Jawa Pos Radar Lawu – Bayi yang suka memasukkan benda ke mulut? Itu bukan perilaku aneh—justru bagian penting dari perkembangan mereka.
Fase oral merupakan tahap alami yang umumnya dialami bayi antara usia 3 hingga 12 bulan. Pada masa ini, mulut menjadi pusat eksplorasi dan kenyamanan emosional bagi si kecil.
Meskipun bisa membuat orang tua khawatir, memahami apa itu fase oral dan cara menyikapinya dengan bijak dapat membantu mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal, baik dari sisi sensorik, motorik, maupun kognitif.
Apa Itu Fase Oral?
Fase oral adalah periode di mana bayi menggunakan mulut sebagai sarana utama untuk mengenal dunia sekitarnya. Mereka akan mengisap, menggigit, menjilat, atau mengunyah benda apa pun yang bisa dijangkau.
Aktivitas ini tidak hanya menenangkan bayi, tetapi juga membantu mereka membangun rasa percaya terhadap lingkungan serta mengenali berbagai tekstur dan bentuk.
Menurut psikologi perkembangan, fase oral juga erat kaitannya dengan kebutuhan emosional. Proses ini membantu bayi merasa aman, nyaman, dan mulai memahami kontrol diri melalui stimulasi oral.
Tips Aman bagi Orang Tua Selama Fase Oral
Karena bayi belum mampu membedakan mana benda aman dan tidak, orang tua memiliki peran vital dalam memberikan pengawasan dan dukungan. Berikut tips penting yang bisa dilakukan
1. Sediakan Mainan Gigitan yang Aman
Pilih teething toys yang dirancang khusus untuk bayi. Pastikan mainan bebas BPA, tidak mengandung pewarna berbahaya, mudah dibersihkan, dan cukup besar agar tidak tertelan. Mainan seperti ini tidak hanya merangsang gusi bayi, tapi juga melatih koordinasi tangan dan mulut.
2. Jaga Kebersihan Lingkungan
Segala benda di sekitar bayi, mulai dari mainan, dot, botol, hingga permukaan meja dan lantai, harus rutin dibersihkan. Gunakan sabun khusus bayi dan sterilkan bila perlu. Hindari benda kecil dan tajam yang bisa masuk mulut tanpa sengaja.
3. Perhatikan Kebersihan Mulut Bayi
Gunakan kain lembut basah untuk membersihkan gusi bayi, terutama setelah menyusu. Setelah gigi mulai tumbuh, gunakan sikat gigi bayi dan pasta gigi khusus yang aman tertelan. Kebersihan mulut sejak dini penting untuk mencegah iritasi dan infeksi.
4. Lakukan Pengawasan Ketat
Jangan biarkan bayi sendirian saat bermain, apalagi jika ada benda kecil di sekitarnya. Orang tua harus selalu memeriksa area bermain dan memastikan semua benda yang dapat dijangkau bayi aman digunakan.
5. Berikan Makanan Sesuai Usia
Jika bayi sudah mulai MPASI, sesuaikan tekstur makanan dengan usia dan kemampuan mengunyahnya. Hindari makanan keras atau berukuran kecil yang bisa menyebabkan tersedak, seperti kacang, popcorn, atau potongan buah tanpa pengawasan.
Fase oral adalah bagian penting dalam perjalanan tumbuh kembang bayi.
Di balik kebiasaannya memasukkan benda ke mulut, ada proses belajar dan adaptasi luar biasa yang sedang terjadi.
Dengan dukungan dan pengawasan yang tepat, fase ini bisa menjadi pengalaman positif bagi bayi dan orang tua. (den)
Editor : Deni Kurniawan