Adventure Dirgantara Healing Historia Lifestyle Nasional Olahraga Peristiwa Regional Sosial Budaya Trending

I SHALL SING TILL MY LAND IS FREE: Suara Perlawanan dari Panggung Musik Menentang Penjajahan!

Dani Erwanto • Rabu, 9 Juli 2025 | 00:20 WIB

Dari panggung kecil, suara kolektif ini menolak diam atas ketidakadilan yang terus terjadi di Palestina.
Dari panggung kecil, suara kolektif ini menolak diam atas ketidakadilan yang terus terjadi di Palestina.
Jawa Pos Radar Lawu - I SHALL SING TILL MY LAND IS FREE adalah pertunjukan musik kolektif yang digagas oleh 40oz.Tovision dan Hellfake. Acara ini bukan buah strategi matang, melainkan respons spontan terhadap kegelisahan: dari berita kematian, visual kehancuran, hingga jeritan korban penjajahan yang terus terabaikan di tengah arus scroll sosial media.

Ketika kekejaman menjadi latar kehidupan harian dan suara mereka yang ditindas nyaris tenggelam, kolektif ini memilih bersuara lewat cara yang mereka tahu: musik dan gigs. Bukan untuk sok tahu, apalagi jadi penyelamat. Tapi sebagai bentuk keberpihakan dan solidaritas yang tumbuh dari bawah.

Kami Bukan Aktivis, Tapi Kami Tidak Akan Diam

Gigs ini bukanlah panggung heroik. Ia tumbuh dari semangat kolektif akar rumput—tanpa lembaga, tanpa sponsor besar, tapi dengan suara yang jujur dan keberanian bersikap. Para penggagasnya memilih musik karena dari situlah mereka berasal: dari gigs kecil, zine fotokopian, dan ruang-ruang alternatif yang dibangun dengan semangat gotong royong.

Lewat aksi ini, mereka menyampaikan satu pesan: kami ada, kami peduli, dan kami tidak akan diam.

Palestina Bukan Konflik, Ini Penjajahan

Banyak media menyebut kondisi Palestina sebagai “konflik”, padahal yang terjadi adalah penjajahan sistematis sejak 1948. Lebih dari 700.000 warga diusir, ratusan desa dihancurkan, dan Gaza, wilayah kecil yang lebih padat dari Jakarta, dipenuhi blokade, drone, dan penderitaan.

Ini bukan bencana alam, ini adalah kekerasan terencana. Data mencatat:

Israel menyebutnya “pertahanan diri”, tapi tak ada justifikasi untuk menghancurkan rumah sakit, kamp pengungsi, atau jalur evakuasi.

Baca Juga: Kisah Cinta Mustahil Mahmoud Darwish dan Rita, Romeo-Juliet dari Palestina-Israel

Solidaritas Bukan Soal Menyelamatkan, Tapi Berdiri Bersama

Solidaritas bukan tentang menjadi pahlawan. Tapi tentang berpihak pada yang tertindas. Gigs ini jadi ruang alternatif untuk bertemu, berdonasi, saling menguatkan, dan menyuarakan keadilan—walau dari ruang kecil dan sederhana.

Suara-suara ini mungkin tak viral. Tapi ia nyata, tulus, dan tak akan berhenti hanya karena tak ramai.

Perlawanan Tak Harus dari Panggung Besar

"I Shall Sing Till My Land Is Free" bukan sekadar kalimat. Ia adalah sikap. Musik dipilih karena ia adalah bahasa yang menembus batas—bisa menyentuh hati, menggugah nurani, dan menggetarkan diam.

Apa yang dilakukan 40oz.Tovision dan Hellfake lewat gigs ini adalah bagian kecil dari gelombang gerakan solidaritas global.

Dan jika dunia terus memilih diam, mereka hanya akan menyanyikannya lebih keras!. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#musik lawan penindasan #solidaritas internasional #Gigs #kolektif musik #free palestina #DIY movement