Jawa Pos Radar Madiun – Memasuki usia 11 bulan, momen makan Si Kecil menjadi fase krusial sebelum ia genap berusia satu tahun.
Pada tahap ini, kemampuan mengunyah dan menelan bayi umumnya sudah jauh lebih baik seiring dengan tumbuhnya gigi.
Oleh karena itu, Bunda tidak boleh terlena memberikan bubur halus terus-menerus.
Peningkatan tekstur MPASI sangat penting untuk menstimulasi otot rahang dan membiasakan anak makan menu keluarga nantinya.
Lantas, seperti apa tekstur yang tepat dan makanan apa saja yang haram diberikan pada usia ini? Simak panduan lengkapnya.
Baca Juga: Emas Antam Naik Tajam, Harga Terbaru Rabu Capai Rp2,54 Juta
Tekstur: Tinggalkan Puree, Beralih ke Cincang
Secara umum, tekstur MPASI bayi 11 bulan masih sama dengan usia 9-10 bulan. Bunda sudah harus meninggalkan tekstur lumat (puree) atau saring.
Kini, Si Kecil wajib diberikan makanan yang lebih padat dan agak keras, seperti:
Minced: Dicincang halus.
Chopped: Dicincang kasar, diiris tipis, atau dicacah kecil.
Perubahan ini bertujuan agar saat menginjak usia 1 tahun, anak tidak kaget saat harus menyantap menu keluarga.
Contoh menu yang bisa dicoba adalah telur orak-arik, tumis daging cincang, atau tumis wortel iris tipis.
Baca Juga: Viral! Bentrok TNI Vs Brimob Gegara Sepak Bola, Warga Buton Selatan Panik
Waktunya Finger Food
Selain menu utama, usia 11 bulan adalah waktu emas untuk melatih motorik halus melalui finger food (makanan yang mudah digenggam).
Bunda bisa memberikan potongan kentang/ubi kukus, tahu, tempe, irisan buah, atau keju.
Cara ini ampuh melatih anak makan sendiri tanpa disuapi sekaligus mengurangi risiko GTM (Gerakan Tutup Mulut) karena bayi biasanya mulai bosan dengan makanan lembek.
Aturan Porsi dan Frekuensi Makan
Agar nutrisi terpenuhi, perhatikan takaran berikut:
Porsi Utama: 1/2 mangkuk (ukuran 250 ml) setiap kali makan.
Frekuensi: 3–4 kali sehari.
Camilan: 1–2 kali sehari (buah, sayur, atau yoghurt).
Bunda juga sangat diperbolehkan menambahkan minyak, mentega, atau santan dalam olahan MPASI. Lemak tambahan ini justru dibutuhkan bayi untuk mendongkrak kalori demi pertumbuhan optimal.
Baca Juga: Pesona Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo, Surga Tersembunyi Sumbawa yang Viral
Awas! 5 Jenis Makanan Ini Dilarang
Demi kesehatan jangka panjang, pastikan MPASI Si Kecil bebas dari bahan-bahan berikut ini:
Garam Berlebih: Hindari makanan instan/cepat saji. Ginjal bayi belum kuat mengolah garam yang tinggi.
Madu: Berisiko menyebabkan keracunan (botulisme) akibat bakteri.
Gula dan Pemanis Buatan: Pemicu kerusakan gigi dini dan risiko diabetes.
Teh atau Kopi: Menghambat penyerapan zat besi dan kalsium yang vital bagi tulang.
Makanan Rendah Lemak: Bayi membutuhkan kalori tinggi, bukan diet rendah lemak.
Pastikan seluruh bahan dimasak hingga benar-benar matang untuk menghindari kontaminasi kuman. Tetap awasi Si Kecil saat makan untuk mengantisipasi risiko tersedak. (naz)
Editor : Mizan Ahsani