Jawa Pos Radar Lawu – Awalnya hanya beberapa helai rambut di sisir. Namun, lama-lama lantai kamar penuh helaian rambut setiap sisiran.
Membuat cemas melanda, terutama setelah mencoba berbagai produk tapi tidak ada perubahan.
Secara alami, seseorang dapat kehilangan sekitar 50 hinggan 100 helai rambuat setiap hari dari sekitar 100.000 helai rambut di kulit kepala.
Kehilangan ini dianggap normal karena rambut akan tumbuh kembali, tetapi kerontokan lebih dari itu, maka harus diwaspadai.
Rambut rontok bisa jadi terjadi bukan pada produk shampo yang dipakai, tetapi kebiasaan sehari-hari yang selama ini dianggap biasa saja.
Berikut ini beberapa penyebab rambut rontok berlebihan yang perlu diwaspadai.
- Faktor keturunan
Jika orang tua Anda mengalami kerontokan rambut, kemungkinan besar Anda juga akan mengalaminya.
Genetik ini menyebabkan rambut tumbuh lebih tipis, yang berpotensi menyebabkan kebotakan.
Untuk wanita, kondisi ini disebut androgenetic alopecia, yang biasanya ditandai dengan penipisan di garis rambut.
- Mengikat rambut terlalu kencang
Gaya rambut kuncir kuda atau cepol dapat membuat Anda tampil rapi, tetapi berhati-hatilah dengan gaya rambut yang terlalu kencang.
Mengikat rambut terlalu erat dapat menarik akar rambut, membuatnya rontok.
Untuk menghindari hal ini, ikat rambut dengan lebih longgar dan jangan mengikatnya lebih dari dua jam.
- Formula Shampo yang Terlalu Kuat
Shampo yang tidak sesuai dengan kulit kepala Anda dapat menyebabkan kerontokan dan iritasi. Pilihlah produk yang lembut dan sesuai dengan kulit kepala Anda.
- Diet ketat dan gizi tidak seimbang
Jika Anda terlalu fokus pada menurunkan berat badan dengan diet yang ekstrem, itu bisa berdampak buruk pada rambut Anda.
Karena kekurangan nutrisi seperti protein, zat besi, dan vitamin, rambut menjadi lemah dan mudah rontok.
- Stres berlebihan
Siapa yang mengira stres juga bisa menyebabkan rambut rontok?
Stres mengurangi aliran darah ke kulit kepala, mengurangi nutrisi folikel rambut dan menyebabkan rambut rontok tanpa disadari.
- Ketidakseimbangan hormon
Perubahan hormon selama kehamilan, setelah melahirkan, menjelang menstruasi, atau karena kondisi medis seperti PCOS, bisa memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.
Ini sebabnya, banyak perempuan mengalami kerontokan di masa-masa tersebut.
- Kebiasaan keramas dengan air panas
Air panas memang menyegarkan, tapi ternyata buruk bagi rambut.
Suhu tinggi dapat membuat batang rambut dehidrasi, menghilangkan minyak alami, dan membuat rambut lebih rapuh.
Lebih baik gunakan air hangat atau dingin saat keramas.
- Psoriasis kulit kepala
Penyakit autoimun ini menyebabkan kulit kepala kering, menebal, dan sangat gatal, serta garukan terus-menerus yang menyebabkan rambut rontok dan tertarik.
Jika Anda mengalami gejala ini, segera temui dokter kulit Anda.
Jadi, meskipun kamu sudah rajin perawatan, penting juga untuk memperhatikan kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang bisa jadi pemicu kerontokan rambut.
Yuk, mulai perhatikan penyebab-penyebab di atas agar mahkotamu tetap sehat dan memesona! (*)
Editor : Riana M.