Jawa Pos Radar Lawu - Menagih utang ke orang dekat seperti teman, saudara, atau rekan kerja bisa jadi situasi yang canggung.
Apalagi kalau mereka mulai sulit dihubungi, menghindar, atau pura-pura lupa. Tapi ingat, kamu tetap punya hak menagih uangmu.
Nah, biar hubungan tetap baik tapi utang juga bisa kembali, simak cara menagih orang yang susah bayar utang dengan elegan tapi efektif berikut ini:
Baca Juga: 10 Weton Paling Hoki di Bulan Juni 2025, Siap-Siap Dapat Rejeki Nomplok Tanpa Disangka!
1. Awali dengan Pengingat Lembut
Mulailah dengan pesan ringan dan tidak menghakimi.
Contoh:
“Hai, apa kabar? Mau ingetin soal pinjaman kemarin. Kira-kira bisa mulai dicicil kapan, ya?”
Kadang orang memang lupa atau sedang kesulitan, jadi pengingat sopan bisa membuka komunikasi tanpa bikin mereka tersinggung.
2. Gunakan Nada Peduli, Bukan Menyudutkan
Utamakan empati, tapi tetap tegaskan bahwa kamu butuh kepastian.
Contoh:
“Aku paham mungkin kamu lagi banyak kebutuhan, tapi aku juga ada keperluan mendesak.
Gimana kalau kita atur cicilan ringan dulu?”
Nada seperti ini menunjukkan kamu mengerti kondisi mereka tapi tetap menjaga hakmu.
3. Tawarkan Solusi & Jadwal Pembayaran
Ajak mereka buat kesepakatan waktu yang jelas.
Contoh:
“Boleh nggak kita sepakat mulai Jumat ini kamu transfer sekian setiap minggu?”
Tulis kesepakatan ini lewat chat agar ada bukti jika dibutuhkan nanti.
4. Gunakan Sindiran Halus di Media Sosial (Opsional)
Kalau sudah susah diajak bicara, bisa posting kata-kata bijak:
“Utang itu bukan soal nominal, tapi soal tanggung jawab.”
Catatan: Gunakan cara ini dengan bijak, jangan menyindir langsung agar tidak memperkeruh suasana.
5. Berikan Pilihan, Jangan Memaksa
Jika belum bisa membayar penuh, tawarkan opsi lain:
“Kalau belum bisa tunai, gimana kalau barter barang dulu, atau bantuin aku jualan online?”
Dengan begini, mereka tetap bisa bertanggung jawab tanpa harus merasa malu atau tertekan.
6. Buat Surat Pernyataan Jika Jumlahnya Besar
Kalau nominalnya cukup besar, ajukan ide untuk bikin surat pernyataan utang.
Tulis nilai, tenggat waktu, dan tanda tangan kedua pihak.
Langkah ini bisa jadi dasar jika kelak perlu jalur hukum.
7. Berani Tegas Kalau Sudah Keterlaluan
Kalau sudah bertahun-tahun, di-ghosting, dan tidak ada iktikad baik, kamu boleh kirim peringatan tegas:
- Gunakan kalimat jelas dan sopan.
- Sebutkan bahwa kamu siap menempuh jalur hukum jika tak ada penyelesaian.
Jangan takut dibilang jahat, kamu hanya memperjuangkan hakmu.
8. Ambil Pelajaran: Jangan Terjebak Dua Kali
Kalau sudah pernah dimanfaatkan, jadikan itu pelajaran:
- Jangan pinjamkan uang tanpa bukti.
- Jangan percaya janji manis tanpa kejelasan.
- Kalau ingin bantu, bantu lewat solusi, bukan pinjaman.
Menagih utang bukan berarti kamu pelit atau jahat.
Itu tentang hak dan tanggung jawab.
Selama dilakukan dengan cara yang sopan, tegas, dan tetap menghargai orang lain, hubungan pun tetap bisa dijaga.
Ingat: Yang berutang wajib bayar, yang menagih jangan takut dianggap gak enakan! (fin)
Editor : AA Arsyadani