Jawa Pos Radar Madiun – Cobek atau blender? Pertanyaan klasik ini sering bikin galau di dapur.
Buat kamu yang suka masak, pasti tahu kalau menggiling bumbu itu urusan serius—karena dari situlah rasa masakan bisa naik level!
Katanya sih, bumbu yang diulek pakai cobek aromanya lebih kuat dan rasanya lebih otentik.
Wajar aja, proses manual ini bikin rempah-rempah ngeluarin aroma maksimal, teksturnya juga jadi pas banget buat sambal dan masakan rumahan ala nenek.
Baca Juga: Asal-Usul Ketupat Betawi dan Resep Sayur Godok untuk Teman Hidangan Idul Adha!
Kelebihan Cobek:
- Tekstur bumbu lebih kasar dan “nggigit”.
- Aroma rempah lebih keluar karena digerus pelan.
- Rasa lebih tradisional dan otentik.
- Nggak panas kayak blender, jadi bumbu nggak rusak.
Tapi tunggu dulu, blender juga punya poin plus:
- Lebih cepat dan praktis.
- Cocok buat masak dalam jumlah banyak.
- Hasil lebih halus—pas buat saus atau kari.
Baca Juga: Siapa Bilang Daun Pepaya Pahit? Cobain Deh Resep Tumis Pedas Ini, Dijamin Nasi Sebakul Habis!
Kekurangannya?
Cobek memang bikin capek dan butuh waktu lama.
Sedangkan blender, kadang hasilnya terlalu halus, aromanya kurang keluar, dan harus ditambah air biar lancar muter—yang bisa memengaruhi rasa bumbu.
Kalau kamu ngejar rasa “homemade” dan aroma rempah yang nendang, cobek juaranya.
Tapi kalau lagi buru-buru masak buat keluarga besar, blender bisa jadi penyelamat.
Pilihannya balik lagi ke selera dan kebutuhanmu. (fin)
Editor : AA Arsyadani