Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Ternyata Ini Asal-Usul Tradisi Angpau yang Selalu Ditunggu Anak-Anak setiap Idul Fitri

Dwita Ikhtiananda • Minggu, 8 Maret 2026 | 18:35 WIB

Amplop lebaran
Amplop lebaran

Jawa Pos Radar Lawu - Setiap Idul Fitri tiba, ada satu momen yang hampir selalu membuat anak-anak paling antusias: menerima angpau atau uang Lebaran dari orang tua, paman, bibi, hingga kerabat yang lebih tua.

Biasanya uang tersebut diberikan dalam amplop kecil dengan desain khas Lebaran.

Setelah bersalaman dan mengucapkan permohonan maaf, anak-anak akan menerima amplop berisi uang sebagai bentuk hadiah hari raya.

Tradisi ini begitu melekat dalam budaya masyarakat Indonesia hingga sering dianggap sebagai bagian alami dari perayaan Lebaran.

Namun ternyata, kebiasaan memberi angpau memiliki sejarah budaya yang cukup panjang.

Berasal dari Tradisi Budaya Tiongkok

Istilah angpau berasal dari bahasa Hokkien yang berarti amplop merah berisi uang. Dalam budaya masyarakat Tiongkok, angpau diberikan saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Amplop merah tersebut memiliki makna simbolis, yaitu doa untuk keberuntungan, kebahagiaan, serta harapan rezeki yang baik di tahun yang baru. Warna merah sendiri dipercaya melambangkan keberuntungan dan kegembiraan.

Seiring berjalannya waktu, istilah angpau menjadi populer di Indonesia dan digunakan secara luas untuk menyebut pemberian uang dalam amplop pada berbagai perayaan, termasuk saat Lebaran.

Beradaptasi dengan Tradisi Lebaran di Indonesia

Dalam konteks Lebaran, sebenarnya istilah yang lebih umum digunakan adalah “uang Lebaran”. Tradisi ini berkembang sebagai bentuk berbagi kebahagiaan setelah umat Muslim menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.

Biasanya anggota keluarga yang lebih tua akan memberikan uang kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda.

Amplop yang digunakan pun tidak lagi berwarna merah, melainkan dihiasi dengan motif khas Idul Fitri seperti gambar masjid, ketupat, atau ucapan selamat hari raya.

Dengan cara ini, tradisi berbagi rezeki tetap terasa selaras dengan suasana Lebaran.

Simbol Berbagi Rezeki dan Rasa Syukur

Memberikan angpau atau uang Lebaran tidak hanya sekadar memberikan uang kepada anak-anak. Tradisi ini juga mengandung makna berbagi rezeki kepada keluarga dan kerabat.

Bagi orang yang memberi, angpau menjadi bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diterima. Sementara bagi penerimanya, terutama anak-anak, uang Lebaran menjadi kenangan yang menyenangkan setiap kali hari raya tiba.

Menambah Kemeriahan Suasana Lebaran

Saat Lebaran, anak-anak biasanya ikut mengunjungi rumah saudara, tetangga, atau kerabat bersama keluarga untuk bersilaturahmi. Dalam momen inilah mereka sering menerima uang Lebaran dari orang-orang yang lebih tua.

Tradisi tersebut membuat suasana hari raya terasa lebih meriah dan penuh kegembiraan. Anak-anak merasa senang, sementara orang dewasa dapat berbagi kebahagiaan dengan keluarga.

Tradisi yang Terus Bertahan hingga Sekarang

Hingga kini, tradisi memberi angpau atau uang Lebaran masih terus dijaga di berbagai daerah di Indonesia. Meski nominalnya tidak selalu besar, nilai kebersamaan dan semangat berbagi tetap menjadi makna utama di balik kebiasaan ini.

Lebih dari sekadar amplop berisi uang, tradisi ini juga mengajarkan nilai kepedulian, berbagi rezeki, serta mempererat hubungan keluarga saat merayakan Idul Fitri. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#uang lebaran #Amplop Lebaran #angpau Lebaran