Jawa Pos Radar Lawu - Ketombe tidak selalu muncul karena jarang keramas.
Pada banyak kasus, masalah ini dipicu oleh iritasi kulit kepala akibat kandungan pembersih yang terlalu keras dalam shampoo.
Salah satu bahan yang sering disorot adalah SLS.
Kini, semakin banyak orang beralih ke shampoo non-SLS karena dianggap lebih lembut dan nyaman, terutama untuk kulit kepala sensitif, mudah gatal, atau berketombe.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan SLS dan non-SLS?
Baca Juga: 7 Rekomendasi Lipstik untuk Bibir Kering saat Puasa Ramadan 2026, Melembapkan dan Tahan Lama
Apa Itu SLS dalam Shampoo?
SLS adalah singkatan dari Sodium Lauryl Sulfate, surfaktan yang berfungsi menghasilkan busa sekaligus mengangkat minyak dan kotoran.
Masalahnya, pada sebagian orang, SLS bisa membuat kulit kepala:
-
Lebih kering
-
Mudah gatal
-
Sensitif
-
Rentan iritasi
-
Ketombe makin parah
Risiko ini lebih tinggi pada pemilik kulit kepala sensitif atau yang memiliki kecenderungan dermatitis.
Apa Itu Shampoo Non-SLS?
Shampoo non-SLS berarti tidak menggunakan Sodium Lauryl Sulfate sebagai bahan pembersih utama. Biasanya diganti dengan surfaktan yang lebih lembut seperti:
-
Sodium Lauroyl Sarcosinate
-
Cocamidopropyl Betaine
-
Sodium Cocoyl Isethionate
-
Decyl Glucoside
-
Coco-Glucoside
Hasilnya, rambut tetap bersih, tetapi kulit kepala tidak terasa “ketarik” atau terlalu kering.
Kenapa Non-SLS Sering Dipilih untuk Ketombe?
Ketombe bisa muncul karena skin barrier rusak, kulit kepala terlalu kering, atau iritasi ringan yang berulang.
Shampoo dengan formula lebih gentle membantu meminimalkan faktor-faktor tersebut.
Namun perlu diingat, non-SLS bukan berarti otomatis menyembuhkan ketombe berat.
10 Brand Shampoo Non-SLS yang Banyak Dicari
Berikut beberapa brand non-SLS yang populer di Indonesia dan sering dipilih untuk pemakaian harian.
1. Kelaya
Brand lokal yang cukup dikenal dengan varian lembut untuk kulit kepala mudah gatal.
2. Sensatia Botanicals
Mengusung konsep natural, formulanya cenderung gentle dan nyaman untuk kulit sensitif.
3. Makarizo T1 Techno Nature (Equalizer)
Seri ini sering dipilih untuk pemakaian rutin tanpa membuat kulit kepala terasa kering.
4. Raisu
Jelas memposisikan diri sebagai brand non-SLS untuk pengguna dengan kulit kepala rewel.
5. Segara Naturals
Menawarkan shampoo bar dengan busa lebih halus dan minim efek kering.
6. Bonvie (Varian Kemiri)
Cukup populer di marketplace, diformulasikan untuk penggunaan harian.
7. Hayya
Banyak dipilih karena sensasi bersih tanpa rasa kering berlebihan.
8. Puresia
Dikenal dengan aroma botanical dan formula ringan.
9. Skintegrity (Balance)
Sering direkomendasikan untuk menjaga kenyamanan kulit kepala.
10. Cocona Care
Mengusung konsep natural care dengan formula lebih mild.
Penting: Non-SLS Bukan Berarti Pasti Anti Ketombe
Banyak yang keliru mengira shampoo non-SLS otomatis menyembuhkan ketombe. Faktanya, ketombe juga bisa dipicu oleh:
-
Jamur Malassezia
-
Dermatitis seboroik
-
Stres
-
Penumpukan produk styling
-
Jarang membersihkan rambut
Jika ketombe tergolong berat, biasanya dibutuhkan kandungan khusus seperti Zinc Pyrithione, Ketoconazole, Selenium Sulfide, atau Salicylic Acid.
Sebagian orang memilih strategi kombinasi: shampoo non-SLS untuk harian, lalu shampoo anti ketombe medis 1–2 kali seminggu.
Perbedaan shampoo SLS dan non-SLS terletak pada tingkat kelembutan surfaktannya. Jika kulit kepala mudah iritasi, berketombe ringan, atau terasa kering setelah keramas, beralih ke non-SLS bisa menjadi langkah awal yang bijak. Namun, tetap kenali penyebab ketombe Anda agar tidak salah memilih produk. (fin)
Editor : AA Arsyadani