Jawa Pos Radar Lawu - Musim hujan bikin nyamuk makin aktif! Selain bikin tidur gak nyenyak, nyamuk juga bisa bawa penyakit serius.
Nah, salah satu solusi alaminya adalah dengan menanam tanaman pengusir nyamuk. Bebas bahan kimia, bisa jadi dekorasi, dan bikin udara makin segar!
Ini dia 10 tanaman pengusir nyamuk yang wajib kamu tanam di rumah.
1. Serai Wangi (Cymbopogon nardus)
Serai wangi atau sereh adalah tanaman herbal yang dikenal luas sebagai bahan dapur, namun siapa sangka, tanaman ini juga sangat ampuh untuk mengusir nyamuk. Kandungan citronellol dan geraniol di dalamnya mengeluarkan aroma tajam yang tidak disukai nyamuk, bahkan bisa membuat nyamuk mati. Anda bisa menanamnya di taman atau pot besar di teras rumah.
2. Lemon Balm (Melissa officinalis)
Lemon balm termasuk dalam keluarga mint (Lamiaceae) dan memiliki aroma segar seperti lemon. Aroma ini sangat efektif mengusir nyamuk dan serangga kecil lainnya. Selain bermanfaat sebagai penolak serangga, lemon balm juga digunakan dalam makanan, minuman, dan pengobatan herbal. Tanaman ini cocok ditanam di tempat teduh dan bisa tumbuh subur dalam pot.
3. Catnip (Nepeta cataria)
Catnip dikenal sebagai tanaman yang sangat digemari oleh kucing karena efek psikoaktif ringan yang ditimbulkannya. Namun, bagi nyamuk dan serangga lainnya, catnip adalah musuh alami. Senyawa nepetalactone di dalamnya terbukti ampuh sebagai penolak nyamuk dan bahkan tikus. Anda bisa menanam catnip di dekat jendela, pintu, atau sudut rumah yang sering menjadi tempat nyamuk bersembunyi.
4. Daun Selasih (Ocimum basilicum)
Selasih mengandung senyawa aktif seperti eugenol, thymol, cyneol, dan estragole yang memiliki sifat sebagai repellent alami. Aroma khas daun selasih sangat tidak disukai oleh nyamuk. Anda bisa meletakkan tanaman ini di pot kecil, baik di dalam rumah, jendela dapur, atau di taman depan rumah.
5. Bunga Lavender (Lavandula angustifolia)
Lavender merupakan tanaman yang sangat populer sebagai pengusir nyamuk alami. Aroma khas dari bunga ini mampu menenangkan pikiran sekaligus mengusir nyamuk. Tak heran jika ekstrak lavender banyak digunakan sebagai bahan dasar lotion anti-nyamuk. Selain indah, lavender juga memberikan aroma harum yang menyegarkan ruangan.
6. Pennyroyal (Mentha pulegium)
Pennyroyal adalah tanaman merambat kecil dengan bunga ungu yang cantik. Tanaman ini memiliki aroma kuat yang membuat nyamuk, kutu, dan bahkan tikus enggan mendekat. Pennyroyal sering dijadikan bahan alami untuk pembuatan semprotan penolak serangga. Anda bisa menanamnya dalam pot gantung atau sebagai pembatas taman di rumah.
7. Bunga Rosemary (Rosmarinus officinalis)
Selain menjadi bumbu dapur, rosemary juga dikenal ampuh sebagai tanaman penolak nyamuk. Aroma khasnya mengacaukan sistem penciuman nyamuk, sehingga mereka akan menjauh dari area rumah. Rosemary mudah tumbuh di tempat panas dan minim perawatan, menjadikannya pilihan ideal untuk halaman rumah yang terkena sinar matahari langsung.
8. Geranium (Pelargonium citrosum)
Geranium, atau dikenal juga sebagai bunga tapak dara, adalah tanaman hias yang mampu mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah. Aromanya yang khas dan kuat menjadi penghalang alami bagi nyamuk. Letakkan geranium di pot gantung, balkon, atau dekat pintu masuk agar rumah Anda terlindungi dari serangga pengganggu ini.
9. Zodia (Evodia suaveolens)
Zodia adalah tanaman endemik Indonesia, khususnya dari Papua. Tanaman ini sejak lama digunakan masyarakat Papua sebagai pengusir nyamuk dan serangga lain dengan cara menggosokkan daun zodia ke kulit. Aromanya yang kuat tidak disukai nyamuk dan bisa menjadi pelindung alami saat Anda berada di luar ruangan. Zodia dapat ditanam di pot dan diletakkan di dalam maupun luar rumah.
10. Citrosa Mosquito Plant (Pelargonium citrosum)
Citrosa sering disebut sebagai tanaman anti-nyamuk terbaik karena aromanya yang menyerupai jeruk sitrus dan sangat menyengat bagi nyamuk. Tanaman ini ideal ditanam di teras atau halaman rumah dengan sinar matahari yang cukup. Dengan merawat citrosa mosquito, Anda tak perlu lagi bergantung pada lotion atau semprotan kimia untuk menghalau nyamuk. (fin)
Editor : AA Arsyadani