Jawa Pos Radar Lawu-Jika kamu pernah mencium parfum mewah dan merasa aromanya mengingatkan pada bau kemenyan, kamu tidak sendirian.
Banyak parfum high-end atau niche fragrance memang menggunakan aroma yang mirip dengan kemenyan—hangat, mistis, bahkan sedikit "berat".
Tapi kenapa bisa begitu? Apakah memang kemenyan dipakai dalam parfum mewah? Mari kita bahas alasannya.
1. Kemenyan: Bahan Legendaris Dunia Parfum
Kemenyan, terutama jenis Frankincense (dari Timur Tengah) dan Myrrh, sudah digunakan dalam dunia parfum sejak ribuan tahun lalu.
Bahkan dalam sejarah Mesir, Romawi, hingga ritual keagamaan, kemenyan dianggap bahan suci dan mewah.
Dalam parfum, kemenyan memberikan nuansa resinous (getah), smoky, dan balsamic—kombinasi aroma yang terasa eksklusif, misterius, dan sangat tahan lama.
2. Simbol Kemewahan dan Spiritualitas
Parfum mewah tidak hanya mengejar aroma yang wangi, tapi juga pengalaman dan emosi. Kemenyan membawa nuansa:
Elegan dan klasik
Relaksasi spiritual
Aura "mahal" dan eksotis
Maka dari itu, banyak parfum niche seperti Amouage, Diptyque, Tom Ford, atau Maison Francis Kurkdjian menyisipkan aroma seperti kemenyan agar terkesan dalam, eksklusif, dan berkarakter.
3. Bukan Kemenyan Sebenarnya, Tapi Acord Resin dan Woody
Aroma "kemenyan" di parfum modern tidak selalu berasal dari kemenyan murni. Parfum mewah sering menggunakan accord (campuran aroma) seperti:
Olibanum (sejenis frankincense)
Labdanum
Styrax
Amber
Smoke atau incense notes
Bahan-bahan ini menciptakan efek "kemenyan" yang hangat, misterius, dan menggoda—cocok untuk parfum malam hari atau musim dingin.
4. Disukai Karena Karakteristik yang Tahan Lama
Aroma seperti kemenyan punya molekul yang berat dan kompleks. Artinya:
Lebih tahan lama di kulit
Lebih banyak evolusi aroma (top, middle, base notes)
Tercium unik dari kejauhan
Itulah mengapa parfum mewah cenderung memakai bahan seperti ini—aromanya terus berubah dan berkembang seiring waktu, memberikan pengalaman sensorial yang kaya.
5. Cocok untuk Pasar yang Lebih Dewasa dan Berani
Tidak semua orang suka aroma "kemenyan", karena dianggap terlalu berat atau “old-fashioned”.
Tapi bagi para pecinta parfum sejati, aroma ini justru menunjukkan kelas dan keunikan. Parfum seperti ini bukan untuk semua orang—dan di situlah letak eksklusivitasnya.
Kesimpulan
Parfum mewah sering berbau seperti kemenyan karena memang terinspirasi dari bahan-bahan klasik seperti frankincense dan resin.
Aroma ini membawa nuansa spiritual, elegan, dan mendalam yang tak bisa didapat dari parfum biasa.
Jadi, lain kali kamu mencium aroma "kemenyan" dalam parfum mahal, ingat: itu bukan sekadar wewangian—itu adalah warisan sejarah, seni, dan kemewahan yang melekat dalam satu semprotan.(galuh-mg-pnm/kid)
Editor : Nur Wachid