Jawa Pos Radar Madiun – Rambut rontok setelah melahirkan adalah keluhan umum yang dialami banyak ibu baru. Meski sering bikin panik, kondisi ini sebenarnya adalah hal yang normal dan umumnya bersifat sementara.
Menurut situs resmi Siloam Hospitals, kerontokan bisa terjadi selama 3 hingga 6 bulan pascapersalinan akibat perubahan hormon.
Selama kehamilan, kadar hormon estrogen dalam tubuh meningkat. Hal ini membuat rambut menjadi lebih kuat dan lebih banyak berada di fase pertumbuhan (anagen).
Namun, setelah melahirkan, kadar estrogen menurun drastis sehingga rambut yang sebelumnya tertahan di fase pertumbuhan masuk ke fase istirahat (telogen).
Akibatnya, rambut mulai rontok dalam jumlah banyak—bahkan bisa lebih dari 100 helai per hari.
Secara medis, kondisi ini dikenal sebagai postpartum telogen effluvium, dan biasanya akan membaik sendiri tanpa pengobatan. Namun, para ibu tetap harus waspada. Pasalnya, rambut yang rontok bisa melilit jari tangan atau kaki bayi, kondisi yang disebut hair tourniquet dan bisa menyebabkan gangguan sirkulasi darah.
Siklus rambut manusia terdiri dari tiga fase utama:
Anagen: fase pertumbuhan aktif (2–6 tahun)
Catagen: fase transisi singkat (2–3 minggu)
Telogen: fase istirahat (sekitar 3 bulan), diakhiri dengan rambut rontok
Rambut yang rontok akan digantikan rambut baru dari folikel yang sama.
Selain perubahan hormon estrogen, ada banyak faktor pemicu yang dapat memperparah kerontokan, seperti:
Stres pascamelahirkan, Kurang tidur, Asupan gizi yang kurang, Pengaruh dari kondisi medis seperti gangguan tiroid. Perubahan kadar hormon androgen.
Biasanya, rambut rontok disadari ketika banyak helai yang tersangkut di sisir, jatuh ke lantai, atau menempel di baju. Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menanyakan jumlah rambut rontok harian (>100 helai) serta riwayat kelahiran atau pemicu lainnya.
Jika kerontokan berlangsung lebih dari 6 bulan atau menyebabkan kebotakan yang mencolok, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit atau ahli rambut.
Meskipun tidak ada obat khusus untuk menghentikan kerontokan ini, beberapa langkah berikut bisa membantu mengurangi keparahannya:
Gunakan sampo dan kondisioner yang menambah volume, tapi aplikasikan kondisioner hanya di ujung rambut.
Hindari menyisir kasar dan gunakan sisir bergigi jarang.
Gunakan hair dryer dengan panas rendah.
Hindari mengikat atau mengepang rambut terlalu ketat.
Penuhi kebutuhan nutrisi penting seperti protein, zat besi, omega-3, dan vitamin B kompleks.
Potong rambut pendek agar lebih mudah dirawat dan memberi kesan lebih tebal.
Rambut rontok pascamelahirkan adalah hal normal yang dialami banyak ibu. Jangan panik dulu, karena tubuh butuh waktu untuk menyesuaikan kembali keseimbangan hormon.
Jika ingin memastikan penyebab atau mencari solusi terbaik, tak ada salahnya berkonsultasi langsung dengan dokter. (den)
Editor : Deni Kurniawan