Jawa Pos Radar Lawu - Kain tenun dan songket merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai seni dan filosofi tinggi.
Motif-motif indahnya dibuat secara manual menggunakan benang pilihan, bahkan tak jarang ditenun dengan benang emas atau perak.
Agar keindahannya tidak cepat pudar, perlu perawatan khusus saat mencuci dan menyimpannya.
Berikut ini adalah tips mencuci kain tenun dan songket dengan benar agar kain tetap awet, tidak luntur, dan kualitasnya tetap terjaga.
1. Cuci dengan Tangan, Bukan Mesin
Hindari mencuci menggunakan mesin cuci karena putaran mesin bisa merusak serat dan motif. Sebaiknya cuci dengan tangan secara perlahan menggunakan air bersih.
2. Gunakan Air Dingin
Gunakan air dingin atau suhu normal, jangan air panas. Air panas bisa membuat warna luntur dan kain menyusut. Air dingin lebih aman menjaga warna dan serat kain tetap utuh.
3. Pilih Detergen yang Lembut
Gunakan detergen cair khusus pakaian halus atau sabun berbahan alami seperti sabun lerak. Hindari pemutih dan pewangi kimia karena dapat mengikis warna dan merusak benang tenun.
4. Jangan Direndam Terlalu Lama
Merendam kain terlalu lama bisa merusak struktur benang. Cukup rendam selama 5–10 menit, lalu bilas dengan gerakan lembut.
5. Jangan Diperas Keras
Jangan memeras kain tenun atau songket dengan cara dipelintir. Cukup ditekan lembut menggunakan tangan atau ditepuk dengan handuk kering untuk mengurangi kadar air.
6. Jemur di Tempat Teduh
Hindari menjemur langsung di bawah sinar matahari. Jemur di tempat teduh dan berangin, serta hindari menggantung terlalu lama karena dapat merusak bentuk kain.
7. Simpan dengan Cara Dilipat
Baca Juga: 4 Tips Hilangkan Bau Apek pada Pakaian dengan Pilih Sabun Cuci dan Cara Simpan yang Tepat
Setelah kering, lipat kain dengan rapi dan simpan di tempat kering. Hindari menyimpan di tempat lembap agar tidak berjamur. Kamu bisa menggunakan kantong kain atau kotak penyimpanan berlapis kertas.
8. Setrika dari Bagian Dalam
Jika ingin menyetrika, balik bagian kain dan gunakan suhu rendah. Untuk songket, lapisi dengan kain tipis agar benang emas/peraknya tidak rusak karena panas.
Merawat kain tenun dan songket dengan benar bukan hanya soal menjaga kualitas, tapi juga menghormati nilai budaya di baliknya.
Dengan mencuci secara lembut, memilih detergen tepat, dan menyimpannya dengan baik, kain tradisional ini akan tetap indah dan tahan lama. Cocok untuk koleksi, acara resmi, atau pewarisan generasi ke generasi.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun