Jawa Pos Radar Lawu - Industri K-pop terus beradaptasi dengan perubahan zaman.
Jika dulu rekrutmen trainee identik dengan street casting, audisi massal, atau rekomendasi internal, kini pola itu bergeser drastis.
Media sosial, terutama Instagram, menjadi ladang baru pencarian calon idol.
Visual, aura, dan cara membawa diri di depan kamera kini bisa menjadi tiket awal menuju dunia K-pop.
Bahkan, satu unggahan foto atau video sederhana dapat mengubah hidup seseorang.
Perubahan Sistem Rekrutmen Trainee K-Pop
Di era digital, Instagram berfungsi layaknya etalase global bagi calon trainee. Melalui akun media sosial, agensi dapat menilai banyak aspek penting, seperti:
-
Visual dan ekspresi wajah
-
Aura kamera dan kepercayaan diri
-
Gaya berpakaian serta personal branding
-
Potensi viral dan daya tarik publik
Menariknya, latar belakang menyanyi atau menari bukan lagi syarat mutlak di tahap awal.
Agensi meyakini bahwa kemampuan teknis bisa dilatih, sementara visual dan aura sulit dibentuk dari nol.
SM Entertainment dan Strategi DM Instagram
Sebagai salah satu agensi paling visioner, SM Entertainment dikenal agresif dalam sistem casting berbasis visual. Selain street casting, SM kini aktif menghubungi calon trainee lewat Direct Message (DM) Instagram.
Biasanya, DM tersebut berisi:
-
Perkenalan resmi dari staf agensi
-
Undangan audisi tertutup
-
Permintaan kontak lanjutan
Metode ini dianggap efektif karena:
-
Lebih personal dan cepat
-
Menjangkau calon idol di luar jalur audisi konvensional
-
Selaras dengan kebiasaan generasi digital
Baca Juga: Verge Motorcycles Pakai Baterai Solid-State, Isi Daya 10 Menit Tempuh Hampir 300 Km
Idol K-Pop yang Direkrut Lewat Media Sosial
1. Karina (aespa)
Karina menjadi contoh paling ikonik. Ia pertama kali dihubungi SM Entertainment melalui DM Instagram karena visualnya yang mencolok. Awalnya ia mengira pesan tersebut penipuan, hingga akhirnya terverifikasi dan berujung debut sebagai leader aespa.
2. Jimin (NCT Dream)
Jimin diketahui menarik perhatian staf SM lewat video dance di Instagram. Visual dan kemampuan menarinya membuat ia diundang audisi dan resmi bergabung sebagai trainee sebelum debut di NCT Dream.
3. Haechan (NCT)
Haechan kerap mengunggah video bernyanyi dan menari di media sosial. Konten tersebut menarik perhatian SM, yang kemudian memanggilnya untuk audisi hingga akhirnya debut bersama NCT.
4. Yeri (Red Velvet)
Yeri juga disebut ditemukan melalui media sosial. Visualnya menarik perhatian staf agensi, membawanya ke proses audisi dan debut sebagai member termuda Red Velvet.
Dampak Rekrutmen Digital bagi Industri K-Pop
Sistem scouting lewat media sosial membawa perubahan besar, di antaranya: membuka peluang luas tanpa audisi terbuka, menjadikan visual dan citra digital semakin krusial sekaligus menggeser standar awal seleksi trainee generasi baru.
Meski begitu, agensi menegaskan bahwa visual hanyalah pintu masuk. Setelah diterima, trainee tetap harus melewati pelatihan ketat untuk membuktikan kemampuan, disiplin, dan daya tahan mental.
Di era media sosial, satu unggahan bisa menjadi awal segalanya. Cara terbaru agensi K-pop merekrut trainee membuktikan bahwa industri ini semakin adaptif dan panggung global kini bisa dimulai dari layar ponsel. (fin)
Editor : AA Arsyadani