Jawa Pos Radar Lawu – Tembok rumah yang kusam bisa membuat suasana hunian terasa suram dan membosankan.
Namun, Anda tak perlu buru-buru renovasi besar. Cukup dengan mengecat ulang tembok lama, rumah bisa kembali tampil cerah dan segar seperti baru.
Tapi tunggu dulu—hasil cat yang awet dan merata bukan hanya soal warna atau merek cat. Kuncinya justru terletak pada perlengkapan mengecat yang digunakan.
Langkah pertama adalah menyiapkan alat untuk membersihkan permukaan dinding.
Scraper atau kape menjadi alat utama untuk mengikis cat lama yang mengelupas, noda jamur, atau tembok yang sudah berkapur.
Setelah itu, permukaan perlu diamplas agar lebih halus dan siap menerima lapisan cat baru.
Jika dinding lama memiliki retakan atau bekas paku yang mengganggu tampilan, plamur tembok wajib digunakan.
Dengan bahan ini, permukaan bisa diratakan agar hasil akhir terlihat lebih mulus dan profesional. Pastikan plamur benar-benar kering sebelum proses pengecatan dimulai.
Untuk aplikasi catnya sendiri, gunakan kombinasi kuas dan roller. Kuas berfungsi maksimal untuk mengecat bagian sudut, pinggiran jendela, atau bagian kecil lainnya.
Sedangkan roller cat sangat cocok untuk area tembok yang luas karena hasilnya lebih rata dan waktu pengerjaan lebih efisien.
Agar cat tidak menetes dan menggumpal, sediakan pula tray roller dan ember khusus cat sebagai tempat pencampuran.
Baca Juga: Sempat Saling 'Serang' di Media, Kimberly Ryder dan Mantan Suami Berdamai Soal Urusan Mobil
Jangan lupa siapkan tangga yang kokoh untuk menjangkau bagian atas tembok.
Jika area pengecatan berada di ruangan tinggi seperti void atau tangga rumah dua lantai, scaffolding mini bisa jadi opsi aman.
Supaya hasilnya tetap rapi, masking tape atau lakban kertas sangat membantu untuk membatasi area cat, terutama pada tepian plafon, jendela, dan lis dinding.
Satu lagi yang tidak kalah penting: penutup lantai dan furnitur. Cipratan cat sering kali tidak terduga.
Maka dari itu, siapkan plastik atau kain terpal untuk melindungi perabot dan lantai dari noda yang sulit dibersihkan.
Yang terakhir, tentu saja cat tembok itu sendiri. Untuk hasil optimal, pilih cat yang dirancang khusus untuk tembok lama, punya daya tutup tinggi, dan tahan terhadap jamur serta cuaca.
Untuk tembok yang lembap atau terlalu banyak kapur, sebaiknya gunakan cat dasar (alkali resisting primer) agar cat utama menempel lebih kuat.
Mengecat tembok lama bukan sekadar pekerjaan sambilan. Dengan perlengkapan yang tepat dan teknik yang benar, Anda bisa mengubah tampilan rumah secara dramatis dalam waktu singkat.
Tak hanya soal estetika, tapi juga memperpanjang umur tembok dan menjaga kebersihan rumah. (rif/kid)
Editor : Nur Wachid