Jawa Pos Radar Lawu - Gelombang panas ekstrem yang melanda berbagai wilayah dunia kini tak lagi bisa diabaikan.
Dari Asia hingga Eropa, suhu kota meningkat drastis, mengancam kenyamanan hidup dan mendorong lonjakan penggunaan energi pendingin.
Menjawab tantangan itu, lahirlah kampanye global Cool Roofs, sebuah gerakan internasional yang berfokus pada penerapan teknologi atap sejuk di berbagai kawasan perkotaan dunia.
Gerakan ini mengajak masyarakat dan industri untuk menggunakan material serta cat reflektif pada atap bangunan, yang mampu memantulkan sinar matahari dan mengurangi suhu permukaan.
Dengan cara sederhana ini, efek panas di lingkungan perkotaan bisa ditekan secara signifikan sekaligus membantu penghematan energi dan pengurangan emisi karbon.
Inisiatif Cool Roofs menjadi bagian penting dalam upaya global menuju pembangunan rendah karbon dan berkelanjutan.
Isu ini juga menjadi salah satu fokus utama dalam Pacific Coatings Show & Conference 2025.
Sebuah konferensi internasional terbesar di Asia Tenggara yang akan berlangsung pada 29–31 Oktober 2025 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.
Acara tersebut menghadirkan lebih dari 20 sesi diskusi yang membahas berbagai terobosan di industri cat dan pelapis, termasuk topik Painting a Sustainable Future oleh Johnson Ongking, mantan Wakil Presiden Pacific Paint (Boysen) Philippines, Inc.
Ia akan memaparkan bagaimana industri cat berperan aktif dalam mengurangi risiko peningkatan suhu ekstrem dengan menghadirkan produk-produk ramah lingkungan.
“Seminar ini menyoroti berbagai inovasi dalam solusi berbasis bio, pelapis pelindung, hingga kemajuan teknologi produksi yang berperan membentuk masa depan industri,” ujar Vanessa Bauersachs, Editor di Vincentz Network.
Selain Cool Roofs, sejumlah topik menarik lainnya juga akan dibahas, seperti:
-
Reducing the Environmental Impact of Epoxy Resins
-
Anti-Pollution Paint in Bangladesh
-
Effects of Colorants on Solar Reflectivity and Rheology
-
Sustainable Additives for Water-Based Coatings Improvement
-
Highly Adhesive and Corrosion-Protective Fluoropolymer Coatings
Para ahli dari berbagai negara seperti Kanes Songtirapunya, SK Emadul Bari, Raymond Fernando, Bodan Ma, dan Eugene Caldona turut berbagi wawasan tentang inovasi pelapis pelindung hingga dinamika makroekonomi yang memengaruhi harga bahan cat global.
Selain sesi seminar, pengunjung juga dapat mengikuti enam kursus singkat berdurasi 90 menit secara gratis.
Kelas ini dipandu langsung oleh pakar internasional dari kalangan industri dan akademisi, memberikan pemahaman mendalam tentang dunia pelapis serta membuka peluang jejaring global.
“Kursus ini menjadi kesempatan emas untuk berinteraksi langsung dengan para pemimpin industri sekaligus memperluas wawasan tentang teknologi pelapis masa depan,” jelas Jan Johannes, Senior Event Manager Trade Shows di Vincentz Network.
Dengan semakin meningkatnya suhu bumi, Cool Roofs bukan lagi sekadar inovasi teknis, melainkan gerakan global untuk masa depan yang lebih sejuk, efisien, dan berkelanjutan. (fin)
Editor : AA Arsyadani