Jawa Pos Radar Lawu - Banyak orang menyadari wajahnya terlihat lebih tua dari usia, namun penyebabnya tak selalu genetik.
Studi dari Leiden University menunjukkan bahwa kadar gula darah tinggi yang berlangsung lama pada penderita diabetes dapat mempercepat penuaan wajah.
Setiap kenaikan 1 mmol/L kadar gula darah membuat seseorang tampak 5 bulan lebih tua dibanding orang tanpa diabetes.
Bahkan pada tahap prediabetes atau orang sehat dengan kadar gula tinggi, wajah tetap bisa terlihat lebih tua.
Glikasi, yaitu proses ketika gula menempel pada protein penting di kulit seperti kolagen dan elastin, bisa terjadi saat kadar gula darah terlalu tinggi.
"Kalau proses ini terus berlangsung, protein yang seharusnya bikin kulit tetap kenyal dan kencang jadi rusak. Hasilnya, kulit kehilangan elastisitas, mulai kendur, kusam, dan muncul kerutan lebih cepat.” jelas Dr. dr. Soebagijo Adi Soelistijo, Sp.PD,KEMD,FINASIM,FACP, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Metabolik dan Diabetes di Mayapada Hospital Surabaya.
Selain itu, kadar gula darah tinggi dapat mengurangi lapisan lemak di bawah kulit, membuat wajah terlihat kempot, serta memicu produksi minyak berlebih akibat gangguan insulin, sehingga jerawat muncul.
“Banyak orang tidak menyadari bahwa kondisi kulit bisa dipengaruhi oleh asupan gula. Jika terlalu banyak mengonsumsi gula atau memiliki diabetes, dampaknya bukan cuma ke organ tubuh, tapi juga ke penampilan,” tambahnya.
Langkah pencegahan utama adalah membatasi konsumsi gula. Dr. Friska Yulenta, Sp.PD, FPCP dari Mayapada Hospital Surabaya menyarankan, pria sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 9 sendok teh gula per hari, dan perempuan maksimal 6 sendok teh.
“Selain itu, batasi konsumsi gula pada minuman kemasan dan makanan olahan,” jelasnya.
Olahraga rutin juga efektif mengendalikan kadar gula darah sekaligus mencegah prediabetes dan diabetes.
“Luangkan 30 menit setiap hari untuk berjalan kaki, bersepeda, atau berenang agar tubuh tetap bugar. Perbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan berserat untuk mengendalikan gula darah, mendukung kesehatan kulit, serta rajin memantau kadar gula darah bisa menjadi langkah awal melindungi diri dari diabetes,” tambahnya. (fin)
Editor : AA Arsyadani