Jawa Pos Radar Lawu - Motor Triumph Bonneville Speedmaster 1200 HT milik mantan pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo resmi dilelang oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 12 Juni 2024.
Dari pantauan langsung di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan), Cawang, motor cruiser bergaya klasik asal Inggris itu laku terjual hanya sebesar Rp 211 juta.
Padahal jika mengacu pada harga resminya di pasar Indonesia, Triumph Bonneville Speedmaster 1200 HT dibanderol sekitar Rp 555 juta off-the-road untuk edisi chrome keluaran 2023, sebagaimana tercantum di situs resmi Triumph Indonesia.
Motor ini didistribusikan oleh PT Garda Andalan Selaras (GAS Motorcycle), dan menjadi salah satu lini moge cruiser paling premium dari Triumph.
Triumph Speedmaster bukan sekadar moge bermesin besar.
Ditenagai mesin parallel-twin 1200 cc berpendingin cairan, motor ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 76,9 hp dan torsi puncak 106 Nm.
Hasil tes performa dari situs TopSpeed.com bahkan menunjukkan kecepatan maksimum bisa menyentuh 130 mph, atau sekitar 209 km/jam.
Sebuah angka yang mengesankan untuk motor dengan bobot lebih dari 270 kg.
Namun menariknya, dalam forum pengguna seperti Reddit, ada juga yang menyebut bahwa top speed real-world Speedmaster hanya berkisar 103 mph (165 km/jam) karena karakter motor ini lebih cocok untuk cruising ketimbang kebut-kebutan.
Meski demikian, suara knalpotnya yang dalam dan desain klasiknya yang menawan tetap membuat motor ini punya daya pikat tersendiri.
Secara desain, Triumph Bonneville Speedmaster mengusung karakter cruiser sejati dengan sentuhan modern.
Fitur seperti cruise control, traction control, dual channel ABS, hingga LED lighting lengkap sudah tersemat.
Posisi duduk rendah dengan tinggi jok hanya 705 mm menjadikan motor ini ramah bagi pengendara dengan tinggi sedang.
Ditambah desain tangki berlekuk dan dual exhaust membuatnya tampak elegan dan bertenaga dalam satu paket.
Kini, setelah berpindah tangan lewat lelang KPK, Speedmaster milik Rafael Alun bukan sekadar kendaraan mewah, tapi juga simbol ironi: moge premium yang dulu bagian dari gaya hidup mewah seorang pejabat pajak, kini jadi barang rampasan negara.
Dengan harga lelang hanya sepertiga dari banderol pasar, sang pemenang lelang boleh dibilang mendapat ‘durian runtuh’. (gar)
Editor : Tegar Rukmana