Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

7 Bahan Berbahaya dalam Deodorant yang Wajib Dihindari demi Kesehatan Kulit dan Tubuh

Winarsih • Senin, 21 Juli 2025 | 23:58 WIB
7 Bahan Berbahaya dalam Deodorant yang Wajib Dihindari demi Kesehatan Kulit dan Tubuh.
7 Bahan Berbahaya dalam Deodorant yang Wajib Dihindari demi Kesehatan Kulit dan Tubuh.

Jawa Pos Radar Lawu –  Deodorant telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang untuk mengatasi bau badan dan menjaga kesegaran.

Namun, tidak semua produk deodorant aman untuk kulit maupun tubuh.

Beberapa kandungan di dalamnya ternyata berpotensi membahayakan kesehatan, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.

Berikut adalah daftar bahan paling berbahaya yang umum ditemukan dalam deodorant:

  1. Aluminium Compound

Bahan aktif seperti Aluminium Chloride dan Aluminium Zirconium sering digunakan dalam antiperspiran untuk menghentikan produksi keringat.

Cara kerjanya dengan menyumbat pori-pori agar kelenjar keringat tidak mengeluarkan cairan.

Meski efektif, kandungan ini menjadi sorotan karena diduga berkaitan dengan risiko kanker payudara dan penyakit Alzheimer, meskipun penelitian masih berlangsung.

  1. Paraben

Paraben seperti methylparaben, propylparaben, dan butylparaben digunakan sebagai pengawet agar produk tidak mudah rusak.

Namun, bahan ini memiliki sifat menyerupai hormon estrogen dalam tubuh manusia.

Paparan berlebihan terhadap paraben dapat mengganggu sistem hormon dan telah dikaitkan dengan gangguan reproduksi serta kanker payudara.

  1. Triclosan

Triclosan adalah zat antibakteri yang kerap ditambahkan untuk membunuh bakteri penyebab bau badan.

Meski efektif, bahan ini termasuk dalam daftar perhatian karena bisa menyebabkan iritasi kulit, gangguan hormon, serta potensi menciptakan resistensi terhadap antibiotik.

Beberapa negara bahkan telah membatasi penggunaan triclosan dalam produk konsumen.

  1. Phthalates

Phthalates digunakan untuk memperkuat dan memperpanjang aroma deodorant.

Namun, bahan ini dikenal sebagai endocrine disruptor yaitu senyawa yang dapat mengganggu kerja hormon dalam tubuh.

Paparan phthalates jangka panjang dapat memengaruhi kesuburan, terutama pada pria, serta mengganggu perkembangan sistem reproduksi.

  1. Fragrance (Parfum Sintetis)

Kata "fragrance" atau "parfum" seringkali menyembunyikan campuran dari ratusan bahan kimia sintetis yang tidak diungkapkan pada label.

Komponen ini dapat memicu reaksi alergi, iritasi kulit, serta masalah pernapasan seperti asma atau migrain.

Karena sifatnya yang tidak transparan, bahan ini menjadi sorotan dalam isu keamanan produk kosmetik.

  1. Propylene Glycol

Sebagai pelarut dan humektan, propylene glycol membantu bahan aktif menyerap ke kulit.

Namun, bahan ini bisa menyebabkan iritasi, terutama bagi pemilik kulit sensitif.

Dalam konsentrasi tinggi dan pemakaian jangka panjang, propylene glycol dapat berdampak pada sistem saraf.

Meskipun tidak semua orang akan mengalami efek negatif dari bahan-bahan berbahaya tersebut, penting untuk tetap waspada terhadap apa yang kita aplikasikan setiap hari.

Apalagi jika memiliki kulit sensitif, alergi tertentu, atau sedang dalam kondisi kesehatan khusus.

Deodorant seharusnya memberikan rasa nyaman, bukan menimbulkan risiko kesehatan.

Dengan membaca label dan mengenali bahan-bahan berbahaya, Anda bisa memilih produk yang tidak hanya wangi, tetapi juga aman.

Mulailah langkah kecil dengan menjadi konsumen yang cerdas dan peduli terhadap kandungan produk sehari-hari. (win)

 

Editor : Riana M.
#deodoran #ketiak #kesehatan kulit #aluminium #bahan kimia #paraben