Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

Sering Nuduh Orang Sombong Padahal Kamu yang Insecure? Itu Projection, Begini Penjelasan Menurut Psikolog!

Lailatul Fadhila Hikma • Selasa, 5 Agustus 2025 | 02:47 WIB
Kenali apa itu kondisi Projection
Kenali apa itu kondisi Projection

Jawa Pos Radar Lawu – Pernahkah kamu merasa tersinggung saat seseorang memanggilmu sombong, padahal kamu merasa nggak melakukan apapun?

Atau justru kamu yang suka menuduh orang lain sombong, padahal diam-diam kamu lagu insecure atau merasa rendah diri.

Jika iya, kamu perlu mengenal istilah projection atau proyeksi, salah satu mekanisme pertahanan diri dalam psikologi yang sering tidak disadari tapi berdampak serius dalam hubungan sosial dan kesehatan mental.

Apa Itu Projection dalam Psikologi?

Baca Juga: Nggak Bisa Bikin Keputusan Sendiri? Waspada, Bisa Jadi Tanda Kamu Hidup dalam Enmeshment Family

Projection atau proyeksi adalah proses dalam psikologis di mana seseorang secara tidak sadar mengalihkan perasaan, pikiran, atau sifat negatif dari dalam dirinya ke orang lain.

Munculnya mekanisme ini adalah sebagai bentuk perlindungan ego agar seseorang tidak perlu berhadapan langsung dengan emosi atau fakta tidak nyaman yang berasal dari dirinya sendiri.

Contohnya, seseorang yang insecure atau tidak percaya diri justru menuduh orang lain sombong atau merasa lebih baik, padahal tuduhan itu mencerminkan kondisi batin pelaku sendiri.

Mengapa Seseorang Melakukan Proyeksi?

Baca Juga: Culture Shock di Dunia Kampus? Kamu Nggak Sendirian, Ini 7 Hal yang Harus Diketahui sebagai Mahasiswa Baru

Menurut para ahli psikologi, proyeksi terjadi karena beberapa hal. Pertama, dia hanya ingin melindungi egonya.

Orang sulit menerima bahwa ia memiliki perasaan atau sifat tertentu, seperti iri, marah, atau rendah diri, sehingga lebih mudah menyalahkan orang lain daripada diri sendiri.

Kedua, dia ingin menghindari Konflik dengan diri sendiri. Alih-alih mengakui bahwa dirinya punya kelemahan atau rasa bersalah, pelaku lebih nyaman melihat kelemahan itu pada orang lain.

Ketiga, mekanisme kerap secara tidak sadar terjadi. Proyeksi sering kali dilakukan tanpa disadari sebagai cara tubuh dan pikiran meredakan tekanan emosional yang berat.

Jenis-Jenis Projection yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua proyeksi sama. Dalam psikologi, dikenal beberapa bentuk proyeksi yang sering terjadi:

Proyeksi ini cenderung menganggap orang lain memiliki perasaan atau dorongan yang sama dengan dirinya sendiri. Misalnya, seseorang yang sedang kesal mengira semua orang juga sedang kesal padanya.

Ini cenderung terjadi dengan menyalahkan atau menyerang orang lain atas perasaan atau ketakutan yang sebenarnya berasal dari dalam diri sendiri.

Atau mengalihkan kesalahan pribadi ke orang lain untuk menghindari rasa bersalah atau malu.

Contoh Nyata dalam Hubungan Sehari-hari

Baca Juga: 6 Kuliner Khas Kebumen yang Unik dan Wajib Dicoba, Bikin Lidah Wisatawan Ketagihan!

Dengan mengenali pola proyeksi sejak dini, kita bisa lebih jujur pada diri sendiri, memperbaiki kualitas hubungan sosial, dan mengembangkan kedewasaan emosional yang lebih sehat. (*)

Editor : Riana M.
#ego #Insecure #sombong #Projection #Proyeksi #psikolog #ahli psikologi