Jawa Pos Radar Lawu - Eksfoliasi sering dianggap tambahan dalam skincare, padahal perannya besar untuk kesehatan kulit.
Dengan mengangkat sel kulit mati, wajah jadi lebih cerah, tekstur halus, dan produk skincare bisa menyerap lebih maksimal.
Nah, pertanyaannya, lebih baik pilih physical exfoliator atau chemical exfoliator? Yuk, bahas satu per satu!
1. Physical Exfoliator – Bersih Instan dengan Scrub
Physical exfoliator bekerja secara mekanis dengan butiran scrub, sponge, atau brush khusus wajah.
Cara Kerja:
Butiran lembut “menyapu” sel kulit mati, kotoran, dan minyak berlebih di permukaan kulit.
Manfaat Utama:
Kulit terasa lebih halus seketika.
Membantu sirkulasi darah lewat pijatan lembut.
Wajah tampak segar dan glowing instan.
Cocok untuk:
Kulit normal hingga berminyak, atau yang suka hasil cepat.
Tips Pemakaian:
Gunakan 1–2 kali seminggu, jangan tiap hari.
Pilih scrub dengan butiran halus agar tidak melukai kulit.
Hindari area jerawat aktif atau iritasi.
2. Chemical Exfoliator – Lembut tapi Efektif
Berbeda dengan scrub, chemical exfoliator bekerja dengan bahan aktif seperti AHA, BHA, atau PHA.
Wajib sunscreen di siang hari.
Jangan campur dengan retinol/vitamin C konsentrasi tinggi.
Tips Eksfoliasi Aman dan Maksimal
Kenali kondisi kulit: pilih scrub jika kulit tebal & berminyak, pilih chemical untuk kulit sensitif.
Jangan over-exfoliate: cukup 1–3 kali seminggu.
Selalu hidrasi setelah eksfoliasi dengan toner/pelembap.
Sunscreen wajib setiap hari.
Patch test dulu sebelum pemakaian rutin.
Eksfoliasi itu ibarat reset button untuk kulit: buang sel mati, munculkan kulit baru yang sehat.
Physical exfoliator memberi hasil instan, sementara chemical exfoliator bekerja lembut tapi lebih bertahap.
Pilih sesuai kondisi kulitmu, gunakan dengan bijak, dan nikmati wajah cerah serta halus yang siap menerima manfaat skincare lainnya. (cor)
Penulis
Berlian Tika Dewi, mahasiswi Unipma
Editor : Andi Chorniawan