Jawa Pos Radar Lawu - Mesin cuci bukan sekadar alat bantu, tapi sudah jadi partner setia dalam urusan rumah tangga.
Sayangnya, masih banyak pengguna yang asal pakai tanpa perawatan, padahal kebiasaan buruk ini bisa membuat usia mesin jauh lebih pendek.
Akibatnya, mesin cuci jadi cepat rewel, muncul suara aneh, putaran lemah, hingga bocor air.
Berikut beberapa cara merawat mesin cuci agar tetap awet, tahan lama, dan tidak gampang rusak.
Jangan Memaksakan Kapasitas
Kesalahan paling umum adalah memuat cucian terlalu banyak. Ini membuat dinamo bekerja lebih berat, sabuk cepat aus, dan mesin jadi berisik.
Idealnya, isi cucian maksimal 80 persen dari kapasitas. Jika kapasitas mesin 7 kg, cukup gunakan untuk sekitar 5–6 kg pakaian.
Gunakan Deterjen Sesuai Takaran
Terlalu banyak deterjen justru bisa menimbulkan sisa busa yang menempel di tabung dan membuat mesin cepat bau.
Selain itu, saluran air juga bisa mampet. Gunakan takaran sesuai instruksi, terutama jika memakai mesin otomatis.
Rutin Membersihkan Filter dan Tabung
Filter adalah tempat berkumpulnya serat kain, rambut, dan kotoran kecil. Bersihkan filter minimal seminggu sekali.
Untuk tabung, bersihkan sebulan sekali dengan air hangat dan cuka, atau gunakan cairan khusus pembersih mesin cuci.
Biarkan Mesin “Istirahat” Setelah Pemakaian Lama
Setelah mencuci dalam jumlah besar atau dalam waktu lama, sebaiknya diamkan mesin selama 10–15 menit sebelum dicabut dari listrik. Ini membantu mendinginkan dinamo dan mencegah keausan dini.
Pastikan Aliran Air Lancar
Cek secara rutin kondisi selang air, kran, dan saringan air masuk. Jika aliran air tersendat, mesin akan bekerja lebih berat dan memperpendek usia komponen.
Letakkan Mesin di Tempat Rata dan Kering
Mesin cuci sebaiknya diletakkan di tempat datar dan tidak lembap. Posisi yang miring bisa menyebabkan getaran berlebihan dan suara keras saat proses spin, serta mempercepat kerusakan.
Gunakan Sesuai Tipe Mesin
Setiap jenis mesin cuci memiliki aturan pemakaian yang berbeda. Pada mesin dua tabung, jangan menyalakan spin saat beban berat.
Mesin top loading perlu ditutup rapat sebelum spin, dan front loading sebaiknya tidak dibuka selama proses berlangsung.
Lakukan Servis Ringan Secara Berkala
Walaupun tidak rusak, mesin tetap perlu dicek secara rutin. Periksa bagian dinamo, sabuk penggerak, dan bersihkan bagian dalam. Hal ini mencegah kerusakan besar di kemudian hari.
Mesin cuci dari merek seperti Sharp, LG, Samsung, Polytron, dan Aqua sudah dikenal bandel dan awet.
Namun, umur panjang mesin sangat bergantung pada cara pemakaian. Perawatan ringan secara konsisten jauh lebih hemat daripada biaya servis besar atau beli baru.
Kalau dirawat dengan benar, mesin cuci bisa bertahan hingga 10 tahun lebih tanpa masalah berarti. Mau awet? Rawat dari sekarang.
Editor : Nur Wachid