Jawa Pos Radar Lawu - Nama Julia Prastini, atau yang akrab disapa Jule, kembali menjadi bahan perbincangan panas di dunia maya.
Setelah sebelumnya terseret isu perselingkuhan yang viral di media sosial, kini klarifikasi yang ia unggah justru menuai gelombang kritik baru dari publik.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Jule mencoba menjelaskan duduk perkara dan meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi.
Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan pesan panjang bernada emosional, menyampaikan penyesalan, dan berharap publik bisa memaafkannya.
“Saya menulis ini dengan kerendahan hati, berharap teman-teman bisa menyikapi dengan lapang dada,” tulis Jule dalam pernyataannya.
Ia juga mengakui bahwa masalah pribadinya telah berdampak pada banyak pihak, termasuk keluarga, teman, dan sejumlah brand yang bekerja sama dengannya.
Namun niat klarifikasi itu justru menjadi bumerang.
Warganet menemukan bahwa tulisan klarifikasi Jule diduga kuat hasil bantuan kecerdasan buatan (AI).
Dilansir Radar Lawu dari akun Instagram @rumormedia.id, seorang pengguna media sosial dengan nama @AlFatin membagikan hasil analisis AI detector yang mengungkap bahwa 97,67% isi klarifikasi Jule terdeteksi dibuat menggunakan ChatGPT
“Jule... oh Jule... nulis klarifikasi aja pakai ChatGPT! Astaga,” tulis akun tersebut disertai tangkapan layar bukti analisisnya.
Unggahan itu seketika viral di berbagai platform, termasuk X (Twitter) dan TikTok.
Banyak netizen merasa kecewa dan menilai permintaan maaf Jule tidak tulus, bahkan terkesan seperti teks buatan mesin.
“Kalau mau minta maaf, pakai hati, bukan pakai AI,” komentar salah satu pengguna dengan nada sindiran.
Di sisi lain, ada pula warganet yang justru memuji kejelian pengguna yang berhasil membongkar penggunaan AI tersebut.
“Bener2 yaa netijen indo hebat-hebat,” tulis akun lain.
Hingga kini, Jule belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan itu.
Kasus ini pun memunculkan perdebatan luas tentang keaslian emosi di era digital, di mana batas antara ekspresi manusia dan karya kecerdasan buatan semakin kabur. (*)
Editor : Riana M.