Jawa Pos Radar Lawu - Mobil matic kini jadi pilihan favorit banyak pengendara, terutama karena penggunaannya yang praktis.
Tapi meski populer, tak semua pemilik mobil matic tahu cara memanaskan mobil dengan benar.
Jika salah, bisa berdampak buruk pada mesin bahkan menyebabkan boros bahan bakar.
Baca Juga: Ngeri! Ini 4 Cara Aman Hentikan Mobil Saat Rem Blong, Nomor 3 Bisa Selamatkan Nyawa!
Perlukah Mobil Matic Dipanaskan?
Jawabannya: ya, perlu.
Terutama jika mobil jarang digunakan. Memanaskan mobil matic bertujuan agar oli mengalir sempurna ke seluruh bagian mesin.
Guna menjaga suhu kerja mesin tetap optimal, dan memperpanjang usia komponen.
Baca Juga: Begini Cara Aman Pindah Gigi Mobil Matic, Biar Nggak Panik di Jalan Menanjak!
Berapa Lama Idealnya Memanaskan Mobil Matic?
-
Mobil yang sering dipakai: Cukup 1–3 menit saja.
-
Mobil yang jarang digunakan: Panaskan 10–15 menit agar sirkulasi oli dan baterai tetap prima.
Hindari memanaskan mobil terlalu lama karena bisa menyebabkan busi cepat kotor, korosi di knalpot, hingga boros bensin dan risiko overheat.
Langkah-Langkah Memanaskan Mobil Matic yang Benar
-
Nyalakan Mesin Mobil
Putar kunci atau tekan tombol start, lalu tunggu hingga semua indikator di dashboard mati. Ini membantu aki tidak cepat soak. -
Pastikan Tuas Transmisi di Posisi “P”
Sebelum starter, pastikan tuas transmisi ada di posisi “P” (parkir). Hindari posisi “D” atau “N” karena bisa berisiko mobil melaju tiba-tiba saat pedal gas terinjak tanpa sengaja. -
Jangan Terlalu Lama
Biarkan mesin menyala selama durasi ideal. Untuk pemakaian harian, 1–3 menit cukup. Jika terlalu lama, justru bisa merusak komponen mesin. -
Siap Berkendara? Pindahkan ke Tuas “D”
Setelah mesin siap dan suhu optimal, baru pindahkan tuas ke “D” (Drive) untuk mulai perjalanan.
Memanaskan mobil matic tidak bisa asal-asalan. Perhatikan waktu dan langkah-langkahnya agar mesin tetap sehat dan performa mobil terjaga.
Mau dipakai atau tidak, usahakan panaskan mobil setidaknya 2–3 kali seminggu. (fin)
Editor : AA Arsyadani