Jawa Pos Radar Lawu - Apa jadinya jika seseorang dari masa depan datang mengaku sebagai pasangan hidup? Premis inilah yang diangkat film Sore: Istri dari Masa Depan. Sebuah karya terbaru dari sutradara Yandy Laurens yang siap tayang di bioskop mulai 10 Juli 2025.
Dibintangi Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha, film ini tak sekadar menjual romansa manis. Tetapi, menghadirkan refleksi tentang hubungan, perubahan diri, dan makna keseimbangan hidup.
Diangkat dari web series populer Tropicana Slim yang sempat viral pada 2017, film adaptasi ini tampil dengan produksi lebih megah, sinematografi lintas negara, serta pendekatan emosional yang lebih matang.
Cinta, Waktu, dan Proses Menerima Diri Sendiri
Kisahnya berpusat pada Jonathan, fotografer yang terjebak dalam rutinitas membosankan di Italia.
Hidupnya berubah total saat seorang perempuan muncul dan memperkenalkan diri sebagai Sore - istrinya dari masa depan.
Pertemuan tak biasa itu memicu perjalanan emosional yang membawa Jonathan menyelami kembali siapa dirinya, dan apa yang benar-benar penting dalam hidup.
Penonton yang pernah merasa jenuh, tersesat dalam kesibukan, atau sedang berusaha memperbaiki diri akan mudah terhubung dengan narasi ini.
Tak heran jika film ini disebut cocok ditonton siapa saja. Dari pasangan muda, individu yang sedang mengalami quarter life crisis, hingga mereka yang sedang menata ulang hidup.
Visual Lintas Negara, Chemistry yang Tak Dibuat-Buat
Lokasi syuting film ini melintasi tiga negara: Indonesia (Jakarta), Kroasia (kota Grožnjan), dan Finlandia. Setiap tempat menjadi metafora emosional bagi transformasi karakter.
Bahkan Sheila Dara belajar bahasa Kroasia demi mendalami perannya, menambah kedalaman dan keautentikan cerita.
Chemistry antara Dion dan Sheila tampil alami, jauh dari kesan dibuat-buat. Dengan durasi trailer 2 menit 7 detik yang telah dirilis di kanal YouTube Cerita Films sejak 22 Mei 2025, penonton sudah bisa mengintip dinamika hangat sekaligus getir dalam hubungan Jonathan dan Sore.
Tak Hanya untuk Fans Web Series
Meski diadaptasi dari web series, film ini bukan sekadar nostalgia. Ia berdiri kokoh sebagai karya sinematik yang menawarkan sesuatu untuk penonton baru.
Bagi generasi milenial dan Gen Z yang sedang menavigasi relasi dan tekanan hidup modern, film ini menjadi cermin sekaligus pelipur.
Mengajak Penonton Merenung, Bukan Sekadar Menonton
Alih-alih hanya menjadi tontonan romantis, Sore: Istri dari Masa Depan mengajak penonton berpikir. Apakah kita sudah menghargai waktu yang ada? Apakah kita telah menjadi pasangan yang hadir sepenuhnya dalam hubungan?
Dan jika diberi kesempatan kedua, apakah kita siap memperbaiki yang telah rusak? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu mungkin terselip dalam setiap adegan film ini. (den)
Editor : Deni Kurniawan