuk mencegah rasa lapar yang sering memicu rewel selama perjalanan.
Cara Mengatasi Anak yang Terlanjur Tantrum di Mobil
Jika anak sudah terlanjur tantrum, orangtua perlu tetap tenang dan tidak panik. Reaksi orangtua sangat memengaruhi bagaimana anak merespons situasi tersebut.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.
1. Bicara dengan Nada Tenang
Saat anak mulai menangis atau berteriak, orangtua sebaiknya berbicara dengan suara yang lembut dan menenangkan.
Memarahi atau membentak anak justru dapat memperburuk situasi karena membuat anak semakin cemas.
Sentuhan hangat seperti mengelus bahu atau menggenggam tangan anak juga dapat membantu mereka merasa lebih aman.
2. Berhenti Sejenak di Tempat Aman
Jika tantrum cukup mengganggu konsentrasi pengemudi, sebaiknya kendaraan menepi di tempat yang aman, seperti area istirahat atau rest area.
Langkah ini penting untuk menjaga keselamatan seluruh penumpang sekaligus memberi waktu bagi anak untuk menenangkan diri.
Setelah anak kembali tenang, perjalanan dapat dilanjutkan kembali.
3. Putar Musik yang Menenangkan
Cara lain yang bisa dicoba adalah memutar musik atau instrumen dengan nada lembut.
Musik yang menenangkan dapat membantu menciptakan suasana lebih santai di dalam mobil sehingga anak perlahan merasa rileks.
Hindari lagu dengan tempo terlalu cepat atau suara yang terlalu keras karena justru dapat membuat anak semakin gelisah.
Baca Juga: Doa Safar untuk Mudik Lebaran: Bacaan, Arti, dan Keutamaannya dalam Islam
Orangtua Perlu Tetap Sabar
Menghadapi anak tantrum saat perjalanan memang tidak mudah. Namun dengan persiapan yang baik dan sikap yang tenang, orangtua dapat membantu anak mengelola emosinya dengan lebih baik.
Menyiapkan aktivitas sederhana, camilan, hingga menciptakan suasana perjalanan yang menyenangkan dapat menjadi kunci agar perjalanan keluarga tetap nyaman dan minim drama.(*)
*Nizaria, Universitas Negeri Surabaya
Editor : Mizan Ahsani